Monday, December 28, 2020

Penginapan Bagus Bay Hotel di Tuktuk Samosir

Bagus Bay Homestay Samosir
Bagus Bay Homestay di Tuktuk Samosir

Hai sahabat backpacker

Setelah sebelumnya aku menyaksikan matahari terbenam di Bumi Samosir, tepatnya di Pantai Pasir Putih Parbaba. Aku kemudian menuju Tuktuk untuk menyewa sebuah penginapan agar esoknya bisa melanjutkan kembali petualangan di Pulau Samosir ini.

Baca juga: Melihat Sunset dari Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir

Tuktuk Siadong

Tuktuk Siadong adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Desa ini juga dikenal sebagai pusat penginapan wisatawan di Pulau Samosir. Di desa kecil yang ada di pinggir Danau Toba ini punya beragam penginapan mulai dari yang murah hingga yang mewah.

Dari sekian banyak penginapan, aku sendiri memilih penginapan Bagus Bay Homestay. Bukan karena fasilitasnya sih tapi karena harganya termasuk yang paling murah di antara penginapan lain yang ada di TukTuk.

Maklum, backpacker dompet tipis. 😂

Bagus Bay Homestay

Alamat Bagus Bay Homestay

Bagus Bay Homestay beralamat di Jalan Lingkar Tuktuk, Desa Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Desa ini berada di antara Desa Tomok dan Desa Ambarita serta tak jauh dari Pelabuhan Tomok. Oh ya, beberapa penginapan di sini juga punya pelabuhan kapal sendiri hingga tamu hotel bisa meminta untuk diantarkan langsung ke pelabuhan hotelnya dari Parapat.

Kamar Bagus Bay Homestay

Bagus Bay Homestay menyediakan banyak pilihan kamar dengan fasilitas yang beragam dan harga yang berbeda-beda tergantung fasilitas kamarnya. Yang termahal adalah pondok berbentuk Rumah Adat Batak Toba, lalu ada kamar dengan kamar mandi di dalam hingga yang termurah dengan kamar mandi di luar. Aku sendiri memilih kamar termurah dengan kamar mandi di luar, permalamnya aku membayar seharga Rp. 70.000. cukup murah cuy. 

Bagus Bay Homestay Samosir
Kamar di Bagus Bay Homestay

Fasilitas Bagus Bay Homestay

Meski kamar termurah, tapi fasilitas kamarnya cukup lengkap juga yaitu ada tempat tidur besar, meja, kursi dan lemari kecil, televisi, hingga colokan listrik. Namun kamar mandinya ada di luar dan berbagi dengan tamu lainnya. Selain itu kamarnya juga tidak menyediakan AC, tapi AC juga nggak guna sih di sini, Pulau Samosir saat malam itu dingin banget cuy.

Sedangkan di luar kamar, Bagus bay Homestay ini juga memiliki fasilitas lain seperti restoran dan bar, pertunjukan musik Batak saat malam-malam  liburan hingga gazebo dan kursi-kursi untuk bersantai di pinggir Danau Toba. Selain itu, penginapan ini juga memiliki pelabuhan sendiri yang bisa membawa wisatawan langsung ke Parapat.

Untuk ukuran hotel dengan harga murah, hotel ini cukup nyaman jugalah. Terutama nyaman buat isi dompetku. Berhubung badan pun cukup lelah setelah seharian berpetualang, aku pun segera mandi dan bersih-bersih. Tak lama kemudian aku pun terlelap agar esok tetap semangat berpetualang di Bumi Samosir. 

Bagus Bay Homestay Samosir
Area restoran dan musik
Bagus Bay Homestay Samosir
Tempat santai di tepi Danau Toba

To be continued...

Thursday, December 24, 2020

Melihat Sunset dari Pantai Pasir Putih Parbaba di Pulau Samosir

Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir
Pantai Pasir Putih Parbaba

Tak terasa hari sudah beranjak sore. Kulihat sang raja siang itu sudah jauh tergelincir ke ufuk barat. Sebelum hari menjadi semakin senja, aku pun segera keluar dari Desa Tomok dan mengarahkan sepeda motorku ke arah barat Pulau Samosir melalui jalan utama Pulau Samosir yang menghubungkan setiap wilayah di Pulau Samosir.

Baca juga: Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir

Setelah sebelumnya aku cukup puas berwisata di Desa Tomok dengan mengunjungi beragam destinasi wisatanya seperti Pasar Tomok yang merupakan sentra oleh-oleh di Pulau Samosir, kemudian juga mengunjungi situs peninggalan megalithikum yaitu sarkofagus alias Makam Batu milik Raja Sidabutar, lalu melihat peninggalan budaya Batak di Museum Batak Tomok hingga melihat Boneka Sigale-Gale.

Untuk penutup perjalanan hari ini aku bertujuan untuk menyaksikan matahari terbenam dari salah satu pantai yang ada di Pulau Samosir, tepatnya di Pantai Pasir Putih Parbaba.

Alamat Pantai Pasir Putih Parbaba

Pantai Pasir Putih Parbaba terletak di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Pantai ini berada di sisi barat Pulau Samosir dan berjarak sekitar 40 menit perjalanan dari Desa Tomok.

Sebenarnya sepanjang perjalanan mata ini cukup dimanjakan ama pemandangan indah dari Pulau Samosir karena di sisi kanan jalan bisa terlihat hamparan luas dari Danau Toba dengan airnya yang kebiruan. Sedangkan di sisi satunya ada hamparan hijau persawahan, rumah-rumah masyarakat Batak Toba yang terlihat khas hingga perbukitan yang menjulang di sisi tengah pulau.

Tiket Masuk ke Pantai Pasir Putih Parbaba

Setelah 40 menit perjalanan, akhirnya aku tiba di kawasan Pantai Pasir Putih Parbaba. Aku kemudian memarkirkan motor di parkiran yang tersedia. Biaya parkirnya hanya Rp. 2000 aja permotor. Sedangkan tiket masuk ke Pantai Pasir Putih Parbaba ini ternyata gratis. Gratis cuy.

Pemandangan di Pantai Pasir Putih Parbaba

Sesuai ama namanya, Pantai Pasir Putih Parbaba ini punya dataran luas berupa pasir putih yang halus. Kemungkinan pasir ini merupakan sisa dari letusan Gunung Toba jutaan tahun silam. Di depan pantai ini langsung terhampar pemandangan Danau Toba yang begitu luas, airnya yang dingin terasa menyegarkan.

Sedangkan di seberang danau terlihat barisan pegunungan dari Pulau Sumatera yang seolah menjadi pagar pembatas dari Danau Toba. Lalu di sisi Barat Daya nampak Gunung Pusuk Buhit yang berdiri dengan gagahnya. Btw, Gunung Pusuk Buhit adalah sebuah gunung suci dan sakral bagi orang Batak. Karena dalam kepercayaan mereka, nenek moyang Bangsa Batak awalnya turun dari langit ke atas Gunung Pusuk Buhit ini. 

Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir
Menghadap ke Danau Toba
Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir
Hamparan pasir yang luas
Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir
Gunung Pusuk Buhit

Fasilitas yang ada di Pantai Pasir Putih Parbaba

Sebagai salah satu destinasi yang cukup populer di Pulau Samosir, fasilitas yang ada di Pantai Pasir Putih Parbaba ini cukup lengkap. Selain lahan parkir yang luas, di sekitar pantai juga terdapat beberapa penginapan. Di pantai ini juga banyak wahana permainan air seperti banana boat, perahu dayung, sepeda bebek, spead boat hingga ban pelampung.

Sore itu pengunjung pantai Pantai Pasir Putih Parbaba ini cukup rame juga. Selain bermain wahana air, banyak juga yang bermain bola voli, menerbangkan drone, hingga yang duduk bersantai menanti tenggelamnya matahari. 

Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir
Pengunjung bermain banana boat

Matahari terbenam di Pantai Pasir Putih Parbaba

Hanya beberapa menit setelah aku tiba di kawasan pantai, sunset yang kutunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Perlahan sang penguasa siang itu semakin tenggelam di ufuk barat, di balik pegunungan Pulau Sumatera yang ada di seberang danau.

Cahaya senja perlahan memenuhi penjuru langit dengan warna jingganya yang khas. Sayangnya saat itu cuaca tak begitu cerah, sehingga warna senjanya terasa tak maksimal. Tapi itu pun udah cukup lah buatku.

Setelah matahari benar-benar menghilang, aku pun segera kembali dan langsung menuju Desa Tuktuk untuk menyewa penginapan agar esok bisa melanjutkan kembali petualangan di Bumi Samosir. 

Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir
Senja di Pantai Pasir Putih Parbaba
Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir
Menanti senja
Pantai Pasir Putih Parbaba Samosir
Backpacker ganteng dan unyu di Pantai Parbaba

To be continued...

Tuesday, December 22, 2020

Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir

Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir
Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir

Hai sahabat backpacker, setelah sebelumnya aku ngunjungi Museum Batak Tomok, aku pun berencana untuk melanjutkan petualangan di Pulau Samosir ini dengan mengunjungi objek-objek wisata lainnya yang ada di pulau ini. Namun sebelum beranjak dari Pasar Tomok, aku singgah sebentar di objek wisata Sigale-Gale yang masih berada di dalam kawasan Pasar Tomok.

Baca juga: Museum Batak Tomok di Pulau Samosir

Alamat Wisata Boneka Sigale-Gale

Wisata pertunjukan tari boneka Sigale-gale berada di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Wisata satu ini masih berada di dalam kawasan Pasar Tomok dan terletak tidak jauh dari Makam Batu Raja Sidabutar serta Museum Batak Tomok. 

Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir
Selamat datang di Sigale-Gale

Sejarah Boneka Sigale-Gale

Boneka Sigale-Gale adalah sebuah boneka kayu yang diukir mirip manusia seukuran orang dewasa. Boneka ini juga dipakein pakaian khas Batak lengkap ama kain ulosnya.

Menurut sejarahnya, kisah boneka Sigale-Gale ini bermula dari kisah Raja Rahat dan putranya yang bernama Manggalae. Jadi suatu hari kerajaan mereka diserang oleh kerajaan lain. Untuk menghadapi invasi dari kerajaan lain tersebut, sang raja memerintahkan anaknya memimpin pasukan untuk berperang di perbatasan.

Setelah peperangan yang berlangsung berbulan-bulan, tersiar kabar kalo Manggalae tewas secara ksatria di medan perang. Mendengar kematian putranya, sang raja menjadi sedih dan jatuh sakit. Beragam cara dilakukan agar sang raja sehat kembali, namun hasilnya nihil.

Hingga akhirnya rakyatnya bersama para dukun membuat sebuah boneka kayu yang mirip dengan rupa Manggalae. Boneka tersebut lalu dipakein pakaian khas Batak lengkap dengan ulosnya. Lalu dipanggillah roh Manggalae dan dimasukkan ke dalam boneka tersebut. Setelah itu, boneka Sigale-Gale pun menortor mengikuti iringan musik hingga sang raja sehat kembali.

Agak serem sih kalo dibayangin.

Sejak saat itu, tradisi menortor bareng boneka Sigale-Gale tetap dilakukan dan kini menjadi salah satu atraksi budaya yang ramai ditonton wisatawan. Hanya saja, boneka Sigale-Gale saat ini digerakkan dengan mekanisme tali atau kawat, bukan lagi dengan memasukkan roh ke dalam boneka. 

Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir
Boneka Sigale-Gale

Melihat Boneka Sigale-Gale

Seperti yang kukatakan di awal, sebelum beranjak dari Desa Tomok, aku menyempatkan diri untuk melihat boneka Sigale-Gale yang ada di Desa Tomok ini. Ditempat ini terdapat boneka Sigale-Gale lengkap dengan pakaian khas Bataknya. Sedangkan di belakangnya terdapat rumah adat khas Batak Toba.

Bagi yang ingin menortor bersama Boneka Sigale-Gale akan dikenakan biaya sekitar 100 hingga 200 ribuan. Namun karena aku cuma sendirian doang, jadi biayanya terasa cukup berat. Oleh karena itu, aku hanya melihat-lihat bonekanya doang tanpa meminta atraksi Sigale-Gale yang sedang menortor. 

Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir
Rumah adat Batak Toba
Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir
Tempat duduk buat penonton boneka Sigale-Gale

Setelah puas mengamati boneka Sigale-Gale dari dekat, aku pun beranjak dari Desa Tomok untuk melanjutkan petualanganku di Pulau Samosir dan tujuanku selanjutnya adalah melihat matahari terbenam di Pantai Pasir Putih Parbaba

Boneka Sigale-Gale di Pulau Samosir
Backpacker yang ganteng dan unyu di dekat Boneka Sigale-Gale

To be continued...

Saturday, December 19, 2020

Museum Batak Tomok di Pulau Samosir

Museum Batak Tomok Samosir
Museum Batak Tomok

Note: -Perjalanan ini dilakukan sebelum musim hujan

          -Hati-hati saat berpetualang di musim hujan, terutama di wisata air. 

Hai sahabat backpacker...

Setelah sebelumnya aku mengunjungi sarkofagus alias Kubur Batu Raja Sidabutar yang berada di tengah-tengah Pasar Tomok, aku kemudian melanjutkan petualangan di Bumi Samosir. Tujuanku selanjutnya adalah Museum Batak Tomok yang masih berada di dalam kawasan Pasar Tomok tepatnya ada di bagian belakang pasar.

Baca juga: Kubur Batu Raja Sidabutar di Pulau Samosir

Tak sulit untuk menemukan museum ini karena terdapat plang penunjuk arahnya. Paling yang terasa sulit adalah menghindari godaan untuk singgah ke kios oleh-oleh yang berjejer di sepanjang jalan menuju museum ini. Apalagi banyak kakak-kakak ramah yang menawarkan dagangan dengan harga yang terjangkau. Wkwkwkwk... 😂😂 

Museum Batak Tomok Samosir
Plang selamat datang di Museum Batak Tomok

Alamat Museum Batak Tomok

Museum Batak Tomok terletak di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Museum ini berada tepat di belakang Pasar Tomok yang merupakan sentra oleh-oleh di Pulau Samosir. Museum ini juga terletak tak jauh dari objek wisata seperti Kubur Batu Raja Sidabutar dan  Pertunjukan Boneka Sigale-Gale, serta tak jauh dari Pelabuhan Tomok yang menghubungkan Pulau Samosir dengan Parapat.

Koleksi Museum Batak Tomok

Museum Batak Tomok ini punya koleksi yang cukup beragam. Benda-benda koleksinya juga punya sejarah dan budaya yang cukup tinggi. Barang-barang koleksinya seperti peralatan perang, peralatan pertanian dan mata pencaharian penduduk, hingga peralatan sehari-hari seperti peralatan dapur dan rumah tangga.

Selain itu juga terdapat barang-barang yang cukup khas seperti topeng kayu, patung kayu, berbagai jenis ukiran, alat tenun dan kain ulosnya dengan berbagai motif, buku dengan aksara Batak, tongkat Batak, hingga puluhan benda-benda lainnya yang aku pun nggak tau apa jenis dan fungsinya. 😅

Museum Batak Tomok Samosir
Berbagai koleksi Museum Batak Tomok
Museum Batak Tomok Samosir
Peralatan dapur masyarakat Batak
Museum Batak Tomok Samosir
Topeng kayu khas Batak Toba
Museum Batak Tomok Samosir
Katanya tempat buat nyimpen harta
Museum Batak Tomok Samosir
Ukiran kayu yang aku nggak tau fungsinya apaan

Kata bapak penjaga museum ini, barang-barang koleksi yang ada di Museum Batak Tomok ini tak sepenuhnya asli. Karena dulunya pada masa penjajahan Belanda cukup banyak barang-barang khas Batak Toba yang dibawa pihak Belanda ke negara asal mereka. 😢

Museum ini dibuka setiap hari mulai dari pagi hingga sore hari. Pengunjung juga tidak dipungut biaya alias gratis loh. Hanya saja jika ingin menyumbang, disediain kotak di dekat pintu masuk museum.

Rumah Adat Batak Toba

Oh ya, Museum Batak Tomok ini juga punya bentuk bangunan yang cukup unik loh karena bangunan museumnya berupa Rumah Adat Batak Toba atau yang lebih dikenal dengan nama Rumah Bolon.

Rumah Bolon ini berupa rumah panggung yang dibangun dari kayu dan disangga tiang-tiang penyangga berukuran cukup besar. Di dindingnya juga terdapat ukiran-ukiran khas Batak yang dinamain Gorga

Museum Batak Tomok Samosir
Rumah Adat Batak Toba
Museum Batak Tomok Samosir
Ukiran Gorga di Rumah Adat Batak Toba

Arsitektur Rumah Adat Batak Toba juga punya banyak filosofi yang sangat menarik. Misalnya tangganya yang berjumlah ganjil karena bagi orang Batak angka ganjil adalah angka keberuntungan. Lalu pintu masuknya juga dibuat rendah agar tamu merunduk saat masuk ke dalam rumah yang diartikan bahwa tamu harus menghargai sang pemilik rumah. Lalu atapnya juga dibuat lebih tinggi di bagian depan daripada bagian belakang, ini memiliki makna bahwa anak orang Batak harus lebih sukses dari orang tuanya.

Filosopi yang sangat bagus kan?

Oh ya, di halaman museum ini juga terdapat gazebo dengan kursi dan meja dari batu. Pohon-pohon rindang di sekitar gazebo membuat tempat tersebut cukup teduh hingga rasanya jadi nyaman kalo duduk-duduk di situ. Namun karena petualanganku di Bumi Samosir masih panjang, jadi aku pun melanjutkan perjalanan. 

Museum Batak Tomok Samosir
Gazebo di halaman museum

Museum Batak Tomok Samosir
Backpacker ganteng dan unyu di depan museum

To be continued..

Wednesday, December 16, 2020

Kubur Batu Raja Sidabutar di Pulau Samosir

Kubur Batu Raja Sidabutar pulau Samosir
Komplek makam batu Raja Sidabutar

Note: Perjalanan ini dilakukan sebelum musim hujan

            Hati-hati saat traveling di musim hujan, terutama di wisata air.

Hai sahabat backpacker, setelah sebelumnya aku menyusuri Pasar tomok yang merupakan sentra oleh-oleh di pulau Samosir, aku pun melanjutkan perjalananku menuju Kuburan Batu Raja Sidabutar,

Baca juga: Pasar Tomok, Pusat Oleh-Oleh Khas Batak di Pulau Samosir

Alamat Kubur Batu Raja Sidabutar

Kubur Batu Raja Sidabutar ini terletak di desa Tomok, kecamatan Simanindo, kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Komplek pemakamannya berada di antara pasar Tomok, sehingga cukup mudah untuk dikunjungi. Apalagi di bagian depan gerbangnya juga terdapat plang besar yang bertuliskan “Objek Wisata Budaya Kuburan Tua Raja Sidabutar.” 

Kubur Batu Raja Sidabutar pulau Samosir
Selamat datang di Objek Wisata Budaya Kuburan Tua Raja Sidabutar

Sebelum memasuki komplek makam, pengunjung harus memakai kain ulos yang telah disediakan di pintu masuk. Kain ini cukup diselempangkan di bahu saja. Selain itu, pengunjung juga harus menjaga sopan santun dan menerapkan budaya antri. Oh ya, tiket masuknya juga seikhlasnya saja, jadi tidak memberatkan pengunjung. 

Kubur Batu Raja Sidabutar pulau Samosir
Gerbang masuk ke komplek kubur batu
Kubur Batu Raja Sidabutar pulau Samosir
Tata tertib buat pengunjung
Kubur Batu Raja Sidabutar pulau Samosir
Tempat duduk buat dengerin cerita Raja Sidabutar

Keunikan Kubur Batu Raja Sidabutar

Di komplek sorkofagus alias kuburan batu ini terdapat beberapa makam dari Raja Sidabutar dan keluarganya. Kubur-kubur batu ini merupakan peninggalan megalithikum dari kebudayaan Batak Toba dengan usia lebih dari 450 tahun. Tua banget cuy!

Makam-makam batu ini dibuat dari batu utuh tanpa sambungan yang dipahat lalu diberi penutup. Makamnya pun tidak dikubur di dalam tanah, melainkan diletakkan di atas tanah. Namun seiring waktu, bagian bawah makamnya terbenam juga sedikit. Makam-makam ini juga memiliki ukiran yang penuh makna.

Makam yang pertama dan paling tua adalah makam Raja Oppu Soributtu Sidabutar, beliau adalah raja pertama di Tomok dan dipercaya sebagai orang pertama yang membuka desa Tomok. Pada makamnya terdapat ukiran kepala manusia yang dipercaya sebagai ukiran dari sang raja. Sedangkan di bagian atas makamnya terdapat ukiran kecil yang konon adalah ukiran cucunya sebagai harapan agar generasi selanjutnya lebih baik dari dirinya. 

Kubur Batu Raja Sidabutar pulau Samosir
Makam Raja Sidabutar pertama

Kisah Cinta Terukir di Makam Batu

Selanjutnya adalah patung Raja Sidabutar kedua yang bernama Oppu Naibuttu Sidabutar. Beliau adalah anak dari raja Tomok pertama dan memiliki kesaktian seperti ayahnya. Pada makamnya juga terdapat ukiran kepala yang dipercaya sebagai ukiran wajah sang raja. Di bagian bawah terdapat ukiran seorang pria yang sedang berjongkok. Konon ukiran ini adalah ukiran panglima perang sang raja yang berasal dari Aceh dan beragama Islam.

Sedangkan pada bagian atas makamnya terdapat ukiran seorang wanita yang bernama Anting Malela Boru Sinaga. Wanita ini adalah wanita yang sangat dicintai sang raja, namun kisah cinta mereka tak berakhir bahagia. 

Kubur Batu Raja Sidabutar pulau Samosir
Makam Raja Sidabutar kedua

Anting Malela adalah seorang gadis yang sangat cantik. Kecantikannya pun telah terdengar ke berbagai daerah sehingga banyak raja-raja dari daerah lain yang ingin menikahinya. Namun lamaran-lamaran dari para raja tersebut ditolak oleh Anting Malela.

Hingga akhirnya Raja Sidabutar kedua memberanikan diri menemui dan meminang Anting Malela. Pinangan tersebut ternyata diterima oleh Anting Malela namun dengan syarat pernikahan dilakukan 10 tahun lagi.

Raja-raja yang pernah ditolak oleh Anting Malela pun sakit hati mendengar pinangan Raja Sidabutar kedua diterima. Di antara raja tersebut ada yang kemudian mengirimkan ilmu hitam yang membuat Anting Malela menjadi gila dan pergi ke hutan hingga tak pernah ditemukan lagi.

Raja Sidabutar Kedua yang sedih akhirnya menikah dengan gadis lain. Namun semasa hidupnya, beliau meminta pada pemahat agar memahat patung Anting Malela dan meletakkannya di atas makamnya sebagai bukti kesetian cintanya pada Anting Malela.

Selain kedua makam lainnya, juga terdapat makam-makam batu lainnya termasuk makam Raja Sidabutar ketiga. Namun makam ini sudah terbuat dari semen dan tanpa ukiran selain tanda salib. Raja Sidabutar Ketiga memang telah memeluk agama Kristen pada saat itu.

Setelah puas melihat keunikan makam batu Raja-Raja Batak ini, aku pun melanjutkan petualangan di pulau Samosir dan tujuanku selanjutnya adalah Museum Batak Samosir

Kubur Batu Raja Sidabutar pulau Samosir
Sang backpacker di depan makam batu

To be continued..