Monday, November 30, 2020

Air Terjun Tibet di Simalungun

Air Terjun Tibet di Simalungun
Air Terjun Tibet

            Note:

-       Perjalanan ini dilakukan sebelum musim hujan melanda

-       Jangan ke air terjun saat musim hujan, bahaya.

 

Brrrrmmm... brrmmmm...

Posisi matahari masih tinggi, pertanda sore masih lama lagi baru tiba. Jadi kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk menjelajahi air terjun yang ada di kabupaten Simalungun ini setelah sebelumnya kami udah mengunjungi Air Terjun Jambuara, Air Terjun Tonduhan, Air Terjun Katasa hingga jembatan ekstrim Hatonduhan.

Baca juga: Jembatan Hatonduhan, Jembatan Ekstrim di Simalungun 

Tujuan kami selanjutnya adalah Air Terjun Tibet yang masih berada di kabupaten Simalungun.

Brrmmm... brmmm...

Alamat Air Terjun Tibet

Air Terjun Tibet terletak di Nagori Buntu Turunan, kecamatan Hatonduhan, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Dari Air Terjun Katasa kami harus kembali ke jalan besar Mandoge yang menghubungkan Kisaran dengan Pematang Siantar. Pada persimpangan Seribu Asih, kami berbelok ke kiri, sedangkan jika ke kanan mengarah ke kota Pematang Siantar. Dari persimpangan tersebut, kami terus melaju sekitar 8 km hingga bertemu sebuah titi beton alias jembatan beton dan air terjunnya berada tak jauh dari jembatan tersebut.

Arti Nama Air Terjun Tibet

Air terjun ini dinamakan Air Terjun Tibet. Namun Tibet di sini bukan maksudnya Tibet yang ada di Nepal itu loh. Tibet yang dimaksud di sini adalah singkatan dari Titi Beton, sebuah jembatan beton yang berada di atas aliran air terjun ini. Jadi jika dipanjangin nama air terjun ini adalah Air Terjun Titi Beton.

Pemandangan Air Terjun Tibet

Setelah memarkirkan sepeda motor, kami pun sedikit trekking ke bawah, ke arah air terjunnya. Dari tempat parkir, lokasi air terjunnya tak begitu jauh. Hanya sekitar 50 meter doang. Namun jalannya cukup licin dan di penuhi semak belukar. Dari beberapa air terjun yang telah kami kunjungi sebelumnya, sepertinya air terjun ini yang paling tak terawat di kecamatan Hatonduhan ini.

Benar saja, sesampainya kami di bawah, pelataran air terjunnya dipenuhi ilalang yang cukup tinggi. Hanya sedikit kawasan yang tak tertutup rumput di pinggiran kolam air terjunnya dan dipenuhi bebatuan besar.

Air terjun Tibet ini sebenarnya cukup cantik meski air terjunnya tak begitu tinggi. Namun airnya bersih dan jernih serta berwarna hijau toska. Di depannya terbentuk kolam air terjun yang cukup dalam. Di sekitar kolamnya juga ada dinding batu yang tak begitu tinggi dan di dinding batu tersebut terdapat beberapa lobang yang terlihat seperti goa mini.

Di sisi kolam air terjun satunya malah ada dataran berpasir putih yang terlihat seperti pantai. Hanya saja kalo mau ke dataran berpasir ini kami harus menyeberangi kolam air terjunnya. Karena males basah dan nggak tau kedalaman kolamnya, jadi kami urungkan niat untuk ke daratan berpasir tersebut. 

Air Terjun Tibet di Simalungun
Tingginya hanya sekitar 5 meter
Air Terjun Tibet di Simalungun
Airnya bersih dan jernih
Air Terjun Tibet di Simalungun
Dinding di sisi kolam air terjun
Air Terjun Tibet di Simalungun
Dataran berpasir di sisi kolam air terjun

Tiket Masuk ke Air Terjun Tibet

Dibandingin ama air terjun yang udah kami kunjungi sebelumnya, tiket masuk ke air terjun ini yang paling mahal. Kami berempat diminta membayar hingga Rp. 30.000 dan dimintai ketika kami mau pulang. Padahal saat masuk nggak ada yang jaga, bahkan motor kami juga nggak ada yang jaga. Akhirnya setelah sedikit nego kami membayar Rp. 20.000. Setelah membayar tiketnya, kami pun beranjak pulang karena hari yang sudah menjelang sore.

Seru juga sih karena dalam satu hari kami bisa ngunjungi beberapa air terjun, yaitu Air Terjun Jambuara, Air Terjun Tonduhan, Air Terjun Katasa, Air Terjun Tibet dan Jembatan Ekstrim Hatonduhan. Mantap!!! 👍

Hmm... abis ini kemana lagi ya? 

Air Terjun Tibet di Simalungun
Aku di Air Terjun Tibet

To be Continued...

Friday, November 27, 2020

Jembatan Hatonduhan, Jembatan ekstrim di Simalungun

Jembatan Hatonduhan di Simalungun
Motor melintasi Jembatan Hatonduhan

Nb:      -Perjalanan ini dilakukan sebelum dimulainya musim hujan

-Jangan main ke air terjun atau sungai sangat musim hujan, bahaya!!!

Di ceritaku yang sebelumnya, yaitu tentang Air Terjun Katasa, ternyata banyak teman-teman yang penasaran ama jembatan yang berada di atas air terjun tersebut. Sama sih, aku juga penasaran ama jembatan tersebut. Apalagi sesekali terlihat sepeda motor yang melintas melalui jembatan tersebut.

Baca juga: Air Terjun Katasa di Simalungun

Setelah nanya-nanya ama bapak penjaga Air Terjun Katasa, kata beliau jembatan tersebut bernama Jembatan Hatonduhan dan beliau juga nunjukin arah buat ke jembatan tersebut.

Alamat Jembatan Hatonduhan

Jembatan Hatonduhan ini berada di Nagori Bayu Bagasa, kecamatan Hatonduhan, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Jembatannya berada tepat di atas Air Terjun Katasa. Dari Air Terjun Katasa, kami hanya perlu mengambil persimpangan yang berbeda dengan arah kembali dan jaraknya dari air terjun tak sampai 5 menit perjalanan.

Keunikan Jembatan Hatonduhan

Setibanya di ujung Jembatan Hatonduhan, aku pun memarkirkan sepeda motor di bawah pohon sawit, agar tak menghalangi kendaraan yang melintas.

Melihat jembatan ini dari ujungnya ada udah bikin perasaan jadi ngeri-ngeri sedap. Soalnya jembatan ini memiliki panjang hampir 100 meter dengan ketinggian mencapai 80 meter dan lebarnya tak sampai 1 meter serta tak memiliki satupun pagar pembatas. Nggak ada pagar pembatasnya cuy.

Padahal di bawah jembatan ini terdapat banyak bebatuan dan air terjun dengan air yang mengalir deras. Gilak... gilak...  

Jembatan Hatonduhan di Simalungun
Ketinggiannya mencapai 80 meter
Jembatan Hatonduhan di Simalungun
Lebarnya hanya sekitar 1 meter doang
Jembatan Hatonduhan di Simalungun
Menyeberang secara bergantian

Menurut bapak penjaga Air Terjun Katasa, jembatan ini dulunya bekas rel kereta api muntik yang digunakan sejak masa kolonial Belanda. Namun setelah keretanya tak lagi beroperasi, bekas rel ini dicor beton oleh masyarakat sebagai jembatan penghubung antar desa.

Jembatan ini pun menjadi satu-satunya akses masyarakat yang ingin menyeberang. Karena kalo nggak lewat jembatan ini, mereka harus mengambil jalan memutar melalui kecamatan Tanah Jawa. Kalo dari sana, bisa sampe 1 jam baru nyampe.

Yang bikin lebih ngeri adalah banyak masyarakat yang melalui jembatan ini pake sepeda motor. Bahkan banyak yang sambil membawa keranjang yang berisi hasil pertanian seperti sawit, jengkol, sayuran dan hasil pertanian lainnya. Sebelum melintasi jembatan, pengendara motor harus membunyikan klakson dulu. Agar tak saling berpapasan di atas jembatan.

Jujur aja, aku yang jalan kaki aja ngerasa ngeri pas udah sampe di pertengahan jembatannya. Sedangkan masyarakat di sini nyante aja ngelewati jembatan tanpa pagar pembatas ini pake motor dan bawa beban banyak. Nekad banget deh mereka.

Menurutku sih, jembatan ini adalah salah satu jembatan terekstrim yang bisa dilalui sepeda motor yang pernah kutemui. Selama ini aku udah sering lewat jembatan ekstrim, apalagi di kampungku malah ada tiga jembatan ekstrim. Tapi jembatannya nggak sampe sekecil dan setinggi ini serta nggak dilalui sepeda motor.

Pemandangan dari atas Jembatan Hatonduhan

Meskipun ekstrim tapi pemandangan dari atas jembatan ini cukup oke juga. Soalnya dari atas jembatan ini kami bisa ngelihat pemandangan Air Terjun Katasa dari ketinggian dan aliran Sungai Balah dan dan Sungai Turunan serta pemandangan hutan hijau yang mengelilingi kawasan Air Terjun Katasa. Mantap juga pemandangannya. 

Jembatan Hatonduhan di Simalungun
Pemandangan dari atas jembatan
Jembatan Hatonduhan di Simalungun
Air Terjun Katasa
Jembatan Hatonduhan di Simalungun
Backpacker imut di ujung jembatan

Tuesday, November 24, 2020

Air Terjun Katasa, Air Terjun Kembar di Simalungun

Air Terjun Katasa Kembar Simalungun
Air Terjun Katasa di Simalungun

            NB:     -Perjalanan ini dilakukan sebelum musim hujan melanda.

                        -Jangan ke air terjun atau sungai saat musim hujan! Bahaya!!!

Matahari udah semakin tinggi dan udah nunjukin kalo waktu makan siang hampir tiba. Tapi karena kondisi di Air Terjun Tonduhan yang berupa bebatuan, sehingga tidak memungkinkan untuk membuka bekal di sana. Jadi kami putuskan untuk melanjutkan ke air terjun satu lagi untuk sekalian makan siang di sana.

Baca juga: Air Terjun Tonduhan di Simalungun

Btw, di wilayah Hatonduhan dan sekitarnya memang dikenal memiliki banyak air terjun karena kontur wilayahnya yang berbukit-bukit dan dialiri banyak sungai. Tak kurang dari 10 air terjun mengalir di kecamatan ini menurut penduduk sekitar yang bercerita padaku saat aku di Air Terjun Tonduhan. Bahkan katanya ada air terjun yang punya ketinggian hingga di atas 100 meter yang bernama Air Terjun Aek Naga. Namun karena belum ada akses ke air terjun tersebut, jadi sampe sekarang air terjun tersebut belum terekspos. Hanya penduduk sekitar yang hobby mancing yang tau lokasi pastinya. Sayang juga sih.

Kami sendiri memilih untuk pergi ke Air Terjun Katasa alias Air Terjun Kembar, karena air terjun ini udah punya akses dan mudah buat dijangkau serta letaknya tak jauh dari Air Terjun Tonduhan.

Alamat Air Terjun Katasa

Air Terjun Katasa berada di Nagori Bayu Bagasa, kecamatan Hatonduhan, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tepatnya berada di dalam perkebunan sawit.

Cara ke Air Terjun Katasa

Untuk menuju ke air terjun ini cukup mudah sih, tapi sedikit ribet. Karena posisi air terjunnya berada di tengah-tengah perkebunan sawit, sehingga ada banyak persimpangan. Di beberapa persimpangannya ada plang penunjuk arah tapi ada juga beberapa persimpangan yang tak punya plang penunjuk arah, mungkin plangnya copot. Cukup bikin pusing juga cuy.

Beruntungnya saat itu ada bapak-bapak yang sedang menuju kebunnya dan berbaik hati mau mengantarkan kami hingga ke simpang pintu masuk air terjunnya.

Terima kasih banyak Pak.

Harga tiket masuk ke Air Terjun Katasa

Harga tiket masuk ke Air Terjun Katasa cukup murah loh. Perorangnya cuma dikenakan biaya Rp. 3000 dan biaya parkirnya cuma Rp. 2000 doang. Asyiknya lagi, pihak pengelola malah ngasi diskon ke kami, jadi kami cuma membayar Rp. 10.000 aja untuk semua biaya masuk dan parkir, padahal kami berempat dan harusnya membayar Rp. 16.000.

Terima kasih bapak pengelola Air Terjun Katasa.

Pemandangan Air Terjun Katasa

Setelah membayar biaya tiket masuk yang dapat diskon, kami berempat segera turun ke arah air terjunnya. Dari tempat parkir, kami harus sedikit trekking sekitar 3 menit aja melalui jalan setapak yang menurun ke bawah. Jalur trekking juga cakep loh, karena berada di tepi aliran sungai dan di seberangnya nampak beberapa aliran air terjun kecil yang mengalir dari sela-sela bebatuan. 

Air Terjun Katasa Kembar Simalungun
Jalur trekking ke air terjun

Setelah tiba di bawah, mata ini langsung terpesona dengan keindahan alam Air Terjun Katasa. Pantas saja air terjun ini dijuluki juga dengan nama air terjun kembar karena ternyata terdapat dua aliran air terjun. Tapi air terjun ini bisa dibilang air terjun kembar yang tak sama karena kedua aliran air terjunnya punya debit air dan ketinggian yang berbeda serta berasal dari dua aliran yang berbeda yaitu sungai Balah dan Sungai Turunan.

Di bawah aliran air terjunnya terdapat kolam air terjun yang cukup luas dengan air yang bersih dan segar banget. Di dekat kolam air terjunnya juga ada dataran berpasir putih yang terlihat seperti pulau kecil yang cantik. Unik juga loh.

Sedangkan di sisi satunya ada pula sebuah goa kecil. Goa ini lantainya berlapis pasir putih dan mulut goanya terhubung langsung ama kolam air terjunnya. Jadi kalo mandi-mandi di sini bisa sekalian bersantai di mulut goa. 

Air Terjun Katasa Kembar Simalungun
Punya dua aliran
Air Terjun Katasa Kembar Simalungun
Dataran berpasir di sisi kolam air terjun
Air Terjun Katasa Kembar Simalungun
Goa kecil di pinggir kolam

Berhubung perut udah cukup lapar, aku lantas menggelar mantel hujan berbentuk ponco milikku menjadi tikar untuk alas makan kami di pinggir kolam air terjun. Setelah itu kami pun segera menyantap bekal yang kami bawa dari rumah.

Nyummmi... mantap banget rasanya makan bareng di pinggir air terjun seperti ini.

Selesai dengan urusan perut, kami kemudian sekalian melaksanakan sholat berjamaah di pinggir air terjun ini. Sensasi beribadah di alam lepas diiringi suara air terjun dan kicauan burung emang beda. Rasanya jadi semakin dekat dengan Sang Pencipta keindahan alam.

Setelah selesai, mataku menangkap pemandangan yang berbeda di atas Air Terjun Katasa ini. Di atas air terjunnya terdapat jembatan beton yang tinggi dan ada juga sepeda motor yang melintas. Hmm... Aku jadi tertarik buat liat jembatannya. 

Air Terjun Katasa Kembar Simalungun
Air Terjun Katasa dan jembatan beton di atasnya
Air Terjun Katasa Kembar Simalungun
Jembatan beton di atas air terjun
Air Terjun Katasa Kembar Simalungun
Backpacker ganteng dan unyu di Air Terjun Katasa

To be continued...

Friday, November 20, 2020

Air Terjun Tonduhan di Simalungun

Air Terjun Tonduhan di Simalungun
Air Terjun Tonduhan

Brrrmmm... brmmm... aku kembali memacu sepeda motorku di Jalan Besar Mandoge yang menghubungkan antara Pematang Siantar dengan Kisaran.

Sebelumnya aku dan adik-adikku udah mengunjungi Air Terjun Jambuara yang punya pemandangan indah. Sekarang kami kembali melanjutkan perjalanan ke air terjun selanjutnya. Air terjun ini terletak tak jauh dari Air Terjun Jambuara dan bernama Air Terjun Tonduhan.

Baca juga:     Air Terjun Jambuara di Simalungun

 Pelangi di Air Terjun Sipiso-Piso

Alamat Air Terjun Tonduhan dan cara ke Air Terjun Tonduhan

Air Terjun Tonduhan terletak di desa Buntu Bayu, kecamatan Hatonduhan, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tepatnya berada di dalam areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Hatonduhan.

Untuk sampe ke air terjun ini dari Air Terjun Jambuara, kami kembali ke Jalan Besar Mandoge dan mengarah ke kota Pematang Siantar. Dari sana hanya sekitar 5 km doang kami nemu plang gede penunjuk arah ke Air Terjun Tonduhan. Dari plang tersebut Air Terjun Tonduhan hanya berjarak beberapa ratus meter doang. 

Air Terjun Tonduhan di Simalungun
Plang Air Terjun Tonduhan
Air Terjun Tonduhan di Simalungun
Simpang ke Air Terjun Tonduhan

Harga tiket masuk ke Air Terjun Tonduhan

Harga tiket masuk ke objek wisata Air Terjun Tonduhan sangat terjangkau, karena perorangnya cuma perlu membayar sebesar Rp. 3000 aja dan biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 2000 doang. Murah meriah cuy.

Pemandangan Air Terjun Tonduhan

Setelah membayar biaya masuk dan parkir sepeda motor, kami pun segera menuju ke Air Terjun Tondohan. Jarak air terjunnya dari parkiran cukup dekat. Bahkan dari atas lokasi parkir kami bisa melihat Air Terjun Tonduhan tersebut dengan jelas. Hal ini mengingatkanku ama Air Terjun Sipiso-Piso yang ada di Tanah Karo. Di Air Terjun Sipiso-Piso kita juga bisa ngeliat air terjunnya dari atas parkiran kalo nggak mau turun ke bawah. 

Untuk turun ke bawah, pihak pengelola udah nyiapin tangga turun dari besi. Cukup mudah sih, tapi tangganya juga cukup curam dan licin, jadi harus ekstra hati-hati saat turun maupun naik. 

Air Terjun Tonduhan di Simalungun
Air terjunnya dari atas parkiran
Air Terjun Tonduhan di Simalungun
Tangga turunnya curam

Sesampainya di bawah, mataku langsung terpesona melihat Air Terjun Tonduhan ini. Air terjunnya cakep uy.

Air Terjun Tonduhan punya tinggi yang cukup lumayan dengan debit air yang cukup deras. Karena derasnya, di sekitar jatuhan air terjunnya terasa seperti ada hujan gerimis tipis. Tanah dan bebatuan di sekitarnya juga menjadi basah dan licin.

Di puncak air terjunnya juga ada sebuah batu besar yang menonjol. Akibatnya jatuhan air terjunnya terbagi menjadi dua. Mirip-mirip air terjun kembar deh jadinya.

Di bawah jatuhan air terjunnya juga terbentuk sebuah kolam yang cukup luas dan dalam. Airnya dingin dan segar, tapi kusaranin jangan berenang karena kolamnya dalam, debit airnya besar dan arusnya cukup deras. Bahaya ntar.

Di sekeliling kolamnya juga ada banyak batu-batu cadas beragam ukuran.  Batunya cukup licin dan berlumut, jadi harus hati-hati saat melangkah. Kalo nggak hati-hati, bisa kecebur di antara celah bebatuan. Pasti sakit tuh. 

Air Terjun Tonduhan di Simalungun
Air terjunnya cakep
Air Terjun Tonduhan di Simalungun
Alam di sekitar air terjunnya

Awalnya sih kami berencana makan siang di dekat Air Terjun Tonduhan ini. Tapi karena nggak ada areal datar dan cuma ada bebatuan begini, jadi kami urungkan niat dan memilih untuk makan siang di air terjun selanjutnya.

Yupz, setelah ini kami lanjut ke air terjun yang tak kalah cantik, tungguin ya ceritanya. 

Air Terjun Tonduhan di Simalungun
Backpacker yang ganteng dan unyu di Air Terjun Tonduhan

To be continued...

Tuesday, November 17, 2020

Air Terjun Jambuara di Simalungun

Air Terjun Jambuara di Simalungun
Air Terjun Jambuara

Hai-hai sahabat backpacker.... apa kabarnya? Semoga sehat-sehat aja ya. Aamiin...

Gimana nih, udah pada kangen ama backpacker yang ganteng dan unyu ini belum? Wkwkwkwkwk....

Baca juga: Danau Toba dari Pantai Pasifik Porsea

Maafnya lumayan lama kagak update, soalnya minggu lalu emang sibuk banget ngurus pemberkasaan. Apalagi berkas-berkasnya harus discan dan diubah ke pdf. Padahal di kampungku kagak ada fasilitas seperti itu. Jadi aku harus ke ibukota kabupaten yang berjarak hampir 2 jam perjalanan demi ngescan dan ngubah berkasnya ke pdf. Jauh banget uy...

Selain itu, akhir pekan kemarin aku juga ngebantui ayah mengecat perahu. Jadi baru sekarang deh punya waktu buat berbagi cerita perjalananku mengunjungi objek-objek wisata menarik yang ada di sekitar sini.

Kali ini aku, sang backpacker yang ganteng dan unyu mau berbagi cerita saat aku ngunjungi Air Terjun Jambuara yang ada di kabupaten Simalungun, kabupaten yang ada di sebelah kabupaten tempat tinggalku. Perjalanan ini kulakuin bareng adikku dan pake sepeda motor. Brrmmmm... brrmmmm....

Alamat Air Terjun Jambuara dan cara ke Air Terjun Jambuara

Air Terjun Jambuara beralamat di Huta V pondok V, desa Buntu Bayu, kecamatan Hatonduhan, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Air terjun ini berada tepat di perbatasan kabupaten Simalungun dengan kabupaten Asahan.

Untuk menuju Air Terjun Jambuara, jika dari arah kota Pematang Siantar atau kota Kisaran bisa melalui Jalan Besar Mandouge. Nantinya setelah melewati perbatasan kabupaten Simalungun dan Kabupaten Asahan, berbelok ke kanan dan ikuti jalannya kira-kira 500 meter. Air terjunnya ada di ujung jalan tersebut.

Harga tiket masuk ke Air Terjun Jambuara

Harga tiket masuk ke Air Terjun Jambuara cukup murah, perorangnya hanya perlu membayar Rp. 5000 aja. Sedangkan untuk parkir sepeda motornya dikenakan biaya Rp. 2000 doang. Jadi cukup terjangkau lah.

Keindahan alam Air Terjun Jambuara

Setelah memarkirkan kendaraan, kami pun segera turun untuk menikmati keindahan Air Terjun Jambuara. Dari tempat parkir terdapat jalanan menurun ke bawah. Jalannya masih sederhana, hanya tanah yang dikikis berbentuk tangga dan di kanan kirinya diberi pagar pembatas dari kayu. Jadi harus hati-hati saat turun. Namun asyiknya dari sela-sela pepohonan udah terlihat Air Terjun Jambuara yang menjulang tinggi. 

Air Terjun Jambuara di Simalungun
Air Terjun Jambuara dari lokasi parkir

Air Terjun Jambuara di Simalungun
Ketinggiannya mencapai 80-an meter

Tak lama kemudian kami pun tiba di bawah Air Terjun Jambuara. Air terjunnya indah banget cuy dan berasal dari aliran sungai Aek Komangin yang berada di atas tebing. Air terjunnya memiliki ketinggian mencapai 80-an meter dan jatuh tegak lurus.

Di bawahnya terdapat kolam air terjun dengan air berwarna hijau toska yang jernih. Di satu titik juga terlihat warna-warna pelangi yang berpendar di atas kolam air terjunnya. Warna pelangi ini muncul karena percikan airnya yang deras membiaskan cahaya matahari. Cantik uy! 

Air Terjun Jambuara di Simalungun
Warna pelangi di kolam air terjunnya

Di sekeliling air terjunnya juga dihiasi pemandangan yang menawan berupa tebing-tebing batu yang menjulang tinggi. Sedangkan di sekitarnya terlihat hijaunya pepohonan rimbun  yang menambah indah pemandangannya. Secara keseluruhan, Air Terjun Jambuara ini pemandangannya juara. Mantap lah. 

Air Terjun Jambuara di Simalungun
Air Terjun Jambuara
Air Terjun Jambuara di Simalungun
Backpacker yang ganteng dan unyu di Air Terjun Jambuara