Minggu, 02 Mei 2021

Museum Letjen Jamin Gintings di Tanah Karo

Museum Letjen Jamin Gintings
Museum Letjen Jamin Gintings

Brmmm..... brrmmm....

Aku kembali memacu sepeda motorku setelah sebelumnya sempat singgah sebentar di Air Terjun Lae Pendaroh yang berada tepat di pinggir jalan yang menghubungkan Samosir dengan Sidikalang.

Baca juga: Air Terjun Lae Pendaroh, Air Terjun Unik di Kabupaten Dairi

Kuarahkan sepeda motorku ke arah Kota Sidikalang, ibukota Kabupaten Dairi. Namun di satu pertigaan, sebelum masuk ke dalam kota, aku membelok ke arah kanan, ke arah Kabupaten Karo. Dari sana jalanannya didominasi jalanan lurus dan di kanan kirinya ditumbuhi hutan pinus. Suasananya yang sepi membuatku bisa memacu kecepatan motor dengan cukup kencang, brmmm... brmmmm...

Sekitar satu jam kemudian aku pun tiba pertigaan Merek, Tanah Karo. Namun setibanya di sana, hujan turun sangat deras. Dinginnya air hujan membuatku terpaksa berteduh di teras sebuah ruko yang sedang tutup. Sesekali percikan air hujan yang tertiup angin membuatku kembali merapatkan jaket yang kukenakan. Meski rasanya sia-sia karena dinginnya tetap terasa merasuk ke dalam tulang.

Akhirnya setelah satu jam berlalu, hujan tersebut pun reda, bahkan langitnya terlihat kembali biru dan bersih. Aku kembali memacu sepeda motorku ke arah Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo.

Setibanya di Desa Suka, aku lantas berbelok ke kiri, ke sebuah museum pahlawan nasional yang bernama Museum Letjen Jamin Gintings.

Alamat Museum Letjen Jamin Gintings

Museum Letjen Jamin Ginting beralamat di Desa Suka, Kecamatan tiga Panah, Kabupaten Karo. Desa ini merupakan desa kelahiran dari Pahlawan Nasional Letjen Jamin Gintings. Kalo dari Kota Kabanjahe, museum ini berjarak sekitar 8 km atau 20 menit perjalanan.

Letjen Jamin Gintings

Emang siapa sih Letjen Jamin Gintings ini?

Letjen Jamin Gintings adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Utara. Beliau lahir di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo pada tanggal 12 Januari 1921.

Selama hidupnya, beliau udah menyandang berbagai jabatan seperti Komandan Resimen, Komandan Pangkalan Tentara dan Teritorium, Panglima Tentara danTeritorium Bukit Barisan di Sumatera Utara dan menjadi Asisten II Menteri Panglima Angkatan Darat dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat di Jakarta. Selain itu beliau juga pernah menjadi anggota DPR dan menjadi Seketaris Bersama Golongan Karya. Kemudian Beliau juga pernah menjadi Ketua Diskusi Luar Negeri Indonesia dan Ketua Dewan Angkatan 45 serta menjadi Duta Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Negara Kanada.

Selama menjabat, beliau juga mendapat Bintang Kartika Eka Paksi Pratama dan Bintang Mahaputera Utama. Atas jasa-jasanya beliau diangkat menjadi pahlawan nasional pada tanggal 7 November 2014. Dan untuk mengenang jasa kepahlawanannya maka dibangunlah museum yang bernama lengkap Museum Mahaputera Utama Letjen Jamin Gintings di desa kelahirannya. 

Museum Letjen Jamin Gintings
Foto Letjen Jamin Gintings
Museum Letjen Jamin Gintings
Sejarah singkat Letjen Jamin Gintings
Museum Letjen Jamin Gintings
Ijazah dan penghargaan

Arsitektur Museum Letjen Jamin Gintings

Bangunan museum ini cukup mencolok dan unik, bentuknya memanjang seperti kulit kacang tanah dan didominasi warna silver. Konon desain bangunan museum ini dianalogikan seperti perjuangan Letjen Jamin Gintings yang pantang menyerah dalam melawan pendudukan Jepang dan Agresi Militer Belanda dan tak pula melupakan tanah kelahirannya. Yap! Seperti kulit kacang yang tetap setia melindungi isinya.

Di bagian depan museumnya juga terdapat satu patung Letjen Jamin Ginting berukuran besar. Di sekitarnya ad apula taman bunga berwarna-warni yang membuat pemandangannya jadi makin indah. Di halaman museum juga ada beberapa kendaraan taktis militer. Serta di bagian belakang museum ada pula both-both yang menjual berbagai macam pernak-pernik hingga oleh-oleh khas Tanah Karo. 

Museum Letjen Jamin Gintings
Patung Letjen Jamin Gintings
Museum Letjen Jamin Gintings
Kendaraan militer
Museum Letjen Jamin Gintings
Both oleh-oleh di sisi museum

Isi Museum Letjen Jamin Gintings

Setelah membayar tiket masuknya, aku pun segera menjejalahi bagian dalam museum ini. Museumnya terdiri atas dua lantai. Pada lantai satu, terdapat beragam benda-benda dari kebudayaan masyarakat Karo seperti peralatan hidup seperti berbagai senjata dan peralatan bertani, alat-alat rumah tangga, alat musik tradisional, alat tenun hingga pakaian adat Karo. 

Museum Letjen Jamin Gintings
Alat musik tradisional Karo
Museum Letjen Jamin Gintings
Alat tenun

Beranjak ke lantai dua, di lantai ini berisi berbagai maacaam barang koleksi yang berhubungan dengan Letjen Jamin Ginting. Pada dindingnya terdapaat panel-panel yang berisi sejarah hidup Letjen Jamin Gintings dan perjuangannya semasa hidupnya. Lalu juga ada koleksi bintang jasa dan penghargaan serta foto-foto tua yang berhubungan dengan beliau. Selain itu juga ada koleksi seperti tas dinas, tongkat komando, pakaian dinas, hingga perpustakaan yang berisi buku-buku yang berhubungan dengan beliau. Kayaknya kalo ada yang mau nyusun skripsi tentang beliau, boleh juga berkunjung ke sini karena datanya cukup lengkap. 

Museum Letjen Jamin Gintings
Tongkat komando peninggalan beliau
Museum Letjen Jamin Gintings
Perpustakaan di dalam museum
Museum Letjen Jamin Gintings
Foto-foto tentang beliau

Puas menjelajahi tiap sudut musuem ini, aku kemudian melanjutkan lagi perjalanan. Brmmm... brmmmm...

Tiket Masuk: Rp. 5000 

Museum Letjen Jamin Gintings
Backpacker yang ganteng dan unyu di depan museum

40 komentar:

  1. Memang setiap daerah pastinya punya sejarah tentang seorang pahlawan yang pada masa penjajahan berjuang demi Indonesia merdeka. Dan karena itu pula untuk mengenangnya dibuatlah sebuah Meseum tentang pahlawan itu sendiri yaa mas.😊


    Seperti contoh meseum sejarah Letjen Jamin Gintings. Yang banyak memberikan kisah sejarah tempo dulu dalam mengusir penjajah dari bumi Indonesia ini..😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget tuh Mas.
      Tiap daerah harus bangga ama pahlawan nasional yang berasal dari daerah mereka dan salah satu dedikasi yang bisa dilakukan adalah dengan membuatkannya sebuah museum sebagai bukti perjuangan beliau.

      Hapus
  2. btw bangunan Both oleh-oleh di sisi museum itu unik banget deh. tiket masuk museum2 tuh murah banget, tp sayangnya jarang diminati masyarakat ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, bangunan both oleh-olehnya emang mengadopsi bangunan khas Karo, terutama atapnya.

      Tiketnya emang murah Mbak, tapi udah biasa sih kalo museum itu sepi, beda ama wisata lain yang pengunjungnya bisa membludak.

      Hapus
  3. Tiket masuknya terjagnkau sekali plus perawatannya luar biasa mas. untuk ukuran museum di Indonesia, ini bersih dan terlihat apik meski lokasinya di daerah. Noted nih seadainya ada rezeki ke Sumut lagi, pengen juga berpose di depan museum yang keren banget ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, salah satu museum paling terawat yang pernah kukunjungi di Indonesia sih ini, padahal ada di desa.

      Semoga nanti bisa ke sini ya Mbak. Aamiin...

      Hapus
  4. Gedung museum ini besar dan rapi, namun kelihatan sepi. Tiket masuknya murah banget padahal ya. Suka bertanya2 deh, kenapa ya masyarakat banyak yang enggan/ ga tertarik berkunjung ke museum? Padahal bisa menambah wawasan sejarah pahlawan kita kan. Nice story, mas Rudi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rata-rata museum di Indonesia itu emang sepi sih Mbak.
      Padahal tiketnya murah.
      Tapi orang-orang lebih tertarik ama wisata kekinian daripada ke museum, karena lebih bisa dipamerin di medsos.

      Hapus
  5. Jalan jalan terus bang rudy, oh iya keren euy untuk wisata sejarah yang edukatif.

    Lokasi dan tempatnya juga kelihatan nyaman ya bang, rapi, lengkap ga bang peninggalan2 sejarahnya di sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini jalan-jalan kemarin itu kok Bang, lanjutan dari cerita di Samosir.

      Lokasinya nyaman Bang, kalo untuk peninggalannya, lebih fokus ama peninggalan Letjen Jamin Gintings Bang.

      Hapus
  6. Very interesting post!
    Thanks for sharing 😍😍
    Regards:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga telah berkunjung.
      Salam 😊

      Hapus
  7. wah keren ada tongkat komandonya :') jadi pengen kesana untuk melihat langsung

    BalasHapus
  8. Sejujurnya aku baru mendengar nama Jamin Ginting dari artikel ini lho. Sampai aku googling lagi untuk memastikan apa pernah membaca sebelumnya...
    Padahal menarik sekali ya ya riwayat perjalanan hidupnya. Ini nih bagusnya wisata sejarah, kita jadi lebih mengenal sosok pahlawan bahkan hingga latar belakang keluarga dan tempat kelahirannya. Keren Mas, lanjut terus wisata sejarahnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia emang punya banyak Pahlawan Nasional Mbak, tapi yang selama ini kita pelajari cuma pahlawan yang umum-umum aja.

      Iya Mbak, dengan adanya museum gini,jadi bisa lebih mengenal tokoh-tokoh pahlawan.

      Hapus
  9. Aku langsung tertarik ketika di sini ada perpustakaannya. Apakah koleksinya berkaitan dengan museum? menarik sih sebenarnya tiap museum ada perpustakaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukunya berkaitan ama tokoh Letjen Jamin Gintings Mas.
      iya Mas, nggak semua museum ada perpustakannya. sejauh ini yang pernah kukunjungi, baru dua museum kayaknya.

      Hapus
  10. Kangen berkunjung ke museum, tiket masuknya murah dapat ilmu baru dan bisa hunting foto-foto. Ada perpustakaannya lagi, mantap!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, asyiknya berkunjung ke museum ya itu, tiket masuknya murah dan dapat ilmu juga.

      Hapus
  11. aku masih terngiang pas guru sejarahku dulu cerita operasi bukit barisan pas PRRI ya kalau ga salah

    lengkap banget ini museumnya
    ada perpustakaannya juga
    aku suka booth oleh2nya khas banget itu mas bangunannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, museumnya cukup lengkap. terus bangunannya juga cakep, megah dan bersih.

      kalo bothnya itu bangunan khas Karo itu Mas. Jadi keliatan unik.

      Hapus
  12. Museumnya bagus banget ya bang, gedungnya besar dan lengkap lagi. Ini ngingatin saya sama museum T.B Silalahi di Balige yang mewah dan bagus banget, udah pernah ke sana belum bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, museum T.B. Silalahi di Balige juga bangunannya megah dan khas banget, dulu udah pernah ke sana Mbak bareng temen kuliah pas ada tugas dari kampus.

      Hapus
  13. 5000 buat tiket masuk?? Waw...
    Boothny juga lucu gtu bntuknya.. haha
    Bangunan museumnya juga buagus banget .. kaya desain di luar negeri gtu membulat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, murah kan?
      Padahal museumnya bagus banget loh.
      Desainnya juga menarik.

      Hapus
  14. Jadi ini Jamin Ginting? Dari dulu tahunya hanya jalannya aja mas, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha... Iya Bang, nama jalannya udah terkenal banget nih di Medan.

      Hapus
  15. Museumnya lengkap juga, Mas. Kapan-kapan kalau ke Karo tak mampir ke museum ini, ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lengkap Mas.
      Belajar sejarah tokohnya ada.
      Tentang budaya Karo juga ada.

      Hapus
  16. Duh jadi kangen museum mas, aku udah lama bgt ga ke museum.

    Btw mas Rudi tau nggak kalau kisah hidup Jamin Ginting & Likas Tarigan, istrinya, pernah diangkat ke layar lebar sekitar tahun 2015an, judulnya 3 nafas Likas. Yg diperankan sama Vino G Bastian & Atiqah Hasiholan, aku waktu itu ikut nobar pas premiernya sama artisnya. Bahkan ibu Likas Tariganpun datang loh ke bioskop.

    Jadi sedikit tau tentang kehidupan mereka dari film, tapi baru tau kalau ternyata ada museumnya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku baru tau kalau pernah difilmkan mba, ada ya ternyata

      Hapus
    2. Wah, saya malah baru tau Mbak.
      Soalnya nggak update tentang film Indonesia sih.

      Keren juga dong kalo ada filmnya.

      Hapus
  17. tiket masukna murah bener ya
    aku baru denger nama Jamin Ginting, ilmu sejarahku masih cetek banget kalau gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya Jamin Ginting ini pahlawan nasional Mbak.
      Tapi emang gak seterkenal tokoh-tokoh lain yang masuk dalam buku-buku pelajaran Mbak.

      Hapus
  18. Aku sering denger namanya, apalagi di Medan ada nama jalan yg pakai nama beliau kan yaaa. Tp blm pernah tahu fotonya. Setelah baca tulisanku JD tahu. Ternyata ganteng yaaaa... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak.
      Di Medan jadi nama jalan terpanjang tuh.

      Hapus
  19. Baru tahu tentang museum ini dari posting ini. Terimakasih telah berbagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mas.
      Terima kasih juga sudah bersedia mampir 🙂

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan sopan :)