Showing posts with label Museum. Show all posts
Showing posts with label Museum. Show all posts

Sunday, May 2, 2021

Museum Letjen Jamin Gintings di Tanah Karo

Museum Letjen Jamin Gintings
Museum Letjen Jamin Gintings

Brmmm..... brrmmm....

Aku kembali memacu sepeda motorku setelah sebelumnya sempat singgah sebentar di Air Terjun Lae Pendaroh yang berada tepat di pinggir jalan yang menghubungkan Samosir dengan Sidikalang.

Baca juga: Air Terjun Lae Pendaroh, Air Terjun Unik di Kabupaten Dairi

Kuarahkan sepeda motorku ke arah Kota Sidikalang, ibukota Kabupaten Dairi. Namun di satu pertigaan, sebelum masuk ke dalam kota, aku membelok ke arah kanan, ke arah Kabupaten Karo. Dari sana jalanannya didominasi jalanan lurus dan di kanan kirinya ditumbuhi hutan pinus. Suasananya yang sepi membuatku bisa memacu kecepatan motor dengan cukup kencang, brmmm... brmmmm...

Sekitar satu jam kemudian aku pun tiba pertigaan Merek, Tanah Karo. Namun setibanya di sana, hujan turun sangat deras. Dinginnya air hujan membuatku terpaksa berteduh di teras sebuah ruko yang sedang tutup. Sesekali percikan air hujan yang tertiup angin membuatku kembali merapatkan jaket yang kukenakan. Meski rasanya sia-sia karena dinginnya tetap terasa merasuk ke dalam tulang.

Akhirnya setelah satu jam berlalu, hujan tersebut pun reda, bahkan langitnya terlihat kembali biru dan bersih. Aku kembali memacu sepeda motorku ke arah Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo.

Setibanya di Desa Suka, aku lantas berbelok ke kiri, ke sebuah museum pahlawan nasional yang bernama Museum Letjen Jamin Gintings.

Alamat Museum Letjen Jamin Gintings

Museum Letjen Jamin Ginting beralamat di Desa Suka, Kecamatan tiga Panah, Kabupaten Karo. Desa ini merupakan desa kelahiran dari Pahlawan Nasional Letjen Jamin Gintings. Kalo dari Kota Kabanjahe, museum ini berjarak sekitar 8 km atau 20 menit perjalanan.

Letjen Jamin Gintings

Emang siapa sih Letjen Jamin Gintings ini?

Letjen Jamin Gintings adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Utara. Beliau lahir di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo pada tanggal 12 Januari 1921.

Selama hidupnya, beliau udah menyandang berbagai jabatan seperti Komandan Resimen, Komandan Pangkalan Tentara dan Teritorium, Panglima Tentara danTeritorium Bukit Barisan di Sumatera Utara dan menjadi Asisten II Menteri Panglima Angkatan Darat dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat di Jakarta. Selain itu beliau juga pernah menjadi anggota DPR dan menjadi Seketaris Bersama Golongan Karya. Kemudian Beliau juga pernah menjadi Ketua Diskusi Luar Negeri Indonesia dan Ketua Dewan Angkatan 45 serta menjadi Duta Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Negara Kanada.

Selama menjabat, beliau juga mendapat Bintang Kartika Eka Paksi Pratama dan Bintang Mahaputera Utama. Atas jasa-jasanya beliau diangkat menjadi pahlawan nasional pada tanggal 7 November 2014. Dan untuk mengenang jasa kepahlawanannya maka dibangunlah museum yang bernama lengkap Museum Mahaputera Utama Letjen Jamin Gintings di desa kelahirannya. 

Museum Letjen Jamin Gintings
Foto Letjen Jamin Gintings
Museum Letjen Jamin Gintings
Sejarah singkat Letjen Jamin Gintings
Museum Letjen Jamin Gintings
Ijazah dan penghargaan

Arsitektur Museum Letjen Jamin Gintings

Bangunan museum ini cukup mencolok dan unik, bentuknya memanjang seperti kulit kacang tanah dan didominasi warna silver. Konon desain bangunan museum ini dianalogikan seperti perjuangan Letjen Jamin Gintings yang pantang menyerah dalam melawan pendudukan Jepang dan Agresi Militer Belanda dan tak pula melupakan tanah kelahirannya. Yap! Seperti kulit kacang yang tetap setia melindungi isinya.

Di bagian depan museumnya juga terdapat satu patung Letjen Jamin Ginting berukuran besar. Di sekitarnya ad apula taman bunga berwarna-warni yang membuat pemandangannya jadi makin indah. Di halaman museum juga ada beberapa kendaraan taktis militer. Serta di bagian belakang museum ada pula both-both yang menjual berbagai macam pernak-pernik hingga oleh-oleh khas Tanah Karo. 

Museum Letjen Jamin Gintings
Patung Letjen Jamin Gintings
Museum Letjen Jamin Gintings
Kendaraan militer
Museum Letjen Jamin Gintings
Both oleh-oleh di sisi museum

Isi Museum Letjen Jamin Gintings

Setelah membayar tiket masuknya, aku pun segera menjejalahi bagian dalam museum ini. Museumnya terdiri atas dua lantai. Pada lantai satu, terdapat beragam benda-benda dari kebudayaan masyarakat Karo seperti peralatan hidup seperti berbagai senjata dan peralatan bertani, alat-alat rumah tangga, alat musik tradisional, alat tenun hingga pakaian adat Karo. 

Museum Letjen Jamin Gintings
Alat musik tradisional Karo
Museum Letjen Jamin Gintings
Alat tenun

Beranjak ke lantai dua, di lantai ini berisi berbagai maacaam barang koleksi yang berhubungan dengan Letjen Jamin Ginting. Pada dindingnya terdapaat panel-panel yang berisi sejarah hidup Letjen Jamin Gintings dan perjuangannya semasa hidupnya. Lalu juga ada koleksi bintang jasa dan penghargaan serta foto-foto tua yang berhubungan dengan beliau. Selain itu juga ada koleksi seperti tas dinas, tongkat komando, pakaian dinas, hingga perpustakaan yang berisi buku-buku yang berhubungan dengan beliau. Kayaknya kalo ada yang mau nyusun skripsi tentang beliau, boleh juga berkunjung ke sini karena datanya cukup lengkap. 

Museum Letjen Jamin Gintings
Tongkat komando peninggalan beliau
Museum Letjen Jamin Gintings
Perpustakaan di dalam museum
Museum Letjen Jamin Gintings
Foto-foto tentang beliau

Puas menjelajahi tiap sudut musuem ini, aku kemudian melanjutkan lagi perjalanan. Brmmm... brmmmm...

Tiket Masuk: Rp. 5000 

Museum Letjen Jamin Gintings
Backpacker yang ganteng dan unyu di depan museum

Sunday, January 17, 2021

Museum Huta Bolon Simanindo di Pulau Samosir

Museum Huta Bolon Simanindo
Museum Huta Bolon Simanindo

Hai sahabat backpacker, setelah sebelumnya aku udah ngunjungi objek wisata Batu Kursi Raja Siallagan di Huta Siallagan, Desa Ambarita, Samosir, aku pun kembali melanjutkan petualanganku di Pulau Samosir ini. Tujuanku selanjutnya adalah Museum Huta Bolon Simanindo yang terletak tidak jauh dari Huta Siallagan.

Baca juga: Batu Kursi Raja Siallagan, Wisata Seram Pulau Samosir

Alamat Museum Huta Bolon Simanindo

Museum Huta Bolon Simanindo beralamat di Jalan Pelabuhan Simanindo, Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Museum ini berjarak sekitar 16 km dari Huta Siallagan. Oh ya, museum ini juga deket banget ama Pelabuhan Simanindo, jadi bisa sebagai salah satu alternatif wisata kalo ke Pulau Samosir melalui Pelabuhan Simanindo. 

Museum Huta Bolon Simanindo
Jalan ke Pelabuhan Simanindo

Tiket Masuk Museum Huta Bolon Simanindo

Tiket masuk ke Museum Huta Bolon Simanindo adalah Rp. 10.000 perorang. Menurutku ini adalah tiket wisata termahal di Pulau Samosir. Karena kebanyakan objek wisata di Pulau Samosir tiket masuknya kisaran Rp. 2000 sampe Rp. 5000 doang dan banyak juga yang seikhlasnya bahkan yang gratis. Jadi tiket masuk ke museum ini tergolong mahal sih menurutku untuk ukuran Pulau Samosir. 

Museum Huta Bolon Simanindo
Tempat tiket dan informasi

Jadwal Buka Museum Huta Bolon Simanindo

Museum ini buka setiap hari sejak pukul sembilan pagi hingga pukul lima sore.

Koleksi Museum Huta Bolon Simanindo

Setelah membayar tiket masuknya, aku pun segera masuk ke dalam museum ini untuk melihat-lihat koleksi yang ada di dalam museumnya. Seperti museum Batak pada umumnya, museum Huta Bolon Simanindo juga punya bentuk bangunan berupa rumah adat Batak Toba. Hanya saja dindingnya dibuat dari bilah-bilah papan sehingga cahaya matahari bisa masuk lebih banyak ke bagian dalam museumnya. Mungkin bangunannya lebih mirip sopo, tempat pengumpunan hasil panen dan ulos milik Batak Toba. 

Museum Huta Bolon Simanindo
Bangunan Museum Huta Bolon Simanindo

Museum Huta Bolon Simanindo ini adalah rumah adat warisan dari Raja Sidaruk dan sejak tahun 1969 udah dijadikan sebagai museum yang bebas dikunjungi wisatawan.

Di bagian dalam museum terdapat berbagai macam barang koleksi dari peninggalan leluhur orang Batak seperti parlahaan, pustaka laklak, tunggal panaluan, solu bolon. Kemudian juga ada berbagai macam alat-alat rumah tangga hingga peralatan berburu, bertani dan alat-alat untuk upacara adat yang kebanyakan nggak kuketahui apa fungsinya. 😂 

Museum Huta Bolon Simanindo
Bagian dalam museum
Museum Huta Bolon Simanindo
Berbagai koleksi Museum Huta Bolon Simanindo
Museum Huta Bolon Simanindo
Koleksi ulos Batak
Museum Huta Bolon Simanindo
Tongkat Batak
Museum Huta Bolon Simanindo
Tempayan dan nggak tau yang itu apaan

Setelah puas melihat berbagai barang koleksi yang ada di dalam Museum Huta Bolon Simanindo, aku pun keluar dari museum tersebut. Namun sebelum menuju tempat parkir, mataku malah melihat sebuah gerbang batu yang menarik.

Aku lantas masuk ke dalam gerbang tersebut dan ternyata di dalamnya terdapat perkampungan Batak dengan beberapa rumah adat. Sepertinya rumah adat ini udah berusia cukup tua. Di depan rumah adatnya juga ada boneka sigale-gale. Sayangnya saat itu rumah-rumah adatnya sedang direnovasi, jadi aku cuma melihat sekilas aja. 

Museum Huta Bolon Simanindo
Gerbang batu yang bikin penasaran
Museum Huta Bolon Simanindo
Rumah adat di sebelah museum

Setelah itu, akupun kembali ke parkiran karena hari sudah beranjak siang dan aku masih ingin mengunjungi danau unik di Pulau Samosir yang dinamain Danau Sidihoni, Danau Di Atas Danau. Brrmmm... brrmmm... 

Museum Huta Bolon Simanindo
Backpacker ganteng dan unyu di Museum Huta Bolon Simanindo

To be continued...

Saturday, December 19, 2020

Museum Batak Tomok di Pulau Samosir

Museum Batak Tomok Samosir
Museum Batak Tomok

Note: -Perjalanan ini dilakukan sebelum musim hujan

          -Hati-hati saat berpetualang di musim hujan, terutama di wisata air. 

Hai sahabat backpacker...

Setelah sebelumnya aku mengunjungi sarkofagus alias Kubur Batu Raja Sidabutar yang berada di tengah-tengah Pasar Tomok, aku kemudian melanjutkan petualangan di Bumi Samosir. Tujuanku selanjutnya adalah Museum Batak Tomok yang masih berada di dalam kawasan Pasar Tomok tepatnya ada di bagian belakang pasar.

Baca juga: Kubur Batu Raja Sidabutar di Pulau Samosir

Tak sulit untuk menemukan museum ini karena terdapat plang penunjuk arahnya. Paling yang terasa sulit adalah menghindari godaan untuk singgah ke kios oleh-oleh yang berjejer di sepanjang jalan menuju museum ini. Apalagi banyak kakak-kakak ramah yang menawarkan dagangan dengan harga yang terjangkau. Wkwkwkwk... 😂😂 

Museum Batak Tomok Samosir
Plang selamat datang di Museum Batak Tomok

Alamat Museum Batak Tomok

Museum Batak Tomok terletak di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Museum ini berada tepat di belakang Pasar Tomok yang merupakan sentra oleh-oleh di Pulau Samosir. Museum ini juga terletak tak jauh dari objek wisata seperti Kubur Batu Raja Sidabutar dan  Pertunjukan Boneka Sigale-Gale, serta tak jauh dari Pelabuhan Tomok yang menghubungkan Pulau Samosir dengan Parapat.

Koleksi Museum Batak Tomok

Museum Batak Tomok ini punya koleksi yang cukup beragam. Benda-benda koleksinya juga punya sejarah dan budaya yang cukup tinggi. Barang-barang koleksinya seperti peralatan perang, peralatan pertanian dan mata pencaharian penduduk, hingga peralatan sehari-hari seperti peralatan dapur dan rumah tangga.

Selain itu juga terdapat barang-barang yang cukup khas seperti topeng kayu, patung kayu, berbagai jenis ukiran, alat tenun dan kain ulosnya dengan berbagai motif, buku dengan aksara Batak, tongkat Batak, hingga puluhan benda-benda lainnya yang aku pun nggak tau apa jenis dan fungsinya. 😅

Museum Batak Tomok Samosir
Berbagai koleksi Museum Batak Tomok
Museum Batak Tomok Samosir
Peralatan dapur masyarakat Batak
Museum Batak Tomok Samosir
Topeng kayu khas Batak Toba
Museum Batak Tomok Samosir
Katanya tempat buat nyimpen harta
Museum Batak Tomok Samosir
Ukiran kayu yang aku nggak tau fungsinya apaan

Kata bapak penjaga museum ini, barang-barang koleksi yang ada di Museum Batak Tomok ini tak sepenuhnya asli. Karena dulunya pada masa penjajahan Belanda cukup banyak barang-barang khas Batak Toba yang dibawa pihak Belanda ke negara asal mereka. 😢

Museum ini dibuka setiap hari mulai dari pagi hingga sore hari. Pengunjung juga tidak dipungut biaya alias gratis loh. Hanya saja jika ingin menyumbang, disediain kotak di dekat pintu masuk museum.

Rumah Adat Batak Toba

Oh ya, Museum Batak Tomok ini juga punya bentuk bangunan yang cukup unik loh karena bangunan museumnya berupa Rumah Adat Batak Toba atau yang lebih dikenal dengan nama Rumah Bolon.

Rumah Bolon ini berupa rumah panggung yang dibangun dari kayu dan disangga tiang-tiang penyangga berukuran cukup besar. Di dindingnya juga terdapat ukiran-ukiran khas Batak yang dinamain Gorga

Museum Batak Tomok Samosir
Rumah Adat Batak Toba
Museum Batak Tomok Samosir
Ukiran Gorga di Rumah Adat Batak Toba

Arsitektur Rumah Adat Batak Toba juga punya banyak filosofi yang sangat menarik. Misalnya tangganya yang berjumlah ganjil karena bagi orang Batak angka ganjil adalah angka keberuntungan. Lalu pintu masuknya juga dibuat rendah agar tamu merunduk saat masuk ke dalam rumah yang diartikan bahwa tamu harus menghargai sang pemilik rumah. Lalu atapnya juga dibuat lebih tinggi di bagian depan daripada bagian belakang, ini memiliki makna bahwa anak orang Batak harus lebih sukses dari orang tuanya.

Filosopi yang sangat bagus kan?

Oh ya, di halaman museum ini juga terdapat gazebo dengan kursi dan meja dari batu. Pohon-pohon rindang di sekitar gazebo membuat tempat tersebut cukup teduh hingga rasanya jadi nyaman kalo duduk-duduk di situ. Namun karena petualanganku di Bumi Samosir masih panjang, jadi aku pun melanjutkan perjalanan. 

Museum Batak Tomok Samosir
Gazebo di halaman museum

Museum Batak Tomok Samosir
Backpacker ganteng dan unyu di depan museum

To be continued..

Tuesday, October 13, 2020

Wisata di Bengkulu: Lengkap dengan Transportasi, Penginapan dan Oleh-Oleh Khasnya

Hai sahabat backpacker

Seperti biasa, di akhir perjalananku ke suatu daerah maka aku akan menyajikan daftar tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi di daerah tersebut beserta akomodasinya.

Kali ini aku mau berbagi informasi mengenai tempat-tempat wisata yang ada di Kota Bengkulu. Daftar ini ku buat berdasarkan tempat-tempat yang memang telah kukunjungi. Jadi bisa dijamin kebenaran tempatnya. Daftar ini akan kutambah jika nanti aku berkunjung lagi ke Bengkulu.

Baiklah, inilah daftar objek wisata yang ada di Bengkulu:

1.    Pantai Panjang

Pantai Panjang bisa dibilang ikon wisatanya Kota Bengkulu. Jadi belum sah rasanya ke Bengkulu kalo belum ke pantai ini. Sesuai namanya, pantai ini memiliki bibir pantai yang panjang yang mencapai 7 km dengan pantai berupa pasir putih.

Pantai ini letaknya tak jauh dari pusat Kota Bengkulu, jadi cukup mudah untuk dikunjungi. Waktu terbaik mengunjungi pantai ini adalah ketika sore hari. Karena pantai ini tepat menghadap ke barat sehingga pemandangan sunsetnya juara. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Panjang Bengkulu, Sunsetnya Juara

Pantai Panjang Bengkulu

2.    Pantai Tapak Paderi

Pantai Tapak Paderi adalah salah satu pantai lainnya yang ada di Kota Bengkulu. Pantai ini masih terhubung dengan Pantai Panjang. Pantai ini juga memiliki pantai berupa pasir putih yang halus. Asyiknya, di pantai ini terdapat banyak perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar. Selain itu, karena pantainya membentuk teluk jadi di seberang lautannya terlihat daratan dengan pemandangan bukit-bukit dan gunung yang hijau. Cakep lah. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang

Pantai Tapak Paderi

3.    Pondok Sendal Jodoh

Pondok Sendal jodoh terletak di dalam kawasan Pantai Tapak Paderi. Di pondok ini terdapat dinding bambu yang ditempeli ratusan sendal bekas yang hanyut terbawa arus ombak. Tujuan pembuatan pondok ini adalah untuk mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke lautan. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang 

Pondok Sendal Jodoh

4.    Danau Dendam Tak Sudah

Namanya emang serem sih, tapi pemandangan di danau ini cakep banget. Danaunya cukup luas dan pemukaan airnya tenang dan bersih. Di sekitar danau juga banyak pepohonan rindang yang membuat suasananya semakin adem. Di sini juga banyak penjual es kelapa muda. Jadi kita bisa menikmati segarnya es kelapa muda sembari melihat indahnya alam Danau Dendam Tak Sudah.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu, Tempat Asyik Untuk Bersantai

Danau Dendam Tak Sudah

5.    Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan Inggris yang dibangun pada tahun 1713. Dulunya benteng ini menjadi benteng ppertahanan terkuat kedua milik Inggris di wilayah timur setelah Benteng St. George yang ada di Madras, India.

Saat ini, Benteng Marlborough menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Bengkulu. Selain bisa mengagumi arsitektur bentengnya yang megah, pengunjung juga bisa belajar sejarah perjuangan rakyat Bengkulu melawan penjajahan melalui koleksi bersejarah yang dipamerkan di dalam benteng ini.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Fort Marlborough, Benteng Inggris di Kota Bengkulu

Benteng Marlborough

6.    Bunker Jepang

Bunker Jepang adalah salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Bengkulu. Bunker ini dibangun pada masa pendudukan Jepang di tahun 1942 hingga tahun 1945. Bangunan bunkernya masih berdiri kokoh, hanya saja kurang terawat. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang

Bunker Jepang

7.    Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah bersejarah ini merupakan rumah yang menjadi tempat tinggal Bung Karno ketika diasingkan Belanda ke Bengkulu pada tahun 1938 hingga tahun 1942. Rumah pengasingan ini masih terawat dengan baik dan di dalamnya terdapat banyak barang-barang koleksi yang berkaitan dengan Bung Karno. Btw, harga tiket masuknya cuma Rp. 3000 aja loh.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

8.    Rumah Ibu Fatmawati

Terletak tak jauh dari Rumah Pengasingan Bung Karno, rumah bersejarah ini juga menyimpan berbagai barang bersejarah milik Ibu Fatmawati, termasuk mesin jahit yang dulu digunakan beliau untuk menjadi bendera Merah Putih yang dikibarkan pada peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Mengunjungi Rumah Ibu Fatmawati

Rumah Ibu Fatmawati

9.    Masjid Jamik Bengkulu

Masjid Jamik Bengkulu adalah salah satu masjid tertua di Kota Bengkulu dan dibangun sejak abad ke-18. Ketika Bung Karno diasingkan ke Bengkulu, beliau pula lah yang mendesain renovasi masjid ini dan hingga sekarang desain rancangan Bung Karno masih dipertahankan di masjid ini.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Masjid Jamik Bengkulu

Masjid Jamik Bengkulu

10. Museum Negeri Bengkulu

Terletak di Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, museum ini menyimpan berbagai barang koleksi dari sejarah dan budaya masyarakat Bengkulu. Tiket masuk ke museum ini juga sangat terjangkau karena peorangnya hanya perlu membayar Rp. 3000 aja.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Museum Negeri Bengkulu, Mengenal Sejarah dan Budaya Bengkulu

Museum Bengkulu

11. Tugu Simpang Lima Ratu Samban

Tugu ini terletak di Pusat Kota Bengkulu, tepat di persimpangan lima jalan. Nama simpangnya diambil dari tokoh pahlawan setempat, Ratu Samban, yang gigih berjuang melawan penjajahan. Sedangkan tugunya sendiri berupa patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit bendera Merah Putih.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Simpang Lima Ratu Samban

Simpang Lima Ratu Samban

12. Monumen Thomas Parr

Monumen ini dibangun pada tahun 1808 oleh pihak Inggris untuk memperingati peristiwa terbunuhnya Thomas Parr, seorang Residen Inggris yang berkedudukan di Bengkulu. Thomas Parr tewas di tangan rakyat Bengkulu yang marah karena kepemimpinannya yang kejam dan zalim.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr, View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Monumen Thomas Parr

13. Alun-Alun Kota Bengkulu dan View Tower

Alun-Alun Kota Bengkulu merupakan tempat nongkrong yang cukup ramai di sore hari. Di alun-alun ini terdapat banyak pedagang makanan, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Selain itu, di sini juga banyak pedagang mainan anak-anak, sehingga cocok dikunjungi bareng keluarga.

Di tengah alun-alunnya berdiri sebuah menara bernama View Tower. Menara setinggi 43 meter ini rencananya difungsikan sebagai menara pemantau tsunami dan bisa diakses oleh publik. Namun sayangnya hingga sekarang View Tower tak pernah dioperasikan. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr,View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

View Tower

14. Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Gedung Daerah Provinsi Bengkulu adalah salah satu bangunan bersejarah di Kota Bengkulu. Dulunya gedung ini merupakan tempat tinggal bagi Residen Inggris yang memimpin Bengkulu. Saat ini, Gedung Daerah Provinsi Bengkulu dijadikan sebagai rumah dinas Gubernur Bengkulu dan masih terawat dengan baik. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr, View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

          Cara Menuju Bengkulu

Ada beberapa cara untuk mengunjungi Kota Bengkulu. Cara pertama dan paling mudah adalah dengan menggunakan pesawat terbang. Bengkulu memiliki satu bandara bernama Bandara Fatmawati Soekarno. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

Bandara Fatmawati Soekarno terletak di Jalan Raya Padang Kemiling, Kecamatan Slebar, Kota Bengkulu. Jarak bandara ke pusat kota sekitar 14 km dan bisa menggunakan bus Damri, taksi bandara serta angkutan travel untuk menuju pusat kota.

Selain pesawat, juga bisa menggunakan transportasi bus. Ada beberapa bus yang memiliki trayek langsung ke Kota Bengkulu seperti Bus Putra Simas, PO SAN, Putra Rafflesia dan bus lainnya. Selain trayek langsung, teman-teman juga bisa naik bus tujuan Kota Lubuk Linggau di Sumatera Selatan. Dari kota tersebut tinggal naik bus tujuan Kota Bengkulu.

Tentang Bus Putra Simas bisa dibaca di sini: Perjalanan Menuju Bengkulu dengan Bus Putra Simas

Bus Putra Simas 

Selain itu, Bengkulu juga memiliki pelabuhan, yaitu Pelabuhan Pulau Baai. Dulunya pelabuhan ini melayani rute ke Jakarta dan Padang. Tapi sekarang aku tak menemukan informasi selain tentang kapal dengan rute Bengkulu menuju Pulau Enggano, salah satu pulau terluar di Provinsi Bengkulu. Mungkinkah rutenya udah ditutup?

Transportasi di dalam Kota Bengkulu

Saat ini Kota Bengkulu telah dilengkapi dengan kendaraan umum dalam kota berupa bus Trans Rafflesia Bengkulu. Bus ini akan membawa penumpang melalui beberapa destinasi wisata seperti Pantai Panjang, Benteng Marlborough, Danau Dendam dan pusat kota. Selain Trans Bengkulu, teman-teman juga bisa mengandalkan angkot serta babang ojol.

           Penginapan di Bengkulu

Ada banyak penginapan yang tersedia di Kota Bengkulu dengan harga yang beragama di mulai dari kurang Rp, 100.000 permalam. Penginapan-penginapan ini umumnya terletak tak jauh dari pusat kota dan objek-objek wisata yang ada di Bengkulu. Saya sendiri kemarin menginap di Tropicana Guest House yang terletak tak jauh dari Pantai Panjang dan Rumah Pengasingan Bung Karno. Di sini permalamnya cuma Rp. 110.000 dan udah dapat sarapan pagi.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Menginap di Tropicana Guest Hotel Bengkulu

Tropicana Guest House

           Oleh-Oleh Khas Bengkulu

Ada banyak oleh-oleh khas Bengkulu yang bisa bawa sebagai buah tangan ketika pulang dari Bengkulu seperti Lempuk Durian, Manisan Terong, Perut Punai, Kue Tat, hingga Kopi Bengkulu,

Selain makanan, juga banyak pernak-pernik yang tersedia seperti Batik Besurek, baju kaos bergambar khas Bengkulu hingga kerajianan dari kulit kayu lantung seperti gantungan kunci dan miniatur bunga rafflesia.

Untuk membeli oleh-oleh ini bisa di banyak tempat seperti Pantai Panjang dan Benteng Marlborough. Tapi menurutku tempat terbaik untuk berburu oleh-oleh ada di Sentra Oleh-Oleh Khas Bengkulu yang terletak tak jauh dari Simpang Lima Ratu Samban. Di tempat ini terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh khas Bengkulu dengan harga yang terjangkau dan barangnya pun lengkap.