Showing posts with label Pantai. Show all posts
Showing posts with label Pantai. Show all posts

Tuesday, October 27, 2020

Danau Toba dari Pantai Garoga di Tigaras, Simalungun

Danau Toba dari Pantai Garoga
Pantai Garoga di Tigaras

Hai sahabat backpacker...

Di sini aku mau ngelanjutin kisah petualanganku bareng Bayu, teman-temannya dan adik angkatku saat kami pergi ke kabupaten Simalungun. Sebelumnya kami telah singgah di perkebunan teh Sidamanik. Ketika mereka semua berfoto-foto di antara hamparan perkebunan teh, aku ditugasin untuk jaga sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan, Asem banget.

Baca juga: Wisata ke Kebun Teh Sidamanik

Namun sudah hampir satu jam mereka tak kunjung juga usai foto-fotonya. Padahal yang difotoin mukanya tetap sama dan latar fotonya juga itu-itu doang, tapi mereka tak juga berhenti. Aku yang menunggu di luar jadi gregetan juga.

“Oyy... udah siang nih, katanya mau makan di pinggir Danau Toba, jadi kagak?” kataku pada mereka.

Setelah mendengar itu, baru deh mereka keluar dari perkebunan teh tersebut.

“Ayoklah, udah laper ini.” Jawab Bayu.

Mendengar itu, aku hanya bisa pasang wajah datar. -_-“

“Ke Danau Toba kita Bang? Mantaplah, aku pengen berenang.” Kata Hafiza, adik angkatku.

“Emangnya Fiza bisa berenang?” tanyaku.

“Kagak.” Jawabnya singkat.

Lagi-lagi aku hanya bisa memasang wajah datar.  -_-“

Rencananya kami memang mau sekalian ke Danau Toba, makan siang di sana dan bermain-main air. Dari sekian banyak destinasi menarik di Danau Toba, kami memilih untuk mengunjungi kawasan Tigaras.

Tigaras

Tigaras adalah salah satu nagori alias desa yang ada di kecamatan Dolok Pardamean, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tigaras ini berada tepat di pinggir Danau Toba sehingga memiliki banyak destinasi wisata yang berkaitan dengan Danau Toba seperti Pantai Garoga, Pantai Paris, Pantai Kenangan, Batu Hoda, Bukit Indah Simarjarunjung dan Pelabuhan Tigaras yang melayani rute dari Tigaras ke Pulau Samosir.

Dari perkebunan teh Sidamanik, kami hanya perlu melanjutkan perjalanan ke arah kota Pematang Purba, ibukota kabupaten Simalungun. Setelah sampai di perempatan Simarjarunjung, kami berbelok ke kiri. Dari sana jalanannya didominasi kelokan dan turunan. Meski jalannya cukup curam, tapi pemandangannya cakep banget. Karena di sisi kiri jalan terhampar pemandangan Danau Toba yang begitu luas. Sedangkan di seberang sana terlihat Pulau Samosir dan perbukitan hijau di atasnya. Sekitar 10 menit kemudian kami tiba di Tigaras. 

Danau Toba dari Pantai Garoga
Danau Toba dari sisi jalan

Pantai Garoga

Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Tigaras, kami memilih untuk mengunjungi Pantai Garoga. Meski namanya pantai, tapi ini bukan pantai yang ada di tepi laut, melainkan pantai yang ada di tepi Danau Toba. Jadi air nya tawar, bukan asin.

Di Sumatera Utara emang ada kecenderungan untuk menamakan “pantai” pada tempat-tempat yang memiliki dataran berpasir dan air yang luas, seperti pinggiran danau maupun pinggiran sungai.

Alamat Pantai Garoga

Pantai Garoga beralamat di Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun. Pantainya terletak tak jauh dari kawasan Hotel Garoga, Masjid Agung Tigaras maupun Pelabuhan Tigaras.

Sebenarnya ada drama nyasar juga sih saat menuju pantai ini. Jadi dari Simpang Simarjarunjung Bayu yang ada di depan sedangkan aku di bagian belakang. Bayu bilang kalo dia udah pernah ke Tigaras, jadi tau pantainya. Namun saat itu aku merasa aneh, karena jalanannya sudah kembali menanjak, pusat keramaian Tigaras juga sudah tertinggal di belakang. Akhirnya dengan bersusah payah mendahului mereka di jalur sempit, aku bisa menghentikan laju motor mereka. Dan benar aja, Bayu nyasar. Padahal plang pantainya tadi terlihat jelas di pinggir jalan. -_-“

Fasilitas di Pantai Garoga

Setelah putar balik dan menemukan jalan yang benar, kami pun memarkirkan kendaraan di kawasan parkir Pantai Garoga. Biaya parkirnya hanya Rp. 5000 permotor dan sudah termasuk biaya masuk ke dalam kawasan pantai.

Fasilitas yang tersedia di pantai ini cukup lengkap juga seperti pondok seharga Rp. 30.000. Tapi karena kami mengambil dua pondok jadi didiskon menjadi Rp. 25.000 perpondok. Ada juga kamar mandi, penyewaan ban, atraksi air seperti banana boat dan speedboat, hingga warung yang menjual makanan dan celana renang. 

Danau Toba dari Pantai Garoga
Ada banana boat

Setelah meletakkan barang-barang di atas pondok, kami pun segera membuka bekal yang dibawa dari rumah. Dan acara makan siang di pinggir Danau Toba pun kami mulai dengan membaca doa. Uhhh.... nikmat banget rasanya makan siang dengan pemandangan Danau Toba. Angin yang bertiup dari arah danau juga membuat cuacanya menjadi adem.

Danau Toba dari Pantai Garoga

Setelah selesai mengisi perut, saatnya bermain air. Tak seperti pantai pada umumnya yang berpasir putih, Pantai Garoga ini memiliki tepian berupa bebatuan. Bebatuannya pun beragam ukuran, mulai dari yang sekecil upil sampe yang segede dosa. Bahkan saking besarnya, ada juga batu yang menyembul ke permukaan danau. Batu besar ini pun menjadi spot foto yang menarik, tapi harus hati-hati sih, karena batunya sedikit licin. 

Danau Toba dari Pantai Garoga
Pantainya berbatu
Danau Toba dari Pantai Garoga
Batu gede di Pantai Garoga

Airnya pun jernih banget, bahkan dasar bebatuannya terlihat jelas. Ikan-ikan kecil juga sesekali terlihat berenang dengan menggemaskan. Mau ditangkap tapi terlalu lincah.

Enaknya Pantai Garoga ini memiliki tepian yang tak begitu dalam, jadi cukup aman untuk berenang di pinggir-pinggirnya. Namun pada jarak 15 meter dari bibir pantai, dasarnya tiba-tiba menjadi dalam banget, seperti ada jurang. Jadi jika main air di sini, jangan sampe terlalu ke tengah danau. Berbahaya cuy. 

Danau Toba dari Pantai Garoga
Adik angkatku yang tak bisa berenang
Danau Toba dari Pantai Garoga
Bercengkrama di tepi Danau Toba

Tuesday, October 13, 2020

Wisata di Bengkulu: Lengkap dengan Transportasi, Penginapan dan Oleh-Oleh Khasnya

Hai sahabat backpacker

Seperti biasa, di akhir perjalananku ke suatu daerah maka aku akan menyajikan daftar tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi di daerah tersebut beserta akomodasinya.

Kali ini aku mau berbagi informasi mengenai tempat-tempat wisata yang ada di Kota Bengkulu. Daftar ini ku buat berdasarkan tempat-tempat yang memang telah kukunjungi. Jadi bisa dijamin kebenaran tempatnya. Daftar ini akan kutambah jika nanti aku berkunjung lagi ke Bengkulu.

Baiklah, inilah daftar objek wisata yang ada di Bengkulu:

1.    Pantai Panjang

Pantai Panjang bisa dibilang ikon wisatanya Kota Bengkulu. Jadi belum sah rasanya ke Bengkulu kalo belum ke pantai ini. Sesuai namanya, pantai ini memiliki bibir pantai yang panjang yang mencapai 7 km dengan pantai berupa pasir putih.

Pantai ini letaknya tak jauh dari pusat Kota Bengkulu, jadi cukup mudah untuk dikunjungi. Waktu terbaik mengunjungi pantai ini adalah ketika sore hari. Karena pantai ini tepat menghadap ke barat sehingga pemandangan sunsetnya juara. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Panjang Bengkulu, Sunsetnya Juara

Pantai Panjang Bengkulu

2.    Pantai Tapak Paderi

Pantai Tapak Paderi adalah salah satu pantai lainnya yang ada di Kota Bengkulu. Pantai ini masih terhubung dengan Pantai Panjang. Pantai ini juga memiliki pantai berupa pasir putih yang halus. Asyiknya, di pantai ini terdapat banyak perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar. Selain itu, karena pantainya membentuk teluk jadi di seberang lautannya terlihat daratan dengan pemandangan bukit-bukit dan gunung yang hijau. Cakep lah. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang

Pantai Tapak Paderi

3.    Pondok Sendal Jodoh

Pondok Sendal jodoh terletak di dalam kawasan Pantai Tapak Paderi. Di pondok ini terdapat dinding bambu yang ditempeli ratusan sendal bekas yang hanyut terbawa arus ombak. Tujuan pembuatan pondok ini adalah untuk mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke lautan. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang 

Pondok Sendal Jodoh

4.    Danau Dendam Tak Sudah

Namanya emang serem sih, tapi pemandangan di danau ini cakep banget. Danaunya cukup luas dan pemukaan airnya tenang dan bersih. Di sekitar danau juga banyak pepohonan rindang yang membuat suasananya semakin adem. Di sini juga banyak penjual es kelapa muda. Jadi kita bisa menikmati segarnya es kelapa muda sembari melihat indahnya alam Danau Dendam Tak Sudah.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu, Tempat Asyik Untuk Bersantai

Danau Dendam Tak Sudah

5.    Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan Inggris yang dibangun pada tahun 1713. Dulunya benteng ini menjadi benteng ppertahanan terkuat kedua milik Inggris di wilayah timur setelah Benteng St. George yang ada di Madras, India.

Saat ini, Benteng Marlborough menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Bengkulu. Selain bisa mengagumi arsitektur bentengnya yang megah, pengunjung juga bisa belajar sejarah perjuangan rakyat Bengkulu melawan penjajahan melalui koleksi bersejarah yang dipamerkan di dalam benteng ini.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Fort Marlborough, Benteng Inggris di Kota Bengkulu

Benteng Marlborough

6.    Bunker Jepang

Bunker Jepang adalah salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Bengkulu. Bunker ini dibangun pada masa pendudukan Jepang di tahun 1942 hingga tahun 1945. Bangunan bunkernya masih berdiri kokoh, hanya saja kurang terawat. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang

Bunker Jepang

7.    Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah bersejarah ini merupakan rumah yang menjadi tempat tinggal Bung Karno ketika diasingkan Belanda ke Bengkulu pada tahun 1938 hingga tahun 1942. Rumah pengasingan ini masih terawat dengan baik dan di dalamnya terdapat banyak barang-barang koleksi yang berkaitan dengan Bung Karno. Btw, harga tiket masuknya cuma Rp. 3000 aja loh.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

8.    Rumah Ibu Fatmawati

Terletak tak jauh dari Rumah Pengasingan Bung Karno, rumah bersejarah ini juga menyimpan berbagai barang bersejarah milik Ibu Fatmawati, termasuk mesin jahit yang dulu digunakan beliau untuk menjadi bendera Merah Putih yang dikibarkan pada peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Mengunjungi Rumah Ibu Fatmawati

Rumah Ibu Fatmawati

9.    Masjid Jamik Bengkulu

Masjid Jamik Bengkulu adalah salah satu masjid tertua di Kota Bengkulu dan dibangun sejak abad ke-18. Ketika Bung Karno diasingkan ke Bengkulu, beliau pula lah yang mendesain renovasi masjid ini dan hingga sekarang desain rancangan Bung Karno masih dipertahankan di masjid ini.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Masjid Jamik Bengkulu

Masjid Jamik Bengkulu

10. Museum Negeri Bengkulu

Terletak di Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, museum ini menyimpan berbagai barang koleksi dari sejarah dan budaya masyarakat Bengkulu. Tiket masuk ke museum ini juga sangat terjangkau karena peorangnya hanya perlu membayar Rp. 3000 aja.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Museum Negeri Bengkulu, Mengenal Sejarah dan Budaya Bengkulu

Museum Bengkulu

11. Tugu Simpang Lima Ratu Samban

Tugu ini terletak di Pusat Kota Bengkulu, tepat di persimpangan lima jalan. Nama simpangnya diambil dari tokoh pahlawan setempat, Ratu Samban, yang gigih berjuang melawan penjajahan. Sedangkan tugunya sendiri berupa patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit bendera Merah Putih.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Simpang Lima Ratu Samban

Simpang Lima Ratu Samban

12. Monumen Thomas Parr

Monumen ini dibangun pada tahun 1808 oleh pihak Inggris untuk memperingati peristiwa terbunuhnya Thomas Parr, seorang Residen Inggris yang berkedudukan di Bengkulu. Thomas Parr tewas di tangan rakyat Bengkulu yang marah karena kepemimpinannya yang kejam dan zalim.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr, View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Monumen Thomas Parr

13. Alun-Alun Kota Bengkulu dan View Tower

Alun-Alun Kota Bengkulu merupakan tempat nongkrong yang cukup ramai di sore hari. Di alun-alun ini terdapat banyak pedagang makanan, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Selain itu, di sini juga banyak pedagang mainan anak-anak, sehingga cocok dikunjungi bareng keluarga.

Di tengah alun-alunnya berdiri sebuah menara bernama View Tower. Menara setinggi 43 meter ini rencananya difungsikan sebagai menara pemantau tsunami dan bisa diakses oleh publik. Namun sayangnya hingga sekarang View Tower tak pernah dioperasikan. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr,View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

View Tower

14. Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Gedung Daerah Provinsi Bengkulu adalah salah satu bangunan bersejarah di Kota Bengkulu. Dulunya gedung ini merupakan tempat tinggal bagi Residen Inggris yang memimpin Bengkulu. Saat ini, Gedung Daerah Provinsi Bengkulu dijadikan sebagai rumah dinas Gubernur Bengkulu dan masih terawat dengan baik. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr, View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

          Cara Menuju Bengkulu

Ada beberapa cara untuk mengunjungi Kota Bengkulu. Cara pertama dan paling mudah adalah dengan menggunakan pesawat terbang. Bengkulu memiliki satu bandara bernama Bandara Fatmawati Soekarno. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

Bandara Fatmawati Soekarno terletak di Jalan Raya Padang Kemiling, Kecamatan Slebar, Kota Bengkulu. Jarak bandara ke pusat kota sekitar 14 km dan bisa menggunakan bus Damri, taksi bandara serta angkutan travel untuk menuju pusat kota.

Selain pesawat, juga bisa menggunakan transportasi bus. Ada beberapa bus yang memiliki trayek langsung ke Kota Bengkulu seperti Bus Putra Simas, PO SAN, Putra Rafflesia dan bus lainnya. Selain trayek langsung, teman-teman juga bisa naik bus tujuan Kota Lubuk Linggau di Sumatera Selatan. Dari kota tersebut tinggal naik bus tujuan Kota Bengkulu.

Tentang Bus Putra Simas bisa dibaca di sini: Perjalanan Menuju Bengkulu dengan Bus Putra Simas

Bus Putra Simas 

Selain itu, Bengkulu juga memiliki pelabuhan, yaitu Pelabuhan Pulau Baai. Dulunya pelabuhan ini melayani rute ke Jakarta dan Padang. Tapi sekarang aku tak menemukan informasi selain tentang kapal dengan rute Bengkulu menuju Pulau Enggano, salah satu pulau terluar di Provinsi Bengkulu. Mungkinkah rutenya udah ditutup?

Transportasi di dalam Kota Bengkulu

Saat ini Kota Bengkulu telah dilengkapi dengan kendaraan umum dalam kota berupa bus Trans Rafflesia Bengkulu. Bus ini akan membawa penumpang melalui beberapa destinasi wisata seperti Pantai Panjang, Benteng Marlborough, Danau Dendam dan pusat kota. Selain Trans Bengkulu, teman-teman juga bisa mengandalkan angkot serta babang ojol.

           Penginapan di Bengkulu

Ada banyak penginapan yang tersedia di Kota Bengkulu dengan harga yang beragama di mulai dari kurang Rp, 100.000 permalam. Penginapan-penginapan ini umumnya terletak tak jauh dari pusat kota dan objek-objek wisata yang ada di Bengkulu. Saya sendiri kemarin menginap di Tropicana Guest House yang terletak tak jauh dari Pantai Panjang dan Rumah Pengasingan Bung Karno. Di sini permalamnya cuma Rp. 110.000 dan udah dapat sarapan pagi.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Menginap di Tropicana Guest Hotel Bengkulu

Tropicana Guest House

           Oleh-Oleh Khas Bengkulu

Ada banyak oleh-oleh khas Bengkulu yang bisa bawa sebagai buah tangan ketika pulang dari Bengkulu seperti Lempuk Durian, Manisan Terong, Perut Punai, Kue Tat, hingga Kopi Bengkulu,

Selain makanan, juga banyak pernak-pernik yang tersedia seperti Batik Besurek, baju kaos bergambar khas Bengkulu hingga kerajianan dari kulit kayu lantung seperti gantungan kunci dan miniatur bunga rafflesia.

Untuk membeli oleh-oleh ini bisa di banyak tempat seperti Pantai Panjang dan Benteng Marlborough. Tapi menurutku tempat terbaik untuk berburu oleh-oleh ada di Sentra Oleh-Oleh Khas Bengkulu yang terletak tak jauh dari Simpang Lima Ratu Samban. Di tempat ini terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh khas Bengkulu dengan harga yang terjangkau dan barangnya pun lengkap.

Wednesday, October 7, 2020

Pantai Panjang Bengkulu, Sunsetnya Juara

Pantai Panjang Bengkulu

Hai Sahabat Backpacker, selamat datang di blognya petualang yang ganteng dan unyu. Masih ngelanjutin kisah petualanganku di Bumi Rafflesia yang mana sebelumnya aku udah bersantai menikmati es kelapa muda di Danau Dendam Tak Sudah. Tak terasa ternyata hari telah beranjak sore dan matahari telah condong jauh ke arah barat.

Baca juga: Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu, Tempat Asyik Untuk Bersantai

Aku pun bergegas meninggalkan Danau Dendam dan menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Panjang Bengkulu. Salah satu pantai yang ada di Kota Bengkulu dan menjadi salah satu ikon pariwisatanya. Katanya belum sah ke Bengkulu kalo belum ke pantai ini.

Alamat Pantai Panjang Bengkulu

Pantai ini terletak di Jalan Pariwisata, Pantai Panjang, Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu.

Cara menuju Pantai Panjang Bengkulu

Pantai ini posisinya tak begitu jauh dari pusat kota. Kalo naik kendaraan paling sekitar 5-10 menit doang udah sampe ke parkirannya. Untuk menuju pantai ini bisa naik bus Trans Bengkulu dan berhenti di halte depan Sport Center Pantai Panjang, posisi pintu masuk pantainya tepat di seberangnya. Sedangkan kalo naik kendaraan pribadi dari pusat kota bisa melalui rute Jl. Fatmawati – Jl. Ratu Agung – Jl. Samudera – Jl. Pariwisata.

Harga Tiket Masuknya Gratis cuy

Fasilitas di Pantai Panjang

Begitu memasuki kawasan Pantai Panjang langsung terlihat lapangan parkir yang cukup luas dengan pohon-pohon rindang di sekitarnya. Beranjak ke bagian dalam terdapat beberapa kios pedagang yang menjajakan souvenir khas Bengkulu seperti baju kaos, gantungan kunci dan lainnya. Harga bajunya Rp. 100.000/ 3 buah, sedangkan gantungan kunci seharga Rp. 5000 perbuah.

Tapi dari pada beli souvenir di sini, menurutku lebih baik beli di sentra oleh-oleh yang ada di Jalan fatmawati yang tak jauh dari Simpang Lima Ratu Samban. Karena di sana juga menjual berbagai macam souvenir yang lebih lengkap serta berbagai macam makanan khas Bengkulu hingga kopi Bengkulu juga ada.

Kembali lagi ke Pantai Panjang, di depan kios souvenir itu terdapat satu lapangan luas dan di ujungnya ada tulisan Pantai Panjang berwarna-warni berukuran besar. Tulisan ini menjadi salah satu spot foto yang cukup popular di sini. 

Tulisan Pantai Panjang

Di sisi kanan dan kiri lapangan tersebut berjejer pula kios-kios pedagang yang berjualan makanan dan minuman. Menunya pun beragam, mulai dari yang ringan seperti gorengan seafood, burger dan jagung bakar sampe yang berat seperti bakso, nasi goreng, mie goreng, ikan bakar dan makanan lainnya. 

Kios pedagang makanan

Di sini juga banyak yang menjual es kelapa muda. Tapi karena aku baru saja menikmati es kelapa muda di Danau Dendam, jadi menu ini diskip dulu. Perut udah nggak sanggup lagi cuy. Akhirnya aku memilih untuk menikmati es krim seharga Rp. 3000 sambil menunggu momen sunset di pantai ini.

Slruupp… seger cuy.

Pemandangan di Pantai Panjang

Sesuai dengan namanya, Pantai Panjang Bengkulu emang panjang banget. Panjang garis pantainya mencapai 7 km dengan lebar hingga 500 meter kala air surut. Tapi karena aku datangnya sore hari, jadi airnya sedang pasang dan lebar pantainya cuma sekitar 50-100 meter doang. Meski begitu, pantainya tetap terasa luas.

Pantainya pun berpasir putih dengan tekstur yang halus seperti tepung. Hampir bisa dipake buat bikin roti, roti rasa pasir. Wkwkwkwk... ya intinya pasirnya halus dan nggak bikin sakit di kaki. Di sekitar pantai juga berderet pohon cemara dan pinus, sehingga pantainya terkesan adem. 

Pantainya panjang dan berpasir putih
Pepohonan di sisi pantai

Sayangnya pantai ini kurang terjaga kebersihannya, ada beberapa sampah yang bertebaran di antara pasir pantainya. Selain itu tempat sampah yang tersedia juga cukup terbatas. Semoga saja ke depannya bisa lebih bersih lagi, biar pengunjung pun nyaman.

Pantai ini berhadapan langsung ama Samudera Hindia yang sangat luas. Jadi airnya pun jernih dan berwarna kebiruan. Tapi ombaknya gede juga, terutama saat air pasang. Jadi kurang aman buat berenang di pantai ini.

Kegiatan lain yang biasanya dilakuin di pantai ini seperti menikmati kuliner, duduk santai mandangi laut, bermain layangan, naik delman menyusuri pantai, hingga bermain bola bersama teman-teman serta yang paling banyak adalah foto-foto narsis. 

Bermain bola di Pantai Panjang

Selain itu, karena pantainya juga tepat menghadap ke sisi barat, jadi pantai ini merupakan lokasi yang cocok banget untuk melihat matahari terbenam.

Sunset Menawan di Pantai Panjang

Aku beruntung hari itu karena cuacanya cerah sehingga bisa menyaksikan momen matahari terbenam secara sempurna. Langit yang tadinya berwarna biru perlahan berubah menjadi kuning keemasan. Sang mentari sedikit demi sedikit tenggelam di ufuk barat. Seolah-olah ditelan Samudera Hindia.

Sunset di Pantai Panjang
Siluet ibu dan anak di Pantai Panjang

Cakepnya lagi, cahaya kuning keemasan dari momen matahari terbenam ini juga terpantul di atas permukaan laut dan pasir basah sehingga terlihat semakin cantik. Sedangkan di ujung pasir itu terlihat ombak yang bergulung-gulung, berkejaran menuju tepian pantai.

Sunset di pantai Panjang ini pemandangannya emang juara. 

Cahaya kuning keemasan yang indah
Senja di Pantai Panjang emang cantik
Sang backpacker di Pantai Panjang Bengkulu





Sunday, September 20, 2020

Wisata Alam Mangrove Silau Laut, Pesona Baru di Asahan

Wisata Alam Mangrove Silau Laut

Hai sahabat backpacker, selamat datang di blog nya orang ganteng dan unyu yang suka berpetualang. :D

Kali ini aku mau berbagi cerita tentang objek wisata yang baru aja di buka di desa sebelah tempat tinggalku. Namanya adalah Wisata Alam Mangrove Silau Laut.

Alamat Wiata Alam Mangrove Silau Laut

Objek wiata baru ini terletak di perbatasan antara Desa Silau Baru di Kecamatan Silau Laut dengan Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan. Bahkan jalan masuknya pun dari sisi Desa Pematang Sei Baru sih. Btw, Pematang Sei Baru itu adalah nama desaku dan di sini ada banyak kepiting dan udang segar. 

Udang asli kampungku

Promosi. Wkwkwkwkwk

Untuk menuju tempat ini telah disediain jalan tanah melalui perkebunan sawit dan tambak udang milik masyarakat. Namun biar lebih greget, aku dan sepupuku memutuskan untuk mengunjungi objek wisata ini via laut dengan menggunakan perahu milik sepupuku. Karena kami perginya pun beramai-ramai bareng keluarga, jadi cocok juga menggunakan perahu. 

Berperahu rame-rame

Brmmm.... brmmmm....

Meski sore itu anginnya bertiup cukup kencang, namun perjalanan via laut ini cukup lancar. Cuma baju aja yang sedikit basah, terkena cipratan ombak. Serta ponakanku yang menangis ketakutan karena perahunya bergoyang-goyang. Sebagai Incek alias Oom yang baik, aku pun menakutinya hingga dia menangis lebih keras.

Wkwkwkwkwkwk…

Dasar oom nggak ada akhlak 


Perjalanan via laut
Pohon manggrove di tepi laut

Tak begitu lama kami pun tiba di sebuah sungai kecil dengan alirannya yang tenang. Deburan ombak dari lautan terhalang akar-akar pohon mangrove yang ada di sekitar sini. Setelah menambatkan perahu, petualangaan kami di Wisata Alam Mangrove Silau Laut pun di mulai. 

Sungai kecil menuju objek wisatanya

Oh ya, sebelum itu bayar tiket masuknya dulu sih, perorangnya dikenakan biaya masuk Rp. 5000 saja dan anak-anak gratis biaya masuk. Mantap.

Pemandangan di Wisata Alam Mangrove Silau Laut

Sesuai namanya, Wisata Alam Mangrove Silau Laut ini menawarkan pemandangan alam hutan mangrove dan tepi lautnya dengan berbagai pohon mangrove yang rimbun dan aneka satwa liarnya.

Di sini pihak pengelola sudah membuatkan sebuah jembatan dari batang-batang kayu yang memanjang menuju tepi laut. Di sisi jembatan itu kita bisa melihat rimbunnya hutan mangrove dengan berbagai jenis pepohonan seperti bakau, api-api dan lain-lain. Di sisi satunya juga terdapat satu sungai kecil dengan aliran airnya yang tenang. Sedangkan di bagian ujung bisa terlihat lautan luas dari Selat Malaka.

Wisata Alam Mangrove Silau Laut
Berbagai jenis mangrove


Selain pepohonan, di sini juga bisa melihat berbagai satwa liar, terutama jenis unggas seperti bangau putih, elang, camar dan jenis burung lainnya. Jika beruntung juga bisa bertemu kera, lutung serta biawak yang habitatnya memang ada di sekitar hutan mangrove ini. 

Burung Elang terbang di atas pepohonan mangrove

Di bagian ujung jembatan, pihak pengelola juga telah menyediakan pondok-pondok untuk bersantai. Pondok ini bebas dipakai siapa saja dan tidak dikenakan biaya lagi. 

Pondok di Wisata Alam Mangrove

Karena ini merupakan piknik bersama keluarga, jadi kami memutuskan untuk memakan bekal yang di bawa dari rumah di pondok tersebut. Rasanya mantap juga, menikmati makanan dengan pemandangan berupa hutan mangrove, lautan luas dan suara kicauan burung. 

Pemandangan di Wisata Alam Mangrove
Backpacker ganteng di Wisata Alam Mangrove Silau Laut

Friday, July 3, 2020

Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang


Hai sahabat backpacker...

Selamat datang di blog backpack sejarah, blognya orang imut dan tampan. Gimana kabar kalian? Semoga sehat selalu ya. Aamiin...
Pantai Tapak Paderi

Setelah sebelumnya aku sholat dan beristirahat sejenak di Masjid Jamik Bengkulu yang punya hubungan erat dengan Ir. Soekarno, dan kemudian dilanjutkan dengan menikmati semangkok bakso di pelataran masjidnya, aku lantas melanjutkan penjelajahan di Bumi Rafflesia dan sekarang tujuanku adalah Pantai Tapak Paderi.

Baca juga :

Masjid Jamik Bengkulu, Masjid Bersejarah Yang Punya Hubungan Erat Dengan Soekarno


Lokasi Pantai Tapak Paderi

Pantai Tapak Paderi ini terletak di Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Kalo dari Masjid Jamik sekitar 2 kilometer jauhnya. Tapi karena cuaca siang itu cukup terik, jadi aku mutusin buat naik ojol aja ke pantai tersebut.

Brrrmmmm.... Brrmmm...

Bang, bang, kayaknya pantainya udah lewat.” Ucapku pada si abang ojol saat melihat posisi yang ditunjukin di GPS.

Oh iya, Pantai Tapak Paderi ya, bukan Pantai Zakat.” Jawab si abang ojol sambil memutar kembali motornya.

Busyet.... Jauh banget melengnya si abang ini. 😑

Setelah menyerahkan helm, aku kemudian menyusuri jalan setapak menuju tepian pantai dan taraaaa...
Tanda masuk ke Pantai Tapak Paderi

View Pantai Tapak Paderi

Selamat datang di Pantai Tapak Paderi

Pantai Tapak Paderi ini cukup cantik juga, pasirnya berwarna putih kecoklatan dengan tekstur halus dan lembut di kaki. Di tepian pantainya juga terdapat beberapa perahu yang sedang bersandar. Pantainya yang membentuk teluk juga membuat pemandangan di pantai ini cukup cantik karena di seberang sana jadi terlihat daratan dengan kontur perbukitan yang hijau. Perpaduan pasir putih kecoklatan, lautan biru dari Samudera Hindia dan perbukitan hijau cukup indah juga buat dipandangi.

Pantai Tapak Paderi juga merupakan pantai yang cukup bersejarah bagi Kota Bengkulu. Karena pantai ini menjadi pelabuhan laut pertama di Bengkulu dan dulunya juga dijadikan jalur perdagangan oleh Bangsa Inggris dan Belanda ketika mereka menjajah Tanah Bengkulu.

Sendal Jodoh

Di salah satu sudut Pantai Tapak Paderi ini terdapat dinding dari bambu yang ditempelin ratusan sendal bekas. Tempat ini dinamakan pondok sendal jodoh. Nama tersebut digunakan karena katanya sendal-sendal bekas ini biasanya tersisa separuh doang, padahal sendal itu harus sepasang. Nah, harapannya adalah agar pengunjung pantai ini juga bisa menemukan pasangannya, biar jodoh.

“Cuy, sendal aja punya pasangan, kau kok kagak?”

-_-

“Njir, dikalahin ama sendal dong.”

Ah, lanjutlah. Ide pembuatan Pondok Sendal Jodoh ini sebenarnya karena keprihatinan nelayan setempat atas banyaknya sampah botol plastik dan sendal bekas yang hanyut terbawa arus laut. Jadilah mereka membuat tempat ini untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Udah gitu, siapa sih yang iseng amat ngebuangin sendal ke lautan. Emangnya ada yang mau make gitu? Putri duyung aja kagak bisa pake sendal kok, wong tubuhnya setengah ikan. Jadi, kawan-kawan, janganlah buang sampah sembarangan. Oke?

Selain ditempelkan pada dinding bambu, sendal-sendal bekas ini juga dikreasikan menjadi bentuk kupu-kupu hingga tulisan I love you. Awalnya aku pengen berfoto dengan latar kreasi itu sih. Tapi setelah ku pikir ulang, fix, hasilnya bakal keliatan kalo aku jomblo. Jadi kuurungkan aja niatku tersebut.
Pondok Sendal Jodoh

Kreasi I Love You dari sendal bekas
Satu hal yang cukup mengganggu saat aku mengunjungi pantai ini, yaitu sepinya pengunjung. Malah cuman aku doang yang ada di sini. Pas kutanyain ama abang-abang yang lagi duduk santai merokok di pinggir pantai, katanya pantai ini ramenya jam 4 sore ke atas. Soalnya mereka mau nikmati sunset di pantai ini. Kalo siang gini, nggak ada pengunjung, panas cuy. Karena sepi itulah aku pun memutuskan untuk tak berlama-lama di pantai ini. Khawatirnya ntar aku diculik putri duyung pulak. Bahaya.

Bunker Jepang

Aku pun melanjutkan kembali perjalananku dan sekarang tujuanku adalah Benteng Marlborough yang letaknya cuma beberapa ratus meter doang dari pantai ini.

Tap.. tap.. tap.. aku melangkah santai, hingga akhirnya mataku terfokus pada satu bangunan dari beton berbentuk persegi dengan atap setengah lingkaram. Kondisinya yang tak terawat sempat membuatku berpikir kalo bangunan ini toilet umum. Sampe akhirnya aku melihat plang yang bertuliskan kalo bangunan ini adalah sebuah bunker Jepang. Sebuah bangunan yang termasuk dalam cagar budaya peninggalan dari masa penjajahan Jepang ketika tahun 1942-1945.

Aku kemudian singgah sejenak untuk melihat-lihat bangunan bersejarah ini. Sepertinya bunker ini dibangun Jepang untuk menjaga pelabuhan yang ada di sekitar Pantai Tapak Paderi dari serangan Pasukan Sekutu. Kondisi bunker ini kurang terawat sih, bagian dalamnya kosong dan kotor namun bangunannya terlihat masih cukup kokoh.
Bunker Jepang

Bagian dalam bunker
Setelah selesai melihat-lihat, aku pun kembali melanjutkan perjalananku menuju Benteng Marlborough. Tap.. tap.. tap... To be continued 
Sang backpacker di depan Bunker Jepang