Wednesday, May 13, 2020

Wisata Sejarah Di Rumah Pengasingan Bung Karno Di Bengkulu

Hoammmm.....

Pukul 09.15 pagi dan aku baru bangun. Sebenarnya jam 7 tadi udah bangun sih saat abang staff penginapan membawakan sarapan. Tapi setelah itu aku tertidur lagi karena ngantuk pake banget gara-gara jam 3 pagi baru tiba di Kota Bengkulu. Luar biasa. 
Rumah Kediaman Bung Karno Pada Waktu Diasingkan Di Bengkulu

Setelah bersih-bersih dan menikmati sarapan yang berupa sepiring nasi goreng dan teh manis hangat yang udah dingin lagi, aku pun segera bersiap-siap untuk menjelajahi objek wisata yang ada di Kota Bengkulu ini.

Meski tujuan utamaku pergi ke Bengkulu untuk mengikuti ujian, tapi rasanya nggak afdol aja setelah melakukan perjalanan sejauh 1200-an kilometer dari rumah tapi nggak ngunjungi objek wisatanya. Oleh karena itu sekarang aku pun berangkat menuju tempat-tempat menarik yang ada di kota ini. Dan tempat pertama yang ku kunjungi adalah Rumah Pengasingan Bung Karno, Presiden Republik Indonesia yang pertama.
Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu
Alamat Rumah Kediaman Bung Karno

Rumah yang menjadi tempat pengasingan Bung Karno ketika dibuang Belanda ke Bengkulu ini beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu. Lokasinya nggak jauh dari penginapanku di Tropicana Guest House dan juga nggak jauh dari pusat kota Bengkulu maupun dari Tugu Simpang Lima Ratu Samban.

Harga Tiket

Tiket masuknya murah banget cuy, hanya Rp. 3000 doang perorangnya. Inilah enaknya ngunjungi bangunan peninggalan sejarah, dapat ilmu dengan harga yang sangat terjangkau.
Cuma Rp. 3000 aja cuy
Sejarah Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Bung Karno diasingkan di Bengkulu sejak tahun 1938 hingga tahun 1942 setelah sebelumnya beliau diasingkan di Ende, Flores karena pergerakan politiknya dalam melawan penjajahan Belanda. Di Bengkulu beliau ditempatkan di sebuah rumah milik seorang pedagang Tionghoa yang disewa oleh pihak Belanda.

Awalnya rumah ini berada di pinggiran kota Bengkulu, namun seiring perkembangan jaman dan perluasan kota, rumah ini sekarang berada di pusat kota Bengkulu.

Di awal pengasingannya di Bengkulu, Soekarno sempat ditakuti oleh masyarakat karena takut membawa pembaharuan yang tidak disukai masyarakat. Namun Bung Karno tak menyerah, selama di Bengkulu, beliau aktif mengajar di sekolah agama, lalu merenovasi Masjid Jami' Bengkulu, hingga membentuk grup pertunjukan musik dan drama Monte Carlo. Melalui pertunjukan tersebut Bung Karno memasukkan nilai-nilai nasionalisme. Pinter...

Btw, Bung Karno juga bertemu dan jatuh cinta pada Ibu Fatmawati selama masa pengasingannya di Bengkulu. Ibu Fatmawati ini kemudian menjadi ibu negara Republik Indonesia yang pertama dan yang menjahit Bendera Merah Putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Arsitektur Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Setelah membeli tiket masuknya yang murah meriah, aku pun segera menjelajahi bagian-bagian dari rumah kediaman Bung Karno selama diasingkan di Bengkulu ini. Oh ya, ini rumah pengasingan Bung Karno ketiga yang kukunjungi setelah sebelumnya aku pernah mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Berastagi dan Parapat, Sumatera Utara.

Rumah pengasingan ini memadukan arsitektur Eropa dengan Tionghoa. Bentuk rumahnya terlihat seperti bangunan Tionghoa namun jendelanya khas Eropa. Rumah ini juga tidak begitu besar, di dalamnya terdapat beberapa ruangan dan beberapa barang koleksi peninggalan Bung Karno.
Arsitektur Eropa campur Tionghoa

Bangunannya masih asli dan terawat

Termasuk bangunan cagar budaya
Di dalam rumah ini terdapat ranjang besi tempat tidur Bung Karno, koleksi buku-buku Bung Karno berbahasa Belanda, seragam grup Monte Carlo, lemari buatan Bung Karno, meja makan, sepeda ontel dan lain-lain. Selain itu di rumah ini juga terdapat banyak foto-foto bersejarah dan informasi tentang perjuangan Bung Karno dalam meraih kemerdekaan Indonesia bersama para pejuang lainnya. 
Ruang Kerja Bung Karno

Sejarah perjuangan Bung Karno

Kursi di salah satu ruangan

Karya Bung Karno

Sepeda onthel Bung Karno

Ada si ganteng yang unyu di depan Rumah Pengasingan Bung Karno

33 comments:

  1. Oh, jadi rumah ini adalah saksi biksu saat presiden Soekarno jatuh cinta dengan ibu Fatmawati to ..., bagus ya bentuk rumahnya.
    Syukurnya juga terawat rapi sampai sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, inilah saksi bisu kisah cinta Bung Karno dengan Ibu Fatmawati.

      Rata-rata objek wisata sejarah di Bengkulu terawat baik sih Mas.

      Delete
    2. Nah, itu bagus artinya.
      Bangunan bersejarah dirawat dengan baik.

      Beruntungnya di kota-kota pulau Jawa peninggalan rumah bersejarah juga sudah terlihat dirawat.
      Ngga dibiarkan terbengkelai.

      Delete
    3. Syukurlah kalo begitu Mas, artinya ada kesadaran untuk merawat peninggalan bersejarah. Apalagi bangunan-bangunan bersejarah ini juga bisa dijadikan objek wisata.

      Delete
  2. Aku naksir banget sama artistekturnya :) Wah, ini nih wisata idaman. Ilmu dapet, harga juga terjangkau. Mungkin kalau covid ini udah selesai bisa jadi referensi buat dikunjungi, huhu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Arsitekturnya emang menarik, apalagi penuh sejarah gitu.

      Ahahaha... Enaknya wisata sejarah itu murah dan dapat ilmu.

      Semoga deh covid-19 ini cepat mereda, biar bisa jalan-jalan.

      Delete
  3. Wah rupanya di bengkulu lah cikal bakal bung karno menjalin cinta dengan ibu fatmawati ya

    Keren betul arsitekturnya yang memadukan harmonisasi desain tionghoa sekaligus eropa, begitulah model2 bangunan vintage ya, terasa syahdu dan cantik beraroma klasik, btw tes dulu apa plesiran dulu nih mas rudi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, Ibu Fatmawati kan orang Bengkulu tuh, jadi di sinilah kisah cinta mereka bersemi.

      Bener banget Mbak, kesan vintagenya terasa banget dari arsitekturnya.

      Emm.. plesiran dulu dong. 🤣

      Delete
  4. Bagus ik.. arsitekturnya juara sih.. Apalagi sejarahnya, secara tempat presiden pertama Indonesia paling TOP.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mas, sesuatu yang menyangkut tentang presiden pertama emang menarik sih menurutku.

      Delete
  5. Memang ga afdhol kalo ga ada diri sendiri di dalam foto. Baru tau kalo ibu Fatmawati orang bengkulu. Kurang bacaan kyknya saya. Sekadar tau Soekarno pernah diasingkan ke Bengkulu, bolehlah ya 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto sendiri tuh wajib ada dong, buat pamer. 🤣

      Iya Mas, Ibu Fatmawati emang orang Bengkulu dan kenal ama Bung Karno saat beliau diasingkan ke sana.

      Delete
  6. Godaan kalau ke Bengkulu, di sana memang banyak destinasi heritage.
    Di sana ada pemandunya tidak ya? Aepertinya mengulik sejarah dengan tuturan pemandu lebih mendalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, ada banyak wisata sejarah yang menarik di Bengkulu dan rata-rata masih terawat. Jadi pengen ngunjunginnya semua. 🤣

      Kayaknya sih ada buat pemandu, tapi karena saya tujuannya bukan full liburan, jadi nggak pake pemandu.

      Cuma banyak dapat info juga sih tentang Bengkulu dari orang-orang disana, kayak staff penginapan, Kang ojek, petugas tiket wisata dan lain-lain.

      Delete
  7. Saya kmren pernah ke Bengkulu kak, tapi hanya dateng ke fort malborough sama ke pantai panjang. Nah untuk ke rumah pengasingan Bung Karno belom ke sampaian untuk hadir ke sana. Boleh juga ni yah, murah meriah hanya 3 rebu. Asikk, duh salfok sama gambar yang terakhir🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh... Sayang banget dong, padahal dari Benteng Marlborough, rumah ini deket banget loh.

      Ahaha... Foto terakhir tuh pemanis blog. 🤣

      Delete
  8. tiketnya cuma 3000 untuk dapat ilmu dan pengetahuan baru, wah ini luar biasa. Penasaran dengan buku-buku bahasa belanda yang dibaca Bung karno. keren poto2nya bung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, harganya murah meriah, bisa berwisata sekaligus dapat ilmu pengetahuan.

      Bukunya dalam lemari kaca Mas, mau buka pun, nggak ngerti bacaannya. 🤣

      Delete
  9. Bangunannya cantik sekali, saya suka lihat bangunan-bangunan tua seperti ini :D apalagi yang masih kena budaya Eropa dan Tionghoa, biasanya konsep desainnya bagus sangat! Hehehe. By the way, umur sepeda ontelnya sudah sangat tua sekali, mas :D

    Dan saya nggak sangka kalau meja rias itu adalah hasil tangan Pak Soekarno :O bagus dan rapih banget kelihatannya ~ apa itu dibuat untuk bu Fatmawati, ya? Penasaran ehehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bangunan tua begitu arsitekturnya keren, klasik gitu.

      Sepeda onthelnya ya tua banget Mbak, udah hampir 90 tahun paling nggak.

      Bung Karno kan memang insinyur Mbak, jadi selain jago arsitek, beliau juga bisa bikin perabotan gitu kayaknya.

      Wah.. kayaknya sih Buat Bu Inggit, soalnya istri pertama Bung Karno kan ikut beliau ke Bengkulu saat itu.

      Tapi nggak tau juga sih. 🤣

      Delete
  10. Saya entah kenapa paling suka sama rumah-rumah model jadul gini. Bangunannya pasti kokoh dan tahan gempa. Gak kaya perumahan jaman sekarang. Temboknya tipis-tipis. Giliran ada gempa pada rontok.

    Btw, itu rumah asli ya? Gila terawat banget berarti yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaman dulu bangun rumahnya serius Mas, bahan-bahannya pun kokoh, jadi tahan gempa. Kalo sekarang kan yang penting gaya.

      Masih asli kok Mas, masih terawat banget.

      Delete
  11. masih terawat bgt ya,, tapi knpa harga tiket cuma 3rb? naikin dikit kek jadi 5000 :D

    banyak jg tempat pengasingan Bung Karno. Ada di Bengkulu, Ende, Berastagi, Parapat...

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. 3 ribu aja yang ngunjungin juga nggak rame Mas, apalagi kalo harganya lebih mahal. 😑

      Banyak Mas, itulah bukti kerasnya perjuangan Soekarno.

      Btw, Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi dan Parapat juga menarik loh.

      Delete
  12. Wah ini sejarah yang harus dilestarikan, karena memang menjadi saksi bisu jaman kemerdekaan, Salah satu cara kita melestarikan cagar budaya adalah mengunjunginya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget tuh Mas, dengan mengunjunginya pun kita sudah termasuk dalam melestarikan bukti sejarah perjuangan para pahlawan.

      Delete
  13. Ha..ha.. Foto yang terakhir bikin salfok nih😂
    Kalau pergi ke tempat sejarah gitu, rasanya kayak kembali ke masa lalu dan kepikiran gimana kehidupan zaman dulu pas masa penjajahan. Gimana bung karno menjalani hari-harinya, dan gimana suasana indonesia saat itu. Kadang terharu juga, karena perjuangan para pahlawan kita bisa hidup lebih baik sekarang.semoga perjuangan mereka nggak sia-sia dan akan selalu diingat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Foto terakhir tuh pemanis blog Mbak. 😁

      Bener banget Mbak, kalo ngunjungi peninggalan sejarah dan museum rasanya seolah membawa kita kembali ke masa lalu dan membayangkan gimana mereka berjuang saat itu.

      Delete
  14. Hastagaaahhh itu tiketnya murah kebangetan yaaaa :D. Aku ga bakal mikir 2x sihkalo ketemu museum ato rumah bersejarah gini dengan tiket segitu pula. Even mahal aja pasti aku ttp beli, Krn melihat sejarah itu selalu menarik kok.

    Pgn ah kapan2 ke Bengkulu. Yg berhubungan Ama presiden Soekarno, aku cuma udah melihat makam nya aja di Blitar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo di Indonesia, rata-rata tiket masuk ke destinasi sejarah emang murah-murah Mbak, kecuali yang emang udah dikelola secara terpusat

      Soalnya murah aja, yang ngunjungi dikit, apalagi kalo mahal kan.

      Di Bengkulu ini banyak juga loh tempat yang berhubungan ama Soekarno, selain Bengkulu juga ada di Berastagi, Parapat, Bangka dan Ende.

      Delete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Pekarangannya cantik sekali! Wah, Bengkulu ini harus masuk dalam destinasi wisata selanjutnya. Ayo ayo covid-19 lekaslah berakhir, udah gak sabar pengin jalan-jalan lagi! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha... Semoga pandemi ini cepat berakhir ya Kak, biar bisa jalan-jalan ke sini. Aamiin.. 😁

      Delete

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan sopan :)