Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts

Thursday, April 22, 2021

Pengalaman Berkirim Kartu Pos

Kartu Pos dan Prangko
Kartu pos ku siap untuk dikirim

Hai sahabat backpacker...

 Baru-baru ada kegiatan seru yang dilakukan oleh anak-anak blogger, yaitu kegiatan bertukar kartu pos. Kegiatan seru ini diikuti beberapa blogger kece dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada yang dari Jerman juga 😍. Keren uy!!!

Jujur aja, sebelumnya aku belum pernah bertukar kartu pos. Bahkan ngeliat kartu pos dan prangko itu seperti apa bentuknya secara langsung juga kagak pernah. Paling banter aku ke kantor pos yaitu dulu saat kuliah, saat aku ngambil foto arsitektur bangunan Kantor Pos Medan yang merupakan salah satu bangunan heritage di Kota Medan.

Karena itu aku cukup antusias ama kegiatan berkirim kartu pos ini. Soalnya kapan lagi di zaman serba canggih ini ada yang saling berkirim kartu pos seperti di zaman baheula.

Tapi sayangnya kegiatan berkirim kartu pos ini nggak semudah yang kubayangin sih. Soalnya di Kantor Pos Ketahun, Bengkulu Utara, tempat tinggalku sekarang ternyata nggak menjual kartu pos. Kartu pos ini baru kutemukan di Ibu Kota Provinsi Bengkulu yang berjarak hampir 3 jam perjalanan dari tempat tinggalku. Jauh cuy! 😫

Dan untuk ke ibukota tersebut, kalo pagi cuma ada mobil travel dengan biaya Rp. 70.000 perorang. Karena itu saat aku ke sana, aku juga sekalian nyusun daftar apa aja yang mau ku cari di ibukota tersebut.

Beruntungnya di Kantor Pos Besar Bengkulu aku bisa nemuin kartu pos dan perangkonya. Btw, kata petugasnya itu adalah kartu pos terakhir yang mereka miliki. Busyet dah... aku sampe garuk-garuk kepala jadinya. Tapi ya paling nggak aku berhasil dapatin kartu posnya.

Kendala kedua yang kutemui adalah aku bingung mau nulis apaan di kartu pos tersebut. Serius cuy! Sampe 2-3 hari aku mikir mau nulis apaan di kartu sekecil itu. Mau nulis info wisata di gambar kartu posnya, malah beberapa tempat di gambar tersebut belum pernah aku datangin. #plak

Setelah semua kartu pos terisi, aku pun kembali ke Kantor Pos Ketahun untuk mengirimkan kartu-kartu pos tersebut. Sambil menstampel prangkonya, Pak Pos juga bertanya tentang acara yang kuikuti tersebut dan katanya udah lama banget nggak ada orang yang ngirim kartu pos pake prangko. 

Kartu Pos dan Prangko
Kantor Pos Ketahun, Bengkulu Utara

Kendala terakhir yang kutemui adalah, saat yang lain udah pada nerima kartu pos, tapi kartu pos buatku belum ada juga yang kuterima. Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu berlalu tapi tak pernah Pak Pos datang ke kontarakan buat nganterkan kartu pos. Nyesek uy!😭

Akhirnya aku nekat aja datang lagi ke kantor pos tersebut dan pura-pura nanya ada jual kartu pos nggak? Sambil ngode-ngode ada kartu pos buatku nggak. 😆

Dan ternyata emang ada, sampe 11 lembar cuy. Kata Pak Posnya kemarin banyak yang masuk kartu pos ke kantor tersebut dan semua memang ditujukan buatku. Akhirnya dengan hati yang riang gembira aku pun kembali ke kontrakan buat ngebacain kartu pos kiriman teman-teman blogger. Yuhuuui... 

Kartu Pos dan Prangko
Kartu Pos kiriman teman-teman blogger 😍

Tuesday, December 29, 2020

Kisahku di 2020 dan Rencana di 2021

Pantai Panjang, Bengkulu

Hai sahabat backpacker

Tak terasa kita udah di penghujung tahun 2020 dan udah mau menyambut tahun 2021 aja. Tahun 2020 ini nggak terasa udah berlalu begitu aja. Tahun yang berat sih, karena kita harus beusaha bertahan dan beradaptasi dengan pandemi dan segala dampaknya dalam kehidupan sehari-hari kita.

Bagiku, tahun 2020 ini juga tak banyak yang terjadi. Hanya ada beberapa hal yang terjadi, tapi cukup berkesan sih.

Ujian SKD CPNS ke Bengkulu

Yupz, yang pertama yang terjadi pada tahun 2020 adalah aku melakukan perjalanan jarak jauh menuju Bengkulu untuk mengikuti ujian SKD CPNS. Ini merupakan perjalanan jarak jauh dengan bus pertama buatku. Seru juga sih walau ada beberapa kejadian tidak mengenakkan selama perjalanan seperti kursi yang kupesan udah diduduki orang lain, air AC yang menetes sepanjang malam hingga bus yang berasap karena human error.

Tapi perjalanan tersebut cukup berkesan juga karena selain melaksanakan ujian, aku juga mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di sana seperti Rumah Pengasingan Bung Karno, Rumah Ibu Fatmawati, Masjid Jamik Bengkulu, Benteng Marlborough, Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah hingga Museum Negeri Bengkulu.

Ujian SKD CPNS nya juga kulalui dengan sukses. Alhamdulillah aku berhasil lulus dengan nilai TWK 95, TIU 135, TKP 136 dan total nilai 366. Saat itu aku berada di peringkat 3 dengan 2 formasi yang tersedia. 

Bus Putra Simas Rute Medan-Bengkulu
Pengumuman SKD Kemenag

Dapat Tiket Gratis ke Malaysia

Bersamaan dengan ujian SKD ku di Bengkulu, aku juga mendapat kabar gembira kalo aku mendapatkan satu tiket gratis ke Malaysia dari detikTravel. Horeeeee.... Alhamdulillah... 

Dapat tiket gratis ke Malaysia

Tapi bencana itu datang begitu saja, Virus Corona merajalela membuat Malaysia menutup perbatasannya dan trip tersebut dengan amat sangat terpaksa harus kubatalkan. Sampai sekarang rasanya masih kesal sih, tapi daripada kenapa-kenapa. Mungkin nanti bakal dapat rezeki yang lebih baik.

Yupz!!! Aku gagal liburan gratis ke Malaysia.

Pandemi

Setelah Malaysia, pelan-pelan Indonesia juga terkena dampak virus corona. Di daerahku sebenarnya dampak virus corona secara langsung tak sebesar di daerah lain. Tapi dampak sosial, ekonomi hingga pendidikan yang paling terasa. Karena itulah kita pun harus berusaha bertahan dan beradaptasi dengan keadaan yang ada. Kegiatan travelingku pun kuhentikan sementara hingga kondisinya memungkinkan.

Traveling di Kampung Sendiri

Bosen juga sih kalo nggak bisa kemana-mana. Tapi mau jalan-jalan yang jauh juga nggak aman. Akhirnya aku hanya traveling di sekitar kampung sendiri di Kota Tanjung Balai, Kabupaten Asahan dan Kabupaten Simalungun. Perjalanan ini rata-rata kulakuin dengan berangkat pagi-pagi dan pulang di sore harinya. Perjalanannya pun kulakuin pake sepeda motor, demi menghindari kontak yang tak perlu dengan orang lain. Selain itu, sebelum berangkat aku juga harus memastikan kondisi tubuh ada pada kondisi yang maksimal serta perlengkapan kesehatan yang cukup lengkap. 

Tanjungbalai Waterfront City
Wisata Mangrove Silau Laut, Asahan

Ujian SKB CPNS di Kisaran

Setelah menunggu cukup lama tanpa kepastian, akhirnya pada bulan September ada titik terang mengenai ujian SKB CPNS yang kuikuti. Karena pandemi, maka ujiannya dilakukan di kantor wilayah domisili masing-masing peserta. Jadi aku yang punya KTP Asahan pun melakukan ujiannya di kota Kisaran. 

Peserta ujian SKB Kemenag di Kabupaten Asahan

Btw, ujiannya juga mengharuskan tiap peserta menyediakan perlengkapan sendiri. Karena itu aku pun berusaha keras agar bisa membeli laptop demi keperluan ujian SKB CPNS yang menggunakan media zoom meeting dan sekarang laptopnya kupake buat ngeblog lagi setelah sekian lama ngeblog pake hp.

Ujian SKB CPNS ini juga bukan perkara mudah buatku. Karena meski ujiannya diadain di Kota Kisaran, namun jarak rumahku ke Kisaran sekitar 1 jam 30 menit juga. Selain itu, pada saat jadwal ujian tersebut juga bersamaan dengan jadwal naiknya air pasang di kampungku.

Jadi selepas shubuh, saat langit masih gelap itu aku berangkat dari rumah pake celana pendek doang. Soalnya jalanannya terendam air laut hingga ke lutut sejauh beberapa kilometer. Setelah tiba di Kecamatan Silau Laut,baru deh aku pake celana panjang dan sepatu.

Sungguh luar biasa rasanya.

Syukurnya ujian SKB CPNS ku berjalan cukup lancar, meski beberapa jawabanku rasanya tak cukup memuaskan, tapi aku tetap berusaha menampilkan yang terbaik dan berusaha tampil beda dengan ide orisinal yang kupunya. Contohnya saat ujian praktek mengajar, aku mengemukakan ide agar siswa mengumpulkan tugasnya dengan media blog, alih-alih mencetaknya dan mengumpulkan seperti biasa dengan alasan di blog sendiri mereka bisa membaca hasil tugas mereka kapanpun dan itu juga menambah kreatifitas mereka serta lebih bisa menghemat.

Bulan Oktober 2020, hasil ujian SKB CPNS pun diumumkan. Alhamdulillah aku menjadi salah satu dari dua orang yang lulus di formasi guru sejarah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dengan nilai psikotes 78.667, praktek kerja 79.143, wawancara 79.166 dan total nilai keseluruhan SKD dan SKB 76.685. Alhamdulillah.... 

Pengumuman SKB Kemenag

Blog diterima Adsense

Tahun 2020 juga menjadi tahun yang cukup menggembirakan untuk blog ini. Karena setelah sekian lama akhirnya blog tercinta ini diterima juga menampilkan iklan adsense.

Sebenarnya baru tahun ini sih aku ngedaftarinnya. Kemarin itu mau ngedaftarin tapi aku kesulitan masukin kode html nya karena ngeblog make hape. Akhirnya setelah punya laptop baru deh ku daftarin dan ternyata diterima. Semoga dengan adanya adsense ini aku bisa lebih semangat lagi ngeblognya. Aamiin...

Ku pikir itu aja sih yang terjadi pada tahun 2020 ini.

2021

Sedangkan untuk tahun 2021 aku belum punya gambaran bakal seperti apa. Yang pasti aku bakal pindah ke Bengkulu dan beradaptasi di sana. Kemudian aku juga bakal eksplore objek-objek wisata yang ada di Bengkulu dan menuliskan petualangan itu di blog ini. Dan yang paling penting adalah berusaha menjadi guru yang terbaik buat murid-muridku nanti di sana.

Semangat buat tahun 2021 dan sampai jumpa di tahun depan ya kawan-kawan.

Daaaaaa......

Tuesday, April 7, 2020

Pendakian ke Gunung Sipiso-Piso

Di suatu malam yang tenang saat dunia masih aman dari pandemi, dan aku sedang menikmati makan malamku saat itu. Masuklah sebuah chat ke gawai favoritku dari seorang mahasiswa UINSU yang juga merupakan teman kuliah adikku. Chat itu berisi ajakan untuk memandu mereka mendaki Gunung Sipiso-Piso alias Bukit Gundul yang ada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Siluet pagi di Puncak Gunung Sipiso-Piso
Gunung Sipiso-Piso
Berhubung aku juga lagi nggak sibuk-sibuk banget, jadi kuterima ajakan mereka dan segera mempersiapkan segala keperluan. Oh ya, mereka juga minta pendakiannya berkonsep piknik, jadi naik gunung ini hanya untuk rekreasi santai semata. Baiklah...

Ketika hari H nya tiba, kami pun segera berangkat menuju Gunung Sipiso-Piso dengan menggunakan bus yang kami sewa untuk mengantarkan kami sampe ke kaki gunung dan esok paginya kami akan dijemput kembali.

Lokasi Gunung Sipiso-Piso

Gunung Sipiso-Piso ini terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kalo dari Medan palingan cuma 3 jam doang untuk menuju kaki gunungnya. Oh ya, gunung ini letaknya juga nggak jauh dari Danau Toba, dari puncaknya juga bisa melihat pemandangan Danau Toba, cakep cuy.

Gunung ini terbentuk dari batuan lava andesite akibat aliran magma di bawah permukaan bumi. Gunungnya memiliki ketinggian hingga 1900 mdpl. Gunung ini juga dikenal dengan mama Bukit Gundul karena pepohonan cuma tumbuh di sepanjang jalur pendakian dan bagian puncaknya doang. Sedangkan bagian tubuh gunung ini cuma ditumbuhi rerumputan doang.
Plang informasi Gunung Sipiso-Piso
Setelah berdoa bersama, kami pun memulai trekking pendakian menuju puncak gunung ini. Enaknya gunung ini punya jalur pendakian yang sudah diaspal, walaupun aspalnya udah rusak, tapi memudahkan untuk melakukan pendakian.

Sunset di Gunung Sipiso-Piso

Sekitar 1 jam lebih kemudian kami sampe juga di puncak Gunung Sipiso-Piso ini. Bersamaan dengan itu, matahari terbenam pun menyapa kami, cahayanya yang jingga pucat mengintip malu-malu dari balik awan dan pegunungan Bukit Barisan di ufuk barat. Sayangnya karena aku harus mendirikan tenda, aku tak bisa menikmati saat-saat matahari terbenam tersebut.
Cahaya matahari senja mengintip di balik awan

Biasa cahaya senja di Danau Toba
Tak lama, kegelapan pun mulai menyelimuti puncak Gunung Sipiso-Piso ini. Bermodalkan cahaya api unggun yang tertiup angin, kami menikmati makan malam yang sederhana, sederhana tapi lauknya ayam bakar. 🤣

Karena mereka pengennya sambil piknik, jadi sebelum pendakian mereka udah nyiapin semua kebutuhan logistik sampe cemilan pun ada banyak. Mantap uy.

Tapi karena suhu udara yang makin turun dan angin yang bertiup cukup kencang, membuat kami tak berlama-lama di luar tenda. Jam 9 malam kami sudah masuk ke tenda masing-masing dan berharap terlelap agar paginya bisa menikmati sunrise yang indah.

Zzz....

Woy bangun Woy, sunrise woy. Mataharinya cantik kali, bulat banget.” Tiba-tiba di luar udah heboh aja. Kulihat layar hape, masih jam 4 pagi.

Mana ada jam 4 sunrise.” Ucapku sambil melongokkan kepala dari pintu tenda.

Itu bang, mataharinya bulat banget.” Jawab Elsa, salah satu anggota pendakian ini sambil menunjuk ke arah barat.

Ha?? Itu bulan, bukan matahari, ya ampun.. tidur lagi kalian.” Perintahku saat menyadari kenyataan.

Bisa-bisanya mereka nyangka bulan purnama itu matahari, sampe pake selfie pulak itu. Ya ampun.... Mengigau kok sampe separah itu dan sampe satu tenda pula.

Nggak paham lagi aku cuy.

Tidur aja lah lagi.

Zzz....

Sunrise dari Puncak Gunung Sipiso-Piso

Jam 5.30 aku pun bangun kembali dan mulai membangunkan mereka yang masih tertidur agar segera beribadah dan bisa melihat sunrise yang asli. Bukan bulan purnama. -_-

Tak lama di ufuk timur terlihat semburat cahaya kemerahan, tanda sang penguasa siang itu telah bangun. Perlahan cahaya kemerahan itu semakin meluas memenuhi langit di sisi timur. Semakin lama cahayanya semakin terang hingga permukaan Danau Toba yang tenang dan pinggirannya yang berkelok-kelok bisa terlihat. Bahkan Pulau Samosir di seberang sana pun terlihat. Indah banget cuy.
Semburat kemerahan di ufuk timur
Pagi di atas Danau Toba
Setengah jam kemudian, sang raja itu pun akhirnya terlihat. Cahayanya yang hangat menyinari segenap permukaan. Segera aku mengabadikan moment tersebut. Sungguh, ini salah satu pemandangan terindah yang pernah kulihat.
Sang matahari menampakkan diri
Cahaya matahari yang hangat terlihat membias di permukaan air Danau Toba yang tenang. Di sekeliling Danau Toba nampak pula perbukitan hijau yang berkelok-kelok. Perpaduan warna yang ada menghasilkan gradasi warna yang begitu indah. Sungguh indah sekali.
Luar biasa indahnya

Danau Toba dari atas Gunung Sipiso-Piso

Alam Indonesia juara banget

Menikmati cahaya matahari pagi
Satu lagi yang menarik dari puncak gunung ini adalah lekuk-lekuk daratan di pinggir Danau Toba terlihat persis sama dengan gambar Danau Toba yang ada di Uang Rupiah 1000 emisi 1992. Yupz.. gambar Danau Toba di uang tersebut memang diambil dari tempat ini. Keren banget cuy. Sumpah, keren banget.
Kelok-kelok dataran di pinggir Danau Toba

Uang Rp. 1000 dan Danau Toba

Sang backpacker menanti pagi

Sunday, August 25, 2019

Petualangan di Hong Kong: A Symphony of Ligts



Puas menikmati Mong Kok sambil nyari oleh-oleh, kami pun segera kembali menuju Tsim Sha Tsui dengan menggunakan MRT. Ada satu agenda penting yang ingin kami saksikan di sana, yaitu A Symphony of Lights.

A Symphony of Lights sendiri adalah sebuah pertunjukan multimedia dari cahaya lampu dan suara paling spektakuler di dunia dan diakui sebagai salah satu pertunjukan yang ikonik di Hong Kong.

Kami menyaksikan pertunjukan ini dari Hong Kong Cultural Center di Tsim Sha Tsui yang menghadap langsung ke Selat Victoria. Saat kami tiba di sana, pengunjungnya udah lumayan rame, jadi kami harus nyari spot yang nyaman untuk menikmati pertunjukan.

Tepat pukul 8 malam, pertunjukan A Symphony of Lights pun di mulai. Cahaya dari lampu sorot, laser, layar dan lampu LED berpadu dengan alunan symphony memenuhi langit malam kota Hong Kong berserta gedung-gedung pencakar langitnya.

A Symphony of Lights di Hong Kong

Laser dan cahaya lampu A Symphony of Lights
Gedung pencakar langit Hong Kong yang tadinya megah, semakin cantik dengan hiasan lampu-lampu tersebut. Cahaya lampunya yang memantul di atas perairan Selat Victoria juga menambah indah pemandangannya.

Sumpah, pertunjukannya keren banget.
Cahaya lampu memantul di Selat Victoria

Pantulan lampu di Selat Victoria
Setelah pertunjukan selesai, pengunjung pun membubarkan diri. Namun kami masih tetap di tempat, karena kami masih ingin menikmati pemandangan Hong Kong ini sedikit lebih lama. Menikmati indahnya pemandangan kota yang begitu megah di seberang Selat di saat malam hari.
Hong Kong di saat malam

Indahnya Hong Kong saat malam
Siganteng menikmati Hong Kong

Oh ya, di dekat kami ini juga ada satu bangunan bersejarah yaitu The Clock Tower. The Clock Tower adalah sebuah menara jam bersejarah yang dibangun pada tahun 1915 sebagai bagian dari stasiun kereta Kowloon-Canton. Sekarang cuma menara jam ini saja yang tersisa dan dijaga dengan baik.
The Clock Tower

Berhubung hari yang semakin malam dan kapal pesiar superstar virgo yang kami naiki akan segera berlayar, kami pun kembali ke kapal. Aku pun segera kembali ke kabin untuk mandi dan bersih-bersih. Setelah itu baru deh makan malam.

Seperti biasa, aku makan malam di Resto Mediterrania Buffet yang ada di deck 7 kapal ini. Dan menu malam ini adalah udang, daging sapi dan ada daging ayam dengan saus. Jujur aja, daging ayamnya enak banget. Bikin pengen nambah terus, sayang perut nggak muat.

Beuh.. mantap rasanya setelah mengisi perut.
Menu makan malam di kapal pesiar

Setelah itu aku segera naik ke sun deck dan melihat kapal pesiar ini yang mulai berlayar meninggalkan pelabuhan Hong Kong. Perlahan Hong Kong semakin terlihat menjauh hingga hilang dari penglihatan.

Ah... Selamat tinggal Hong Kong, semoga kita bisa bertemu lagi di kemudian hari.
Selamat tinggal Hong Kong

Siganteng yang unyu di Hong Kong

Monday, February 19, 2018

Petualangan di Kapal Pesiar: Naik ke Kapal SuperStar Virgo



Yo sahabat backpacker, balek lagi nih si cowok ganteng nan unyu. Kali ini aku masih akan melanjutin kisah petualangan gratisku di luar negeri dan kisahnya masih seputar Kota Manila. Kalo sebelumnya aku udah jelajahi Rizal Park dan Intramuros yang merupakan objek wisata bersejarah di Kota Manila ini, sekarang perjalanan ku berlanjut ke Pelabuhan Manila.

Kenapa aku harus ke sana?

Karena hadiah utama kita udah menanti di sana coy.

Apalagi kalo bukan hadiah naik ke Kapal Pesiar SuperStar Virgo. Yups.. kapal pesiarnya udah menanti di sana.

Begitu kami nyampe di Pelabuhan Manila ini, ternyata di pelabuhan udah rame banget ama penumpang yang lagi ngantri untuk chek in. Kami sendiri nggak langsung chek in sih, soalnya kami lagi nunggu manager pemasaran Kapal Pesiar SuperStar wilayah Indonesia yang katanya juga bakal ikut berlayar nemenin kami. Wah... asyik juga tuh.
Udah rame orang di pelabuhan
Sambil nunggu managernya datang, kami memilih untuk duduk-duduk nyantai sambil ngisi kartu imigrasi. Ya aku juga sekalian cuci mata, mana tau ada cewek bening yang ikut berlayar. Tapi sayangnya sih semua cewek beningnya liburan ama keluarganya. Jadi ada bodyguardnya coy. Serem.

Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya sang manager pun datang. Kami langsung aja chek in, soalnya udah nggak sabar juga kan untuk masuk ke kapal ini. Saat chek in, tiket kami diganti dengan satu kartu yang menjadi kunci kabin dan alat transaksi saat berada di atas kapal nanti.
Kartu untuk kunci kabin
Namun sebelum memasuki Kapal Pesiar SuperStar Virgo ini, aku masih harus melewati pemeriksaan metal detector. Ya mirip-mirip di bandara gitu. Setelah itu baru deh ngelewati imigrasi.

Damn! harus ngelewati imigrasi lagi. padahal yang kemarin aja aku masih keringat dingin pas mau ngelewati imigrasi untuk masuk ke Filipina. Akhirnya sambil nunggu giliran, aku ngafal-ngafal apa yang kira-kira bakal dijawab. Maklum coy, bahasa inggris ku masih ambudradul.
 
hey, are you muslim?” tanya petugas imigrasi berkumis itu sambil memeriksa paspor ku.

Yes. I’m muslim sir.” jawabku setelah kaget nggak nyangka akan pertanyaannya.

Me too.” Kata si bapak lagi sambil tersenyum dan kemudian dia juga mengatakan kalo beliau pernah berkunjung ke Surabaya.

wow... i’m from North Sumatera, Medan, Lake Toba.” Kataku.

Si bapak kemudian menstempel pasporku sambil bilang. “enjoy your holiday.

Thank you sir.” Aku pun tersenyum senang.

Asyik... ternyata kali ini aku ketemu petugas imigrasi yang baik dan semua dipermudah, senangnya...

Setelah selesai melewati imigrasi baru deh aku melihat langsung kapal pesiarnya dan wow! Aku lagi nggak bermimpi kan? Serius, ini rasanya kayak mimpi aja. Soalnya aku kan emang berasal dari keluarga nelayan, jadi sebenarnya udah terbiasa dengan laut dan kapal. Tapi kapal terbesar yang pernah kunaiki itu nggak pernah lebih dari 15 meter panjangnya. Sedangkan nih kapal super mewah berlantai 13 dengan panjang mencapai 268 meter. Gilak banget. Setelah ku cubit pipi dan rasanya sakit, akhirnya aku yakin kalo ini bukan mimpi, ini nyata cuy.
Kapal Pesiar SuperStar Virgo
Yang bikin kenyataan ini terasa seperti mimpi adalah aku naik Kapal Pesiar SuperStar Virgo ini gratis sebagai hadiah dari kompetisi d’Traveler of The Year. Jadi jangan iri ya, soalnya ini wisata gratis. Gratis cuy. Jangan iri. Hahaha...
Para pemenang lainnya
Tapi denger-denger sih, harga tiket Kapal Pesiar SuperStar virgo dengan rute Manila-Laoag-Kaohsiung-Hongkong-Manila ini sekitar 9 jutaan gitu katanya untuk pertempat tidur di tipe kabin ocean view. Kalo untuk tipe yang lebih mewah lagi tentu harganya lebih mahal lagi. Itu harganya persatu tempat tidur lho, bukan perkabin.

Buat teman-teman yang mungkin ingin ngerasain juga gimana serunya naik kapal pesiar, untuk mesan tiketnya sekarang bisa mesan di agen wisata terutama saat ada travel fair atau bisa mesan secara online kalo nggak salah.

Zaman sekarang mah semua kan udah bisa online biar kita makin mudah, jangankan tiket kapal pesiar coy, tiket kereta api aja pun sekarang kita bisa pesan secara online. Kalo mau pergi, tinggal ambil hape, buka aplikasi pemesanan seperti Tokopedia, pesan tiketnya dan tinggal berangkat aja deh. Zaman now ya beli tiket kereta lewat Tokopedia aja lah, banyak diskon dan promonya lagi.

Nggak cuma itu aja lho, bahkan sekarang tiket konser kini tersedia di Tokopedia. Kalo mau happy-happy nonton konser tanpa harus capek-capek antri beli tiket ya pesan online aja. Oh ya, kalo mau tiket masuk ke wahana wisata pun juga ada lho. Lebih mudah dan murah cuy. Sekarang mah tinggal mesan bus aja nih yang belum bisa online kalo di Kota Medan.

Ok deh, sekarang saatnya aku naik ke kapal pesiar ini. Let’s go.
Si ganteng nan unyu dan kapal pesiar

Saturday, January 13, 2018

Pengalaman Pertama ke Luar Negeri



Sesampai di Soeta akhirnya aku bertemu dengan orang-orang hebat yang udah berhasil menang di kompetisi d’Traveler of The Year, ada mas Pradikta dari Surabaya pemenang dikategori artikel paling banyak di share di medsos, ada Mas Zudi dari Jakarta pemenang kategori artikel yang paling banyak dibaca dan ada Mas Sofyan dari Bengkulu pemenang kategori foto instagram. Wih... orang-orang hebat semua nih. Kalo aku juga orang hebat nih, orang hebat yang beruntung di Sumatera Utara ada banyak objek wisatanya jadi bisa banyak nulis cerita. Hahaha...

Selesai kenalan, kami kemudian check in. Deg-degan juga sih. Soalnya ini akan jadi pengalamanku yang pertama ke luar negeri dan pengalamanku yang kedua naik pesawat terbang.

Damn! Baru juga kemarin pagi aku naik pesawat untuk yang pertama kalinya dan sekarang aku udah harus naik pesawat lagi untuk yang kedua kalinya. Rasanya nih jantung masih berdebar-debar, belum siap cuy, terutama saat take off dan landing pesawatnya. Takut mati oy...

Yang sialnya, udahlah aku masih serem naik pesawat, ternyata nih pesawat pake acara transit di Malaysia. Sial banget.... artinya dalam satu hari ini aku bakal dua kali naik pesawat dan bakal 2 kali take off dan 2 kali landing. Kampret.

Tapi pesawat Malaysia Air ini asyik juga sih, di setiap kursinya itu dilengkapi tv kecil dengan koleksi film yang beragam dan ada makanannya juga. Sikat.... #anak kost yang nggak bisa liat makanan. Hehehe.

Soalnya kemarin di Citilink kagak ada cuy. Hahaha...

Setelah 2 jam, akhirnya pesawat Malaysia Air yang ku naiki mendarat sempurna di Bandara Internasional Kuala Lumpur dan akhirnya secara resmi aku nginjaki kaki di negeri orang. Hup....
Nyampe juga di Malaysia cuy
Bandara KLIA ini besar banget ternyata. Berhubung penerbangan kami selanjutnya yang menuju Manila waktunya cuma 2 jam lagi, akhirnya kami memilih untuk nggak keluar dari bandara. Ya cuma duduk ngasoy aja di bandara sambil nyobain wifi gratisnya. Kalo mau ke Kuala Lumpur juga nggak bakal sempat waktunya.
Ngaso sambil liatin pesawat di bandara
 Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kami kembali masuk ke pesawat Malaysia Air dan take off menuju Manila, pemberhentian terakhir kami. Walaupun ini penerbangan ketigaku, tetap aja deg-degan cuy, rasanya jantung tetap berdebar-debar.

Tapi syukurnya, setiap naik pesawat aku selalu dapat kursi di sebelah jendela dan aku pun bisa ngeliat pemandangan yang indah dari ketinggian. Kalo kemarin pagi tuh aku nikmati keindahan matahari terbit dari balik jendela pesawat. Sekarang aku disuguhi pemandangan matahari terbenam dari balik jendela pesawat. Amboy... cakep banget cuy, cahaya jingganya yang kemerahan itu terlihat bersinar di balik awan. Mantap deh.
Indahnya senja di ketinggian ribuan meter
 Dan akhirnya setelah beberapa jam terbang di langit, akhirnya kami nyampe juga di bandara Manila, Filipina. Hup... sekali lagi aku resmi nginjaki kaki di negeri orang. Yeeee...

Tapi kebahagianku nggak berlangsung lama sih, soalnya setelah ini harus ngelewati imigrasi yang bikin deg-degan juga. Moga aja nggak ditanya yang sulit-sulit pikirku, soalnya bahasa inggrisku lumayan kaco. Hahahha...

“what are you doing?” tanya si mister dari ruangan imigrasinya sambil megang pasporku.

“me... with my friend want go to holiday with cruise ship”. Jawabku dengan terbata-bata dengan bahasa inggris yang amburadul -_-“.

“cruise ship?” tanya si mister lagi.

“Yes.. cruise ship.”

“wow.. amazing” kata si mister sambil ngestampel pasporku.

Alhamdulillah.... akhirnya secara resmi aku jalan-jalan di negeri orang.
Selamat datang di Manila