Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Thursday, October 22, 2020

Roti Ganda, Oleh-Oleh Khas Pematang Siantar

Roti Ganda Pematang Siantar
Ada banyak kue di Roti Ganda

Roti Ganda adalah sebuah roti tawar yang diolesi srikaya, mentega ataupun meses. Roti ini merupakan oleh-oleh khas Pematang Siantar yang cukup terkenal di Sumatera Utara.

Hai sahabat backpacker...

Setelah sebelumnya aku dan adikku menukarkan uang peringatan kemerdekaan 75 tahun Republik Indonesia di Bank Indonesia cabang Pematang Siantar, rencananya kami akan sekalian sholat jumat di Masjid Raya Pematang Siantar yang terletak tak jauh dari gedung Bank Indonesia.

Baca juga: Menukar Uang Baru Rp.75.000 di Bank Indonesia Pematang Siantar

Tapi jam di pergelangan tanganku belum lagi menunjukkan pukul 10 pagi. Jadi waktu sholat jumat masih lama. Untuk membunuh waktu, rencananya kami akan berwisata dahulu di Museum Simalungun yang letaknya tak jauh dari Bank Indonesia Pematang Siantar. Namun kami harus kecewa karena selama pandemi ternyata museum tersebut ditutup.

Aku lantas mencoba mengarahkan motor ke Vihara Avalokitesvara yang punya patung Dewi Kwan Im tertinggi di Asia Tenggara. Namun lagi-lagi kami harus gigit jari, vihara ini juga ditutup untuk umum selama pandemi.

Oh ayolah!!! Covid-19 ini nyebelin banget. Mau wisata kemanapun jadi susah. Objek-objek wisatanya juga pada ditutup. Cepatlah kau pergi korona! Hush... hush...

Pada akhirnya kami jadi bingung mau kemana. Padahal udah jauh-jauh datang ke Pematang Siantar. Tapi apalah daya, kondisinya tak memungkinkan. Akhirnya kami putuskan untuk pulang aja. Apalagi di sini sekarang turun hujan setiap sore, jadi kuusahakan agar tak pulang kesorean. Kan nggak seru kalo kehujaan saat naik motor.

Namun sebelum pulang, aku memutuskan untuk singgah sejenak di Toko Roti Ganda, sebuah toko roti yang sangat terkenal di Pematang Siantar untuk membeli oleh-oleh.

Alamat Toko Roti Ganda

Toko Roti Ganda beralamat di Jalan Sutomo No. 89, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematang Siantar. Tokonya berada di pusat Kota Pematang Siantar sehingga cukup mudah untuk dikunjungi. 

Roti Ganda Pematang Siantar
Toko Roti Ganda di Jalan Sutomo, Pematang Siantar

Selain itu, toko ini juga dibuka di Jalan Kartini No.21, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar. Toko di Jalan Kartini ini letaknya tak jauh dari stasiun kereta api Pematang Siantar.

Roti Ganda Oleh-Oleh Khas Siantar

Sebenarnya Roti Ganda ini adalah sebuah roti tawar yang di belah dua dan di tengahnya dioleskan srikaya, ataupun cream dan taburan meses. Yang membuat roti ini begitu populer adalah rasa rotinya yang empuk dan lembut. Selai srikayanya juga punya rasa yang mantul. Sedangkan jika memilih isian cream dan meses, mesesnya itu nggak pelit, alias banyak banget. Sebungkus roti ganda ini dihargai seharga Rp. 16.000 aja. Nantinya roti ini akan dibungkus dengan pembungkus kertas. 

Roti Ganda Pematang Siantar
Antri membeli roti ganda

Selain roti ganda, toko roti ini juga menjual kue-kue lain dengan rasa yang tak kalah enak seperti bika ambon, bolu gulung, bolu pisang, brownies, donat, roti-roti kecil dan berbagai kue oleh-oleh lainnya seperti kue kering, kacang, dan lain-lain. Semuanya telihat menggiurkan dan enak banget. 

Roti Ganda Pematang Siantar
Aneka kue-kue lain

Btw, kalo kalian nanya, kok nggak ada foto roti gandanya?

Roti gandanya keburu abis begitu nyampe di rumah. Jadi nggak disempat difotoin, wkwkwkwk...

Monday, October 19, 2020

11 Tempat Wisata di Kota Tanjungbalai beserta Transportasi dan Penginapannya

Wisata Tanjungbalai
Wisata Kota Tanjungbalai

            Tanjungbalai adalah sebuah kota kecil di Sumatera Utara. Kota ini berada di antara aliran dua sungai, yaitu Sungai Asahan dan Sungai Silau yang bermuara ke Selat Malaka. Meskipun hanya kota kecil, namun kota ini memiliki banyak destinasi wisata. Termasuk wisata sejarah karena dulunya Kota Tanjungbalai merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Asahan.

Berikut ini aku akan menyajikan informasi mengenai obejk-objek wisata yang ada di Kota Tanjungbalai. Daftar ini kubuat berdasarkan tempat-tempat yang memang telah kukunjungi secara langsung, jadi bisa kujamin kebenarannya. Daftar ini juga bisa bertambah nantinya jika aku jalan-jalan lagi ke kota ini.

11  Tempat Wisata di Kota Tanjung Balai

1.    Balai di Ujung Tanjung

Balai di Ujung Tanjung merupakan sebuah replika rumah balai yang merefleksikan asal muasal dan sejarah Kota Tanjungbalai. Rumah Balai ini terletak di ujung daratan Tanjungbalai dan tepat di depan pertemuan aliran Sungai Asahan dan Sungai Silau. Nama kota ini pun diambil dari sini, yaitu Balai yang ada di Tanjung sehingga menjadi Tanjungbalai. Alamat Balai ini terletak di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kota Tanjungbalai.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Rumah Balai, Asal Usul Sejarah Kota Tanjungbalai 

Wisata Tanjungbalai
Balai di Ujung Tanjung

2.    Replika Istana Asahan

Replika Istana Asahan atau yang diberi nama Bangunan Bersejarah Kota Tanjungbalai adalah sebuah bangunan replika dari Istana Kesultanan Asahan. Bangunan ini diresmikan pada tahun 2010 yang lalu, bersamaan dengan peresmian Balai di Ujung Tanjung. Replika Istana Asahan beralamat di Jalan Bondang. Dulunya Istana Asahan berada di belakang Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, namun istana tersebut telah dirobohkan dan berganti ruko-ruko milik swasta.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Istana Kesultanan Melayu Asahan 

Wisata Tanjungbalai
Replika Istana Asahan

3.    Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah atau yang lebih dikenal dengan nama Lapangan Pasir adalah sebuah lapangan alun-alun yang menjadi lokasi peringatan hari-hari besar dan juga pusat keramaian di Kota Tanjungbalai.

Lapangan dengan pendopo atap berbentu cangkang kerang ini juga dilengkapi dengan jogging track, kolam air mancur, hingga bangku-bangku taman.  Di bagian belakang lapangan ini juga terdapat Tanjungbalai Food Court, sentra kuliner di Kota Tanjungbalai.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Lapangan Pasir alias Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Tanjungbalai 

Wisata Tanjungbalai
Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

4.    Masjid Raya Sultan Ahmadsyah

Masjid Raya Sultan Ahmadsyah adalah masjid tertua dan bersejarah di Kota Tanjungbalai. Masjid ini dibangun pada tahun 1884 oleh Sultan Ahmadsyah, salah satu sultan yang pernah memerintah Kesultanan Asahan yang gigih melawan Kolonial Belanda.

Masjid ini dibangun dengan memadukan unsur-unsur arsitektur Melayu. Selain itu, masjid ini juga tak memiliki satu pun pilar di bagian dalam masjid, tetapi memiliki banyak pilar di bagian luarnya.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Masjid Raya Sultan Ahmadsyah 

Wisata Tanjungbalai
Masjid Raya Sultan Ahmadsyah

5.    Vihara Tri Ratna

Vihara Tri Ratna adalah satu-satunya vihara di Kota Tanjungbalai dan dibangun sejak tahun 1984. Dulunya di atap vihara ini terdapat sebuah patung Budha berukuran besar. Hanya saja sekarang patungnya diletakkan di sisi bangunan vihara. Vihara ini berada di dalam kawasan Tanjungbalai Waterfront City dan tak jauh dari Balai di Ujung Tanjung.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Vihara Tri Ratna Tanjungbalai 

Wisata Tanjungbalai
Vihara Tri Ratna

6.    Kelenteng Dewi Samudera

Kelenteng Dewi Samudera merupakan kelenteng terbesar di Kota Tanjungbalai dan diresmikan sejak tahun 2009 yang lalu. Kelenteng dengan warna merah menyala dan arsitektur khas Tionghoa ini berada dalam kawasan Tanjungbalai Waterfront City dan bersebelahan dengan Vihara Tri Ratna.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Kelenteng Dewi Samudera Tanjungbalai 

Wisata Tanjungbalai
Kelenteng Dewi Samudera

7.    Jembatan Tabayang

Jembatan Tabayang alias Jembatan Tanjungbalai-Sei Kepayang adalah jembatan terpanjang di Sumatera Utara dengan panjang mencapai 600 meter lebih. Jembatan ini berdiri di atas aliran Sungai Asahan dan menjadi penghubung antara Kota Tanjungbalai dengan Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Jembatan Tabayang, Jembatan Terpanjang di Sumatera Utara 

Wisata Tanjungbalai
Jembatan Tabayang

8.    Tanjungbalai Food Court

Tanjungbalai Food Court adalah sebuah kawasan sentra kuliner di Kota Tanjungbalai. Tempat ini berada tepat di belakang Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah. Di sini menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman seperti nasi goreng, mie goreng, bakso, mie ayam, jagung rebus dan jagung bakar, rebus kerang, kelapa muda, aneka jus dan masih banyak menu lainnya.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Tanjungbalai Food Court 

Wisata Tanjungbalai
Tanjungbalai Food Court

9.    Pantai Galau

Pantai Galau adalah sebuah kafe yang berkonsep outdoor dan terapung di atas aliran Sungai Asahan. Kafe ini menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Namun yang paling menarik dari kafe ini adalah pemandangannya. Dari kafe ini bisa terlihat Sungai Asahan dan Sungai Silau dengan kapal-kapal yang berlalu lalang. Di seberang sungai juga terlihat Kota Tanjungbalai dan jika malam hari akan terlihat semakin cantik karena cahaya lampu kota akan memantul di atas aliran sungai.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Galau dan Tanjungbalai di Kala Malam 

Wisata Tanjungbalai
Kafe Pantai Galau
Wisata Tanjungbalai
Tanjungbalai di kala malam

10. Tanjungbalai Waterfront City

Tanjungbalai Waterfront City adalah sebuah taman yang berada di tepi aliran Sungai Asahan. Di taman ini terdapat jalur-jalur setapak dan bangku-bangku taman. Di sini juga ada warung-warung yang menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman. Selain itu, di sini juga bisa naik perahu untuk berwisata di Sungai Asahan.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini: Tanjungbalai Waterfront City, Wisata di Tepi Sungai Asahan 

Wisata Tanjungbalai
Tanjungbalai Waterfront City

11. Sungai Asahan

Sungai Asahan adalah sungai terpanjang di Sumatera Utara. Sungai ini berhulu di Danau Toba dan mengalir hingga ke Selat Malaka. Di Tanjungbalai, kita bisa berwisata di sungai Asahan dengan menyewa perahu seharga Rp. 10.000 perorang. Selain itu juga bisa memancing ataupun mengunjungi pulau-pulau kecil yang terbentuk di aliran Sungai Asahan. 

Wisata Tanjungbalai
Sungai Asahan

Transportasi Menuju Kota Tanjungbalai

Ada banyak cara untuk menuju Kota Tanjungbalai. yang pertama bisa menggunakan kereta api. Ada dua jenis kereta, yaitu kereta ekonomi dengan harga tiket Rp. 27.000 perorang dengan jadwal 3 kali sehari dari kota Medan. Lalu juga ada kereta kelas eksekutif dan bisnis dengan harga tiket mulai dari Rp. 110.000 dan berangkat 2 kali perhari dari Kota Medan. 

Wisata Tanjungbalai
Stasiun Kereta Api Tanjungbalai

            Cara kedua adalah dengan menggunakan bus. Ada beberapa bus dari Kota Medan menuju Kota Tanjungbalai seperti KUPJ, KUPJ Tour, Sartika, Almasar, Rajawali, dan bus lainnya. Harga tiketnya sekitar Rp. 35.000 perorang untuk bus biasa, sedangkan bus AC seharga Rp, 80.000 perorang. Jika dari daerah selain Medan, bisa naik bus dan turun di Simpang Kawat. Dari simpang tersebut bisa naik bus lain menuju Kota Tanjungbalai. Sedangkan untuk transportasi di dalam kota bisa mengandalkan angkot, becak motor dan ojek.

Cara ketiga adalah dengan menggunakan kapal ferry dan speed. Di Kota Tanjungbalai terdapat satu pelabuhan, yaitu Pelabuhan Teluk Nibung. Pelabuhan ini melayani rute ke Port Klang, Malaysia, Ledong dan Panai di Labuhan Batu hingga Panipahan di Provinsi Riau.

Penginapan di Kota Tanjungbalai

Ada beberapa penginapan yang tersedia di Kota Tanjungbalai. Kelas hotelnya pun bemacam-macam, mulai dari hotel kelas melati dengan harga Rp.100.000-an hingga hotel bintang tiga dengan harga di atas Rp. 300.000-an. Sayangnya aku belum pernah nyobain penginapan yang ada di kota ini karena rumahku hanya berjarak 1 jam perjalanan saja dari kota ini.

Demikianlah informasi tentang destinasi wisata yang ada di Kota Tanjungbalai beserta akomodasinya. Info-info ini nantinya akan kutambah jika aku berwisata lagi di kota ini.

Saturday, October 17, 2020

Lapangan Pasir alias Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Tanjungbalai

Lapangan Pasir Tanjung Balai
Lapangan Pasir alias Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

            Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah atau yang lebih dikenal masyarakat Tanjungbalai dengan nama Lapangan Pasir adalah sebuah alun-alun di Kota Tanjungbalai dan menjadi pusat keramaian masyarakat Tanjungbalai.

Hai sahabat backpacker...

Setelah sebelumnya aku dan adikku mengunjungi Tanjungbalai Waterfront City, kami kembali melanjutkan jalan-jalan sore kami. Tujuan kami selanjutnya adalah Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah atau yang lebih dikenal masyarakat Tanjungbalai dengan nama Lapangan Pasir.

Baca juga: Tanjungbalai Waterfront City, Wisata di Tepi Sungai Asahan

Alamat Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah berada di Pusat Kota Tanjungbalai, tepatnya ada di Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjungbalai.

Sejarah Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Lapangan ini dulunya adalah sebuah rawa-rawa yang berada di depan komplek Istana Kesultanan Asahan. Pada tahun 1970-an, dilakukan pengerukan di Sungai Asahan dan Sungai Silau yang beada di sisi Kota Tanjungbalai yang mengalami pendangkalan. Hasil kerukan tersebut lalu ditimbunkan ke rawa-rawa ini hingga menjadi sebuah lapangan pasir yang luas.

Lapangan pasir ini kemudian menjadi pusat keramaian mayarakat sekitar Tanjungbalai pada waktu ini. Di sini masyarakat mengadakan bazar, pasar malam, lokasi rekreasi hingga sebagai tempat berolahraga. Melihat ramainya minat masyarakat dan karena Tanjungbalai juga belum memiliki alun-alun, maka di tahun 2002 lapangan ini dihibahkan oleh ahli waris Kesultanan Asahan kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai dan ditabalkan nama Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah sebagai nama lapangannya. Btw, Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah adalah sultan pertama dari Kesultanan Asahan, sebuah Kesultanan Asahan yang pernah berdiri di wilayah Asahan dan Tanjungbalai saat ini.

Setelah itu maka dibangunlah sebuah pendopo dengan atap berbentuk cangkang kerang yang merupakan ikon Kota Tanjungbalai. Lapangan ini pun menjadi lokasi upacara hari besar nasional serta acara-acara besar seperti hari jadi Kota Tanjungbalai. 

Lapangan Pasir Tanjung Balai
Lapangan Pasir dan pendopo berbentuk cangkang kerang

Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Saat ini

Sejak tahun 2018 yang lalu, Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah ini direncanakan untuk direnovasi kembali agar tampilannya semakin baik dan memiliki fungsi yang lebih banyak dan lebih bermanfaat bagi penduduk Kota Tanjungbalai.

Akhirnya di tahun 2020 ini renovasi tersebut bisa dikatakan selesai dilakukan meski belum 100% dari rencana renovasi awal. Sekarang lapangannya diperkeras dengan dilapisi bebatuan mirip keramik. Di sekelilingnya juga disediakan jogging track yang banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain skuter dayung yang disewakan di sekitar lapangan ini. 

Lapangan Pasir Tanjung Balai
Arena jogging track

Di sisi lapangan ini juga terdapat kolam air mancur. Sayangnya sore itu air mancurnya lagi mati sih. Jadi aku nggak bisa ngelihat gimana kerennya air mancur ini. Di sisi satunya terdapat bangku-bangku dengan atap dan taman untuk bersantai, Jadi cocok untuk dikunjungi bareng keluarga. Rencananya di lapangan ini juga akan ditambahkan taman hewan mini dan taman bunga agar semakin asyik dikunjungi para keluarga. 

Lapangan Pasir Tanjung Balai
Kolam air mancur

Sayangnya aku nggak bisa berlama-lama di lapangan ini karena Awan udah merengek ngajak makan mie rebus yang ada di dekat Jembatan Sungai Silau, padahal aku masih ingin berkeliling lapangan ini. Akhirnya kami pun beranjak dari Lapangan Sultan Abdul Jalil dan segera pergi menuju tempat penjual mie rebus tersebut.

Mie Rebus Tanjungbalai

Lokasi warung mie rebus ini berada di Jalan Gereja, Kota Tanjungbalai. Warungnya tak jauh dari Pajak Kawat, sebuah pasar yang menjual berbagai macam rempah dan bumbu tradisional, serta tak jauh dari Jembatan Sungai Silau, yang menghubungkan Kota Tanjungbalai dengan Teluk Nibung. Warungnya baru buka di atas jam 2 sore hingga malam hari dan cukup ramai oleh pengunjung.

Mie rebus yang ada di sini emang enak sih menurut lidahku meski berada di kaki lima. Bahkan dari sekian banyak mie rebus yang pernah kucicipi, mie rebus di tempat inilah yang paling ku suka. Rasanya pun tak banyak berubah sejak aku pertama membelinya di tahun 2008 yang lalu.

Bahan-bahannya tetap sama seperti mie rebus pada umumnya. Yaitu mie kuning, kentang rebus, tahu, udang kecil, touge dan lainnya. Yang membedakannya adalah kuahnya yang cukup kental dan kaya akan rasa rempah. Sehingga terasa pas banget di lidahku. Harganya pun cukup terjangkau. Seporsi mie rebus di tempat ini hanya Rp. 10.000 saja. Sedangkan es teh nya hanya Rp. 3000 doang. 

Awan sedang makan mie rebus
Lapangan Pasir Tanjung Balai
Aku dan Awan di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Wednesday, May 6, 2020

Pancake Durian di Kafe Durian Maidanii

Note:
- Perjalanan ini dilakukan sebelum covid-19 mewabah dan sebelum bulan Ramadhan
- Bukan bermaksud untuk ngebuat teman-teman ngiler, anggap aja sebagai referensi buat berbuka.  不
- Stay at home kawan-kawan 

Hai sahabat backpacker...

Siapa di sini yang suka ama buah durian? Hayo angkat tangan.
Awas ngiler cuy
Kota Medan dikenal memiliki kuliner dan oleh-oleh khas durian. Namun karena buah durian nggak bisa masuk ke dalam kabin, maka banyak juga yang berkreasi mengolah buah durian ini menjadi makanan yang berbeda biar bisa masuk ke dalam kabin. Salah satunya adalah pancake durian.

Nah, dalam kesempatan kali ini aku mau berbagi cerita saat aku mencoba mencicipi rasa dari pancake durian ini. Tapi buat para pencinta buah durian, awas ngiler ya. 不

Kafe Durian Maidanii

Sebenarnya di Kota Medan ada banyak tempat yang menyediakan pancake durian ini. Tapi yang paling dekat dari kost ku adah Kafe Durian Maidanii ini, lokasinya ada di Jalan H.M. Yamin, No. 121, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Selain pancake durian, cafe ini juga menyediakan berbagai olahan durian lainnya seperti durian goreng, jus durian, sop durian dan lain-lain. Lalu juga ada berbagai minuman jus hingga makanan lain seperti nasi goreng, dimsum, kentang goreng, spagetti, dan banyak menu lainnya.
Kafe Durian Maidanii

Buku menunya
Btw, kafe dengan warna hijau kuning, khas warna durian ini juga enak buat nyantai soalnya di sini tersedia wifi gratis dan di setiap meja tersedia colokan listrik. Jadi buat yang mau nyantai ataupun mau ngerjain tugas, bisa banget di kafe ini sambil menikmati menu-menu yang tersedia.
Suasana di dalam kafe
Pancake Durian

Karena tujuan utamaku ke kafe ini adalah pancake durian, jadi menu yang kupesan ya pastinya pancake durian dong. Aku memesan pancake durian porsi Rp. 16.000 yang berisi 4 buah berwarna hijau.

Rasa pancake durian ini, beuuuhhhh... Enak cuy. Pas digigit, kulit crepesnya yang lembut pas banget sama isiannya yang berupa puree daging durian dan vla yang dikocok halus. Rasa duriannya kerasa banget lumer di lidah. Aroma duriannya juga kerasa walau tak begitu kuat seperti saat makanan durian langsung dari buahnya. Jadi intinya, pancake durian ini enak banget cuy.
Pancake durian
Sop Durian

Untuk minumannya aku memesan sop durian. Sop durian ini terbuat dari daging durian yang ditambah potongan buah segar seperti strawberry, lengkeng, anggur, dan lainnya. Kemudian juga ditambah potongan agar-agar berbagai warna serta nata decoco. Terakhir ditambah dengan syrup manis, parutan keju dan potongan es batu. Rasa sop durian ini segar banget dan kerasa banget duriannya.
Sop durian
Njir... Jadi mabuk durian aku. 

Sunday, May 3, 2020

Sate Rusa di Cafe Rumah Pohon, Medan


Note: 
- Perjalanan ini dilakukan sebelum covid-19 mewabah dan sebelum bulan Ramadhan
- Bukan bermaksud untuk ngebuat teman-teman ngiler, anggap aja sebagai referensi buat berbuka. 不
- Stay at home kawan-kawan

Hai sahabat backpacker...

Sebagai orang yang suka dengan menu daging, aku selalu penasaran dengan rasa daging-daging hewan yang halal. Salah satu yang paling bikin aku penasaran adalah rasa dari daging rusa. Soalnya nih daging nggak mudah dapatinnya, apalagi di Kota Medan. Susah banget nyarinya.

Oleh karena itu, ketika aku dapat informasi kalo ada satu cafe yang menyediakan menu berupa daging rusa, aku pun segera ke sana.
Sate Rusa
Brmmm... Brmmm....

Cafe Rumah Pohon

Begitulah nama cafe ini. Cafe ini terletak di Jalan Sei Belutu, No. 114, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Dinamain rumah pohon karena cafe ini berpusat pada sebatang pohon rambutan tua yang tumbuh di tengah-tengah bangunan cafe. Selain itu, di sekeliling cafe ini juga banyak pepohonan rimbun yang membuat suasananya begitu asri dan segar.
Cafe Rumah Pohon
Cafe ini mengangkat menu kuliner lokal nusantara seperti arsik ayam, daun ubi tumbuk, nasi bakar, sambal teri andaliman dan banyak lagi kuliner lokal nusantara lainnya. Kemudian di cafe ini juga tersedia berbagai kue-kue lokal juga seperti wajik, timpan dan lain-lain.

Sate Rusa

Cafe ini juga menyediakan sate rusa, menu yang menjadi incaranku. Menu satu ini cukup ekslusif sih, soalnya sate rusa ini hanya tersedia di hari sabtu dan minggu doang. Daging rusanya pun didatangkan langsung dari Aceh. Karena itu, harga seporsi sate rusa ini lumayan juga. Harganya Rp. 50.000 perporsi.

Sate rusa ini terdiri atas dua tusuk besar sate yang dihidangkan di atas nampan stainless steel bersama lontong bumbu kacang dan sayuran pelengkap. Di dalam tusukan satenya juga terdapat tomat hijau, paprika, bawang dan jeruk lemon.
Seporsi sate rusa dan minumannya
Nyammm... Nyammm....

Daging rusa yang dibakar dengan lumuran kecap manis ini terasa sangat enak. Dagingnya terasa lembut, berserat, juicy dan manis. Sumpah, daging rusa itu rasanya enak banget cuy. Rasa dagingnya juga cukup berbeda dengan rasa daging sapi maupun daging kambing.

Lontong berbumbu kacangnya juga enak kok. Lontongnya lembut dan bumbunya kerasa banget. Sayuran pelengkapnya pun segar, selada dan rajangan kolnya terasa krenyes.

Tak terasa seporsi sate rusa pun habis, setelah membayar harga seporsi sate rusa, minuman dan pajak restoran, aku pun segera pulang sambil memikirkan varian mie instan untuk seminggu ke depan. 不

Note: selanjutnya aku penasaran ama sate kelinci, dimana ya adanya?
Makan bang 不
Note: wajah yg mikirin makan mie instan setelah ini

Friday, May 1, 2020

Bubur Sop, Kuliner Khas Ramadhan di Masjid Raya Medan


Note: Perjalanan ini dilakukan sebelum covid-19 mewabah, stay at home ya kawan-kawan

Ngomongin tentang Ramadhan, rasanya nggak afdol kalo nggak membicarakan tentang makanan. Bukan bermaksud untuk ngebuat temen-temen ngiler di siang hari di saat berpuasa ya. Anggap aja sebagai referensi untuk berbuka nanti. Wkwkwkwkwk
Bubur Sop di Masjid Raya Al-Mashun Medan

Hari ini aku mau berbagi cerita tentang kuliner khas bulan Ramadhan di tahun sebelumnya. Tahun ketika dunia masih aman dan kita bebas untuk menikmati acara buka puasa bersama.

Sebagai anak kost yang tinggal di Kota Medan, mencari bukaan dan takjil gratis adalah hobby yang sangat bermanfaat buatku. Lumayan buat ngirit dompet. 不 Dan kali ini aku berencana untuk menikmati buka puasa di Masjid Raya Al-Mashun Medan. Masjid tua bersejarah yang juga menjadi ikon Kota Medan.
Masjid Raya Al-Mashun Medan
Biasanya di Masjid ini selalu menyediakan bukaan berupa Bubur Sop. Kuliner khusus yang hanya tersedia saat Bulan Ramadhan. Tradisi menyediakan bukaan ini sudah dilakukan sejak tahun 1909. Saat itu menu yang disediakan adalah bubur pedas dan bubur sop, kuliner khas bangsawan Melayu. Namun karena rumitnya bahan dan cara pembuatannya, sejak tahun 1960-an, menu yang diberikan hanya bubur sop saja.

Bubur sop ini dibuat dari bahan dasar berupa beras ditambah daging dan sayuran, seperti wortel, kentang dan bumbu sop seperti merica dan seledri. Cara memasaknya pun menggunakan tungku dengan kayu bakar dan dimasak di dalam kancah tembaga besar.
Bubur Sop

Ada banyak porsinya
Meski setiap harinya selama ramadhan selalu menyediakan hingga 1000 porsi, namun bubur sop ini cepat banget habisnya. Aku aja hampir nggak kebagian. Rasa bubur sop ini memang enak. Rasanya sedikit mirip dengan bubur pedas, namun kuahnya putih dan lebih kuat rasa sopnya.
Peminat bubur sop ini rame cuy
Sayangnya selama pandemi ini, tradisi membagikan bubur sop selama Ramadhan di Masjid Raya Al-Mashun ditiadakan. Kegiatan Ramadhan Fair yang rutin digelar di depan masjid ini juga ditiadakan karena pandemi. Sayang banget. 
Ra


Thursday, April 2, 2020

Menginap di Prime Plaza Hotel Kualanamu

Hai sahabat backpacker...

Berhubung sekarang Corona ada dimana-mana dan kita disuruh buat diem di rumah doang, jadinya kan bosen tuh. Ngebosenin banget malah. Oleh karena itu, untuk beberapa waktu ke depan ini aku mau berbagi cerita-cerita petualanganku saat Corona ini belum mewabah. Yupz... Ini kisah beberapa waktu yang lalu ketika dunia masih aman, sebelum negara api menyerang.

Hari itu aku lagi senang banget, soalnya aku dapat voucher menginap gratis di Prime Plaza Hotel Kualanamu. Nginap gratis cuy, apalagi nih hotel bintang 4, padahal aku sebagai backpacker biasanya nginap di hotel seratusan ribu doang dan sekarang aku bakal nginap di hotel mewah. Mantap banget cuy.
Prime Plaza Hotel Kualanamu
Sekarang masalahnya, nih voucher ada dua biji. Jadi kira-kira ngajakin siapa ya? Mana pacar kagak ada lagi.

Eh... Walaupun ada, tetap nggak boleh oii. Dosa!

Oh iya, sebagai backpacker yang tampan dan baik hati, nggak boleh ngajak nginap anak gadis orang, ntar digolok bapaknya. Oleh karena itu, aku ngajakin adekku aja buat nyobain nih hotel. Let's go..

Alamat Prime Plaza Hotel Kualanamu

Prime Plaza Kualanamu ini beralamat di Jalan Arteri Kualanamu, Tumpatan Nibung, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Lokasi hotelnya nggak jauh dari Bandara Kualanamu, palingan beberapa menit naik kendaraan bermotor aja dari nih hotel. Jadi kalo mau nginap di dekat Bandara Kualanamu, bisalah milih nih hotel.

Fasilitas di Prime Plaza Hotel Kualanamu

Lobby hotel ini terlihat cukup berkelas dengan desain klasik, ada beberapa sofa yang tersedia di lobby hotel dengan beberapa koran, majalah dan buku tempat-tempat wisata yang ada di Sumatera Utara. Di sofa ini aku menunggu cek in hotelku diproses sambil menikmati segelas jus jeruk sebagai welcome drinknya. Segar ah..
Lobby hotelnya
Selesai cek in, aku segera masuk ke kamar yang diberikan, kamarnya adalah Superior Twin. Fasilitas kamarnya lengkap, ada pintu, jendela, dinding, tempat tidur,

Woy.. serius woy..



Fasilitas kamarnya emang lengkap, tempat tidurnya empuk banget, jauh lebih empuk daripada tilam di kostan ku yang rasanya kaya papan itu. Kemudian juga ada meja kerja, tv kabel, telpon, wifi, brankas, lukisan dinding dan banyak lagi. Ada juga pemanas air lengkap dengan kopi, teh dan gulanya.
Lorong hotelnya

Ranjangnya empuk cuy

Meja kerja dan TV kabel
Perlengkapan kamar mandinya juga lengkap, mulai dari handuk, sabun, sampo, sikat gigi dan odolnya. Air panasnya juga lancar dan deras. Mantap banget uy.
Handuk kecilnya kupake ngelap tumpahan jus jeruk.
Ketika sore menjelang, aku kemudian memutuskan untuk mencoba kolam renangnya. Byur... Seger juga berenang sore-sore. Kolamnya juga nggak begitu dalam, hanya sekitar dada doang. Di sekitar kolam renangnya juga ada kamar bilas, ruang ganti dan kursi santai bagi yang ingin duduk nyantai di dekat kolam renang.
Abis berenang, perut pun lapar. Saatnya makan. Nyummi...
Kolam renang hotelnya

Ada kursi santai juga

Bukan berang-berang ya.
Hotel ini juga punya restoran yang berada di dekat lobby. Ruangannya ada yang untuk merokok dan tanpa merokok. Menunya beragam banget, mulai dari menu tradisional sampe menu internasional.

Saat aku nyobain restorannya, ada pilihan nasi goreng dan nasi putih biasa serta nasi merah. Lauknya pun beragam, ada ayam panggang saus madu, goreng kentang, sayur, sosis dan lain-lain. Kuenya pun banyak, ada roti, cake, bolu dan banyak lagi, aku nggak tau nama-nama kuenya sih tapi ada satu yang paling enak saat kucobain, yaitu kue sus eclair. Isiannya yang lembut langsung lumer di mulut saat digigit.
Hmm... Nyummmi... Enak banget cuy.
Menunya ada banyak cuy

Kuenya juga banyak

Nasi goreng yang bikin laper

Sus Eclairnya juara banget

Minumannya juga ada banyak pilihan
Selain itu, di restorannya juga nyediain manisan, buah potong, soto medan dan mie ayam. Sayangnya perutku udah nggak muat lagi, jadi nggak nyobain itu, cuma buah potong aja sebagai penutup.
Manisan, eh.. lebih manis aku sih.

Buah potong, segeerrr

Soto medan

Gerobak mie ayam
Kenyang banget cuy. Padahal masih banyak fasilitas yang ada di hotel ini tapi...

Saatnya tidur di ranjang yang empuk. Zzzz...
Backpacker nginap di hotel mewah