Monday, December 30, 2019

Mau Ngelihat Putri Mandi di Taman Sari

Selamat pagi sahabat backpacker...

Pagi ini waktu udah menunjukkan pukul 7.30 pagi dan aku sudah selesai bersiap-siap untuk menjelajah dan berwisata di Kota Yogyakarta. Hari ini adalah hari terakhir jalan-jalan ku di Jogja dan hari ini aku akan jalan-jalan sendirian doang. Karena adikku telah menetap di pondok pesantrennya di Magelang sejak kemarin.

Berhubung sepeda motor sewaan yang kami sewa selama ini sudah kukembalikan kemarin sore, maka hari ini aku jalan-jalannya ngandelin kaki dan transportasi umum aja. Setelah selesai cek out dan sekalian menitipkan backpack di penginapan, aku pun memulai penjelajahan di Tanah Jogja dan segera memesan ojek online untuk menuju destinasi pertama.

Brrmm.... Brrrmmmm....

Tak butuh waktu lama, aku pun tiba di destinasi pertama, yaitu Taman Sari, taman atau kebun kerajaan yang katanya juga tempat mandi putri-putri kerajaan. Mantap nih.

Mikir kotor 
Taman Sari
Lokasi Taman Sari

Taman Sari ini beralamat di Jalan Tamanan, Patehan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta. Cukup deket dari alun-alun dan Keraton Yogyakarta. Harga tiket masuknya sendiri cukup murah. Perorangnya hanya bayar Rp. 5000 doang buat wisatawan lokal dan Rp. 15.000 buat turis luar negeri. Tapi kalo bawa kamera, harus bayar lagi Rp. 3000, kecuali kamera hp, kalo itu gratis.
Loket pembelian tiket
Sejarah Taman Sari

Taman ini dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758-1765 dengan kepala proyek pembangunannya adalah Tumenggung Mangundipuro dan seluruh biaya pembangunannya ditanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung Prawirosentiko beserta seluruh rakyatnya. Oleh karena itu daerah Madiun dibebaskan dari pemungutan pajak. Sedangkan arsitek pembangunan taman ini adalah seorang Portugis yang bernama Demang Tegis. Di tengah pembangunannya, pimpinan proyek diambil alih oleh Pangeran Notokusumo setelah Mangundipuro mengundurkan diri.

Bagian-Bagian Taman Sari

Setelah selesai dengan urusan tiket, akupun dengan segera masuk ke dalam kawasan Taman Sari ini. Di mulai dari gapura panggung yang menjadi pintu masuk ke Taman Sari ini. Gerbangnya cukup keren dengan arsitektur yang unik dan megah.
Setelah melewati gerbang tersebut, baru deh keliatan kolam pemandiannya, alias umbul binangun. Tempat ini dulunya merupakan kolam pemandian bagi Sultan, Permaisuri, istri-istri raja dan putri-putrinya. Tapi itu dulu sih, kalo sekarang udah jadi tempat wisata dan nggak ada lagi putri-putri yang mandi di sini.
Duh.. padahal udah ngarep liat putri mandi. :D 
Gapura Panggung


Umbul Binangun

Kolam air nya

Ada yang ikut ke foto

Lanjut ke bagian dalamnya lagi terdapat sebuah gerbang yang dinamain Gapura Agung. Dulunya gapura ini menjadi lokasi transit bagi kereta kencana kerajaan yang digunakan Sultan dan keluarganya. Gapura ini pun sangat indah dengan ornamen bunga dan sayap.
Gapura Agung
Selain itu, Taman Sari ini sebenarnya masih memiliki banyak lagi bagian-bagian yang lainnya. Seperti danau buatan dengan pulau buatan di tengahnya. Kemudian juga terdapat kanal yang menghubungkan Keraton dengan Taman Sari. Konon, sultan sering bersampan dari Keraton menuju Taman Sari ini. Selain itu juga ada jembatan gantung dan masih banyak bangunan lainnya.
Nggak tau bangunan apaan
Namun sayangnya saat ini kebanyakan bangunan-bangunan tersebut sudah rusak atau beralih menjadi pemukiman penduduk. Bahkan danau buatan tersebut sudah tidak terlihat lagi. Katanya cuma satu bangunan lagi yang masih utuh yang terpisah dari Taman Sari ini, yaitu Sumur Gumuling. Tapi aku nggak nemu petunjuk arahnya.
Hmm... Sepertinya harus menjelajah nih. Lets go..
Si ganteng yang unyu di Taman Sari

17 comments:

  1. Ditunggu nih hasil penjelajahannya di Sumur Gumuling, penasaran kayak gimana sih bentuknya. Apakah seperti sumur ? wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip... Setelah ini bakal ditulis kok, apakah bentuknya memang seperti sumur?

      Delete
    2. keren dah, ditunggu next postnya yak. wkwkwk

      Delete
  2. Pernah mampir sini sebentar saat main ke Keraton Yogya. Rame banget sih. Paling suka di bagian lorong menuju masjid bawah tanah itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang rame sih, pas saya ke sini juga pengunjungnya cukup rame.

      Delete
  3. Aku paling suka naik ke menara eh bangunan itu. Dari atas sana cakep banget viewnya, buat ambil foto juga seru. Walau emang agak tricky ya haha karena jendelanya ada penghalang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin coba naik sih, tapi berhubung cuacanya panas, jadi turun lagi deh. :D

      Delete
  4. Baru tahu kalo taman sari ternyata arsitek nya adalah orang Portugis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, karena itu arsitekturnya memiliki gaya pemandian Eropa.

      Delete
  5. Aku ngebayangin pas zaman dulu saat msh dipakai untuk mandi, airnya sejernih apa yaaaa.. soalnya kalo melihat air yg skr, hijau begitu, aku malah rada geli bayangin mandinya hihihihi :D. Dulu bening mungkin ya mas, blm ada polusi apapun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya bening lah mbak. Kan kagak mungkin seorang raja mandinya di air lumut. :D

      Delete
  6. Beberapa kali ke Yogya tapi belum kesini. Kunjungan selanjutnya wajiiiib kesini nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus itu mas, soalnya seru juga lho dan deket dari pusat kota.

      Delete
  7. Udah lima kali main ke taman sari, ga ada bosennya uy.. Huhu
    Seneng aja rasanya tp kl siang dikit puanasnya uuuw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak amat mbak sampe lima kali.

      Iya sih, cuacanya panas beutt.

      Delete
  8. yaaah gagal ya liat putri mandi,, putri2nya udah nggak ada,, mungkin harusnya datang malam2 biar bisa liat putri mandi wkwk..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan sopan :)