Tuesday, April 9, 2019

Petualangan di Taiwan: Love River

Love River

Hai sahabat backpacker….

Akhirnya setelah sekian lama vakum, aku bisa nulis lagi. Kemarin itu emang lagi nggak ada laptop sama sekali, jadi ya nggak bisa nulis deh. Syukurnya saat ini aku udah ada laptop lagi, laptop minjem sih. Wkwkwkwkk… ya semoga ntar bisa punya laptop sendiri. Amin…

Sekarang aku mau ngelanjutin kisah petualanganku saat naik Kapal Pesiar Superstar Virgo yang singgah di Kota Kaohsiung, Taiwan. Setelah sebelumnya kami sempat nyasar karena si bapak sopir yang salah nangkap tujuan kami, akhinya kami dibawa kembali ke jalan yang benar dan tiba di Love River.

Welcome to Love River
Love River
Love River ini adalah sebuah sungai yang membelah Kota Kaohsiung dengan aliran menuju Pelabuhan Kaohsiung. Sungai yang lebih dikenal dengan nama Ai He oleh penduduk setempat ini juga merupakan ikon wisata utama Kota Kaohsiung. Konon katanya kalo belum ke sini ya belum ke Kaohsiung.

Btw kalo mau ke sini, bilang ke sopirnya ke Ai He, jangan bilang ke Love River, soalnya ntar nyasar kayak kami dan dibawa pak sopir ke kebun binatang Love Hill. -_-

Suasana di sekitar Love River

Love River ini punya lanskap yang sangat indah. Sungainya itu punya air yang jernih dan bersih banget, bahkan di beberapa titik kita bisa ngeliat dasar sungainya saking jernih dan bersih airnya. Keren abis cuy. 
Sungaimya cakep
Lalu di bantaran sungainya itu disediain pedestrian yang cantik. Pedestriannya ditanami berbagai bunga dan banyak pepohonan rindangnya. Lalu di sekitarnya terdapat bangku-bangku dari kayu dan beton yang tersebar di seluruh penjuru pedestrian. Jadi nyaman bangetlah untuk duduk-duduk santai ngeliatin Love River ini. Apalagi di sini juga ada banyak kafe-kafe yang buka sampe malam yang diiringi live music. 
Bangku beton di pedestriannya
Ada cafe juga
Ada bangku kayu juga

Atau kalo mau lebih enak lagi, bisa juga naik boat yang sediain untuk mengarungi Love River hingga ke Pelabuhan Love River. Tapi aku nggak ikutan nyoba sih, soalnya sekali naik itu lumayan juga buat kantong petualang gratis ini. Jadi cukup deh jalan-jalan santai di pedestriannya aja. Sederhana memang, tapi berkesan juga kok. 
Boat untuk ngarungi sungai
Sayangnya waktu yang kami miliki nggak lama, soalnya ntar sore kami harus udah naik kembali ke atas kapal, kalo nggak ya ditinggal. Padahal katanya, sungai ini semakin cantik saat malam hari. Karena cahaya lampu dari gedung-gedung dan jembatan di sekitar sungai akan menghiasi sungai ini dan pasti pemandangannya jauh lebih indah. 
view gedung di sekitar love river
Salah satu menara di dekat love river

Dulu Love River tidak secantik ini, bahkan dulu sungai ini sangat tercemar dengan air berwarna hitam dan berbau selokan. Hal itu terjadi karena Love River menjadi tempat pembuangan limbah pabrik yang berdiri di sekitar sungai. Namun dengan keseriusan pemerintahnya untuk mengelola dan mengembalikan keindahan Love River, secara bertahap sungai ini berbenah dan akhirnya sekarang Love River menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Keren abis deh. Jempol buat pemerintahnya.

Oke deh…. segitu aja kisahku di Love River ini, soalnya banyak pasangan di sini, Namanya juga Sungai Cinta, jadi nggak enak kalo ntar ngeganggu mereka. Sampai ketemu di destinasi selanjutnya. Daaaa….

Padahal iri nggak punya pasangan -_-
Si ganteng dan unyu di Love River
           Ini cuplikan video saat di sana

Monday, August 20, 2018

Jelajahi Kota Semarang, Ini Tempat Wisata yang Greget Banget!

Yo sahabat backpacker...

Gimana kabar kalian? Semoga sehat selalu ya kawan-kawan, amin....

Wah... lama juga ya aku nggak berbagi cerita, soalnya mau gimana lagi, beberapa waktu belakangan ini aku emang lagi sibuk banget, maklumlah namanya kemarin itu masih berstatus mahasiswa semester terakhir. Jadinya ya sibuk banget lah ama skripsi. Sibuk kena coret-coret. Wkwkwkwk...
Tapi alhamdulillah, beberapa waktu yang lalu aku lulus juga dan sekarang malah lebih sibuk, dsibuk ditolak kerjaan. Hiks..hiks...

Tapi daripada sedih mikirin hal tersebut, mending traveling lha kan, apalagi sebagai seorang backpacker yang ganteng dan unyu, traveling itu merupakan penghibur hati yang efektif. Lalu enaknya traveling kemana ya? Ehm.... gimana kalo ke Semarang buat nyicipin Lumpia?

Pergi jauh-jauh ke Kota Semarang cuma demi mencicipi Lumpia? Tidak salah sih tapi rugi di waktu banget! Beruntungnya meski tak punya banyak waktu untuk berlibur, ada banyak tempat wisata di Semarang yang bisa kita kunjungi, lho! Jadi buat kalian yang sudah susun rencana untuk berpetualang di Semarang, masukkan destinasi-destinasi di bawah ini dalam agenda perjalananmu di Kota ATLAS ini.

CitraSun Garden

sumber:seputarsemarang.com
CitraSun Garden adalah sebuah kompleks perumahan di Semarang. Di tengah-tengah kawasan ini terdapat sebuah tempat yang layak dikunjungi sejenak untuk mencoba menaiki bianglala tertinggi di Semarang. Dari wahana ini kita bisa menikmati keindahan Kota Semarang dari ketinggian. Sudah banyak bukti di media sosial yang menunjukkan bahwa bianglala di CitraSun Garden ini merupakan objek wisata di Semarang yang wajib kita kunjungi.

Kampung Pelangi

sumber:travel.kompas.id
Konsepnya mirip dengan Kampung Warna-Warni di Kota Malang, yaitu permukiman penduduk yang dipoles total menjadi salah satu tempat wisata di Semarang yang kini digemari banyak orang. Bersiaplah terkagum melihat keceriaan bangunan dan masyarakat Kampung Pelangi.

Hutan Wisata Tinjomoyo

sumber:@zahrolaila
Kalau ingin sejenak mendinginkan tubuh, menghindar dari teriknya matahari Semarang, berhentilah sejenak di Hutan Wisata Tinjomoyo. Biarkan pepohonan rindang melindungimu dari pancaran sinar sang surya, ditemani dengan hembusan angin sepoi yang akan membuat hati jadi tenteram. Selain itu, jangan lupa berfoto di salah satu spot terbaiknya, yaitu Jembatan Merah.

Menyusuri Kampung Batik Semarang

sumber:@inggit_10
Senang. Itulah kesan yang kita dapatkan ketika berkeliling Kampung Batik Semarang. Bukan hanya karena ada banyak baju-baju batik yang siap dibawa pulang, sepanjang permukiman ini juga dihiasi dengan lukisan dinding atau mural yang sangat indah dan memiliki ‘nafas’ batik di setiap goresannya.

Kota Lama Semarang

sumber:halallifestyle.id
Seperti Jakarta, Semarang pun dulunya juga merupakan salah satu pusat perdagangan di Pulau Jawa, terutama di era penjajahan Belanda. Kawasan Kota Lama masih menyimpan sisa-sisa kejayaan tersebut dengan bangunan-bangunan era kolonial yang menghiasi sudut-sudutnya. Karena keunikan inilah kawasan Kota Lama jadi salah satu ikon tempat wisata di Semarang dan menjadi salah satu tempat wajib kukunjungi.

Selain lima tempat wisata di Semarang tersebut, masih ada banyak daya tarik lainnya yang tersebar di berbagai penjuru kota. Kalau punya banyak waktu, coba untuk menjelajahi lebih dalam supaya petualanganmu di Kota Lumpia benar-benar terasa istimewa.

Selain atur rencana untuk penjelajahan Kota Semarang, mulai berburu tiket kereta api sejak sekarang. Supaya urusan cari kursi KA jadi lebih mudah, pakai aplikasi Traveloka karena fitur terbarunya, Seat Alert bikin beli tiket kereta jadi lebih mudah.

Seat Alert adalah teman perjalanan yang menyenangkan karena mengingatkan atau menginformasikan waktu terbaik booking tiket kereta api. Setiap kali tiket yang diinginkan mulai dijual, atau tersedia lagi, pengguna akan mendapatkan notifikasinya. Jadi tak perlu khawatir kehabisan tiket. Cuma Traveloka, agen penjualan resmi PT KAI yang dilengkapi Seat Alert. Fungsi baru agar incar tiket kereta jadi lebih mudah dan menyenangkan.

So... sampai ketemu di Semarang ya kawan-kawan.

Saturday, May 26, 2018

Masjid Raya Sultan Sulaimaniyah Pantai Cermin, Serdang Bedagai

Masjid Raya Sultan Sulaimaniyah Pantai Cermin

Brmmm... brmmmm... 

Yoo sahabat backpacker...

Ketemu lagi ini ama aku, si backpacker yang ganteng dan unyu. :D

Setelah kemarin aku udah cerita tentang Masjid Agung H. Ahmad Bakrie yang merupakan masjid terbesar dan termegah di Asahan, kampung halamanku. Maka kali ini aku pun harus kembali ke Kota Medan. Dan kayak biasa, aku dari Asahan ke Kota Medan itu naik kereta (baca: motor). Brmm.... brmmm...

Sebagai backpacker yang ganteng dan unyu, udah kebiasan juga buatku untuk jelajah tempat-tempat mantap selama dalam perjalanan. Dan kali ini aku mau nyobain lewat rute pesisir dari wilayah Serdang Bedagai. Soalnya muak juga lewat jalan Lintas Sumatera ini, lebih banyak truk gandengnya daripada cewek yang digandeng. Bukannya dapat cuci mata, malah mata kemasukan debu yang ada. :D

Oleh karena itu, begitu nyampe di Simpang Pantai Cermin, Serdang Bedagai, kubelokkan kereta ini ke arah Pantai Cermin. Katanya di daerah Pantai Cermin ini ada satu masjid tua yang bersejarah. Setelah beberapa puluh menit masuk ke dalam, akhirnya aku nyampe juga di masjid yang dimaksud, yaitu Masjid Raya Sulaimaniyah Pantai Cermin.

Sejarah Masjid Raya Sulaimaniyah Pantai Cermin

Masjid Raya Sulaimaniyah Pantai Cermin ini dibangun pada tahun 1901 oleh Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah, beliau adalah seorang sultan dari Kerajaan Bedagai, salah satu kerajaan Melayu Islam yang dulu pernah berdiri di Sumatera Timur. Sultan ini jugalah yang membangun Masjid Raya Sulaimaniyah Perbaungan saat beliau memindahkan pusat pemerintahannya dari Rantau Panjang ke Perbaungan. Masjid Raya Sulaimaniyah Perbaungan sendiri udah pernah ku tulis dan bisa klen baca disini.
Prasasti pembangunan masjid
 Arsitektur Masjid Raya Sulaimaniyah

Kalo bicara arsitektur masjid ini, rasanya masjid ini cukup mirip arsitekturnya ama Masjid Raya Sulaimaniyah Perbaungan. Secara keseluruhan arsitekturnya dipengaruhi gaya bangunan Melayu dan Timur Tengah yang dapat dilihat dari ornamen daun pintu, atap mahligainya dan mimbarnya.
Bagian dalam masjid
Bagian teras masjid

Warna bangunan masjidnya pun didominasi oleh warna hijau dan kuning yang merupakan warna khas dalam Suku Melayu dan muslim. Pada bagian atap masjid tidak menggunakan kubah seperti pada masjid-masjid umumnya, akan tetapi menggunakan atap mahligai, yaitu atap bersusun bertingkat yang merupakan ciri khas dari setiap arsitektur bangunan Melayu Serdang.
Atap mahligai khas Melayu Serdang
Satu hal yang terasa cukup membedakan antara masjid ini dengan Masjid Raya Sulaimaniyah Perbaungan yaitu masjid yang ada di Perbaungan terasa lebih megah sedangkan masjid ini terasa lebih tradisional.

Alamat Masjid Raya Sulaimaniyah

Masjid ini berada di Jalan H.T. Rizal Nurdin, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. Masjidnya pun berada tepat di pinggir jalan, jadi jika kawan-kawan lagi menuju ke arah objek wisata Pantai Cermin, pasti akan melihat masjid ini dan jangan lupa singgah ya. Babay.....
Masjid Raya Sultan Sulaimaniyah Pantai Cemin
Si ganteng yang unyu berfoto di depan masjid

Monday, May 21, 2018

Masjid Agung H. Ahmad Bakrie, Masjid Termegah se-Asahan

Masjid Agung H. Ahmad Bakrie
Yo Sahabat backpacker...

Gimana kabar kalian? Semoga sehat selalu ya. Amin...

Oh ya, Nggak terasa sekarang kita udah memasuki bulan ramadhan aja ya cuy, padahal perasaan baru kemarin deh lebaran, lebaran haji. Eh.. sekarang udah bulan ramadhan aja lagi. Waktu ternyata cepat banget ya berlalunya. Sungguh mengerikan. Syukur aja aku masih tetap muda, ganteng dan unyu.

Berhubung lagi di bulan ramadhan, jadi si backpacker ganteng dan unyu ini mau stop dulu cerita tentang petualangan di Kapal Pesiar, soalnya takut ntar jadi dosa karena banyak yang iri dan ngiler baca cerita serunya petualangan di kapal itu. Ceritanya sendiri akan aku lanjutin setelah lebaran aja.

So... dalam momen ramadhan ini, aku si backpacker ganteng dan unyu ini mau berbagi cerita-cerita petualangan yang bikin adem aja, yang bertema-tema religi gitu. Soalnya si petualang itu kan nggak cuma tau indahnya alam, tapi juga tau indahnya masjid-masjid. Asyikk....

Masjid Agung Haji Ahmad Bakri Kisaran

Yupz... sebagai artikel pertamaku di bulan ramadhan ini, aku mau cerita sedikit tentang masjid termegah di Asahan, kampung halamanku sendiri.
Masjid termegah di Asahan
 Sebenarnya aku udah pernah beberapa kali datang ke masjid ini sejak diresmikan. Yang paling kuingat yaitu pas bulan ramadhan tahun lalu. Saat itu Bayu, my sobat ngajak buka bersama di Kisaran. Aku sih oke-oke aja, soalnya udah lama juga nggak jumpa ama si kawan ini. Berhubung rumahku jauh dari Kota Kisaran, kira-kira 1 jam setengah gitu, jadi jam 4 sore aku pun udah gerak menuju Kisaran. Brmmm.... brmmm....

Tapi kampretnya, si kawan ini malah nggak ada kabar, belum mesan meja untuk berbuka dan malah nyuruh aku yang rumahnya jauh di ujung dunia ini, di plosok-plosok sana untuk mesan tempat. Padahal rumah dia yang lebih dekat ama Kota Kisaran dan dia pulak yang lebih tau rumah makan yang mantap untuk buka bersama.

Sampe 15 menit lagi waktu berbuka, si kawan ini belum juga ada kabarnya. Akhirnya kubelokin deh kereta (baca: motor) ke masjid agung ini dan berbuka di sini. Akhirnya malah bukan berbuka ama kawan tapi berbuka bersama jemaah dan dapat ta’jil gratis. Alhamdulillah...

Tapi sayangnya dalam beberapa kali kunjungan ke sini, aku selalu nggak bawa kamera. Karena itu kusempatkan juga datang lagi ke masjid ini untuk ngambil foto-fotonya sekalian wisata religi di masjid yang katanya terbesar dan termegah se Kabupaten Asahan ini.

Sejarah Masjid Agung Haji Ahmad Bakrie

Masjid Agung H. Ahmad Bakrie Kisaran ini mulai dibangun pada tahun 2011 yang lalu dan diresmikan sekitar bulan Agustus tahun 2015, bertepatan dengan pembukaan acara MTQ Sumatera Utara. Meski udah lama diresmiin dan udah bisa digunain, tapi pembangunnya sendiri baru selesai akhir-akhir ini. Terakhir sih mereka ngebangun pagar dan kolam air mancur di depan masjidnya.

Arsitektur

Kuakui arsitektur Masjid Agung H. Ahmad Bakrie ini memang sangat megah dan indah. Bangunannya terdiri atas 3 lantai dengan 4 menara. Konon arsitekturnya ini terinspirasi dari bangunan Taj Mahal yang ada di India. Lantai pertamanya adalah ruang wudhu dan kantor pengurus masjid. Sedangkan lantai 2 dan 3 adalah ruang sholat.
Terdiri atas 3 lantai dan 4 menara
 Arsitektur masjidnya juga memadukan antara arsitektur modern dan tradisional. Hal ini terlihat jelas dari bentuk jendela masjid yang bergaya jendela rumah-rumah Melayu. Di bagian dalam masjid, juga terdapat hiasan-hiasan yang memberi kesan megah. Sedangkan dari luar, terlihat masjid ini didominasi warna putih, hijau dan kuning yang menunjukkan warna khas suci, Islam dan Melayu.
Bagian dalam masjid
Nampak begitu bersih dan megah
Bagian dalam kubah masjid
Memadukan unsur tradisional
Menara masjidnya yang indah
Lokasi

Nah... bagi kawan-kawan yang mana tau mau berkunjung ke masjid ini, cukup mudah kok. Masjid ini lokasinya berada di pinggir jalan lintas yang menghubungkan antara Tebing Tinggi dan Rantau Parapat. Tepatnya berada di depan Kantor Bupati Asahan. So... mudah banget dikunjungi, kecuali yang rumahnya di plosok macam aku.
Siganteng dan unyu berfoto dengan latar masjid

Thursday, May 3, 2018

Petualangan di Kapal Pesiar: Selamat Datang di Kaohsiung, Taiwan


Yoo... sahabat backpacker..

Selamat pagi semua, ketemu lagi nih ama aku si backpacksejarah, si backpacker yang ganteng dan unyu.

Pagi ini aku masih terbangun di atas Laut China Selatan, tepatnya di atas Kapal Pesiar Superstar Virgo, kapal pesiar super mewah yang kunikmati secara gratis. Ini adalah hari ketiga aku berada di kapal super keren ini.

Ngesunrise Lagi di Kapal Pesiar
 
Pagi ini aku kembali diajak mas Sofyan untuk melihat sunrise dari atas kapal, soalnya dia iri ngeliat foto-foto sunrise yang kuambil kemarin saat kupamerin ama dia. Jadinya dia pun ngajak aku pagi ini untuk kembali menyaksikan momen bangunnya sang raja siang itu.

Setelah bersiap-siap, aku pun bareng mas Sofyan naik ke sun deck yang ada di dek 13, dek yang secara khusus disediain untuk menikmati cahaya matahari di atas kapal ini. Sayangnya kondisi langit di pagi itu berawan, jadi sunrise yang diidam-idamkan mas Sofyan nggak keliatan deh. Kasian mas Sofyan.
Sunrisenya kurang cakep
 Di satu sisi aku ngerasa beruntung karena kemarin aku nggak nyia-nyiain waktu sehingga bisa mengabadikan momen matahari terbit yang cukup indah dan menawan. Alhamdulillah...

Berhubung nggak dapat sunrise yang cakep, kami berdua putusin untuk sedikit bersantai di atas kursi malas yang ada di dek 14, rasanya udah kayak orang kaya aja lho nyantai di sini. :D
Nyantai sejenak
Sarapan di Kapal Pesiar
 
Lama-lama cahaya matahari udah semakin panas rasanya, kami berdua pun turun dan segera menuju Resto Mediterranean Buffet yang ada di dek 12 karena udah saatnya sarapan.
Mediterranean Buffet Restourant
 Seperti biasa, di resto ini kita bebas mengambil menu apapun yang kita mau, sebebasnya dan sepuasnya. Aku sendiri sih milih menu nasi goreng telur, mie goreng dan kentang goreng. Lalu terakhir aku ngambil telur dadar yang dimasak saat itu juga di depan kita, bahkan bahan isian telur dadarnya kita bisa milih juga.

Seru juga sih liat chefnya yang lagi masak.
Menu sarapan pagi ini
Tambah telur dadar
Selain menu yang aku pilih, masih banyak menu sarapan lainnya yang tersedia, termasuk roti dan berbagai minuman hangat.
Mau sarapan roti? ada juga
Rasa makanannya gimana? Enak banget dong rasanya. Dimasakin langsung ama chef kapal pesiar ya pasti enak. :D

Selamat Datang di Taiwan
 
Selesai sarapan, aku pun segera bersiap-siap, karena sesuai jadwal, sebentar lagi kapal ini akan merapat di Pelabuhan Kaohsiung, Taiwan yang menjadi salah satu rute pelayarannya. Dan pastinya, kami akan menjejahi Kota Kaohsiung ini, karena sebagai turis Indonesia yang naik kapal pesiar, kami nggak dikenakan biaya visa. Artinya kami bebas visa untuk masuk ke Negara Taiwan ini. Mantap banget....
 
Sekitar jam 8 pagi, daratan Taiwan pun mulai terlihat, bahkan beberapa gedung tingginya pun terlihat di balik kabut. Tak lama kemudian muncul kapal kecil yang memandu kapal pesiar ini menuju pelabuhan. Dan akhirnya, kapal mewah ini pun merapat di Pelabuhan Kaohsiung, Taiwan.
Yeee... Daratan Taiwan udah keliatan
Kapal kecil yang memandu menuju pelabuhan

Hup.. aku pun menginjakkan kaki di Tanah Taiwan, Asia Timur.

Selamat Datang di Taiwan, Selamat Datang di Asia Timur. Horeee

Kalo kemarin begitu turun kami disambut cewek-cewek cantik yang mayungin dan ngalungi bunga, sekarang kami disambut mas-mas yang bawa kamera dan nawarin untuk berfoto. Katanya nanti foto ini akan dicetak dan dipajang di pintu masuk pelabuhan ini. Jadi kalo ada wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar, bisa melihat wajah ganteng dan unyu ini. Chesss... foto deh sejenak. :D

Pelabuhan Kaohsiung ini cukup gede juga, kondisinya pun bersih dan rapi. Di salah satu dindingnya terdapat peta wisata Kota Kaohsiung. Berdasarkan peta tersebut, kami pun menyusun rencana petualangan di kota ini. 
Pelabuhan Kaohsiung
Peta wisata Kota Kaohsiung
 Untuk memudahkan perjalanan, kami memilih menggunakan transportasi taksi dan kami katakan tujuan kami adalah Love River. Pak supir pun segera membawa kami, namun lama-kelamanan rasanya kami dibawa ke arah perbukitan. Wih... bahaya nih, apakah kami akan di .....


Dan akhirnya taksi tersebut berhenti di Love Hill. Sebuah taman yang dilengkapi kebun binatang. Yaela pak...pak.. kalo mau liat hewan mah, nggak usah jauh-jauh ke Taiwan juga kami pak, di Indonesia juga banyak -_-.

Kami pun berusaha menjelaskan tujuan kami tuh ke Love River bukan Love Hill. Tapi mampus, si bapak ternyata nggak bisa bahasa inggris.

Pak Supir: “#^*(^$##@&(%&(^”

Kami : “^*%)^$#*()%#”

Di tengah kebingungan seperti ini, pak supir kemudian menelpon operator taksinya dan alhamdulillah si operator bisa berbahasa Inggris dan akhirnya si bapak tau tujuan kami adalah Love River. Dan kami pun segera dibawa menuju tujuan tersebut.

Brmmmm... brmmm....

Meski sempat nyasar, tapi aku salut sih ama kesigapan pak supir yang langsung menghubungi operatornya hingga beliau bisa mengantar kami ke tujuan yang tepat. Selain itu, selama di dalam taksi aku juga mengamati Kota Kaohsiung ini, di sini ternyata mereka sangat taat lalu lintas. Padahal jalanannya sepi, tapi setiap lampu merah, mereka berhenti. Yang asyiknya lagi, kotanya ini sangat rapi dan bersih, semua terasa teratur meski pun terasa cukup lenggang. Mantap banget lha pokoknya nih kota.
Kaohsiung, Kotanya rapi dan bersih

Jalanan kotanya lenggang dan tertib

 Brmmm.... akhirnya taksinya pun sampai di Love River. Ikonnya Kota Kaohsiung. Yang katanya belum sah ke Kaohsiung kalo belum ke tempat ini. So... yuk kita jelajahi sungai cinta ini. Let’s go.
Si ganteng yang unyu siap jelajah Kaohsiung, Taiwan