Showing posts with label Oleh-Oleh. Show all posts
Showing posts with label Oleh-Oleh. Show all posts

Tuesday, August 20, 2019

Petualangan di Hong Kong: Victoria Peak dan Sky Terrace 428

Brmm... Brmmm...

Taksi yang kami naiki semakin melaju membelah jalanan Hong Kong untuk menuju ke destinasi yang kami inginkan. Sebenarnya taksi bukan transportasi yang bisa diandalkan saat traveling di Hong Kong. Soalnya biayanya mahal, tapi karena kami ada 4 orang, jadi nggak masalah deh. Bisalah sesekali doang. Apalagi waktu yang kami miliki dikit, cuma sehari doang.

Berhubung aku duduk di tengah di kursi bagian belakang, aku jadi nggak bisa liat pemandangan di kanan dan kiri, tapi bisa kurasakan kalo jalannya semakin menanjak. Wajar sih, soalnya tujuan kami adalah The Peak atau dikenal juga dengan nama Victoria Peak yang berada di ketinggian Pulau Hong Kong.

Victoria Peak

Victoria Peak atau dikenal juga dengan nama The Peak merupakan sebuah gunung yang terletak di sisi barat daya Pulau Hong Kong. Gunung ini memiliki ketinggian hingga 552 meter dan merupakan titik tertinggi di Pulau Hong Kong.

Peak Tower

Akhirnya setelah beberapa waktu, taksi yang kami naiki sampe juga di Victoria Peak. Kami pun segera menuju Peak Tower. Peak Tower ini adalah sebuah bangunan atau menara yang dirancang dengan bentuk wajan setengah lingkaran dengan bagian atasnya terdapat anjungan. Bangunan ini memiliki 7 lantai.
Peak Tower
Tujuan kami datang ke Peak Tower ini adalah naik ke anjungan atas yang ada di lantai 7 tersebut. Sebelum naik, kami harus membeli tiketnya dulu. Tiketnya ada dua macam, yang satunya tiket terusan untuk ngunjungi Madame Tussaud's, Peak Galleria dan yang lainnya. Karena waktu yang terbatas dan duit yang tipis, kami memilih untuk membeli tiket masuk ke anjungan atas aja yang bernama Sky Terrace 428.

Sky Terrace 428

Wow... Itu yang bisa kubilang saat ngeliat pemandangan dari Sky Terrace 428 ini. Pemandangannya emang super keren karena dari atas ini bisa terlihat pemandangan Pulau Hong Kong dan Semenanjung Kowloon secara 360° dari ketinggain 428 mdpl. Gedung-gedung pencakar langit, Selat Victoria dengan kapal-kapalnya dan perbukitan hijau menjadi pemandangan yang ada. Sedangkan di sisi bagian belakang, bisa terlihat gugusan pulau-pulau kecil dan kapal-kapal besar. Katanya sih kalo malam lebih cakep lagi, tapi siang gini aja pun aku udah terkagum-kagum. Gilak. Cantik banget viewnya.
Sky Terrace 428

View Hong Kong dari Peak Tower

Gugusan pulau sekitar Hong Kong
Madame Tussaud's

Puas foto-foto dan menikmati indahnya Hong Kong dari ketinggian, kami kemudian turun ke lantai bawah. Di bagian bawah, kami nemu Museum Patung Lilin Madame Tussaud's. Di dalam museum ini banyak patung lilin dari tokoh-tokoh terkenal di dunia. Bahkan patung lilin Presiden Soekarno dan patung lilin Presiden Jokowi juga ada di sini. Tapi karena kami emang nggak beli tiketnya, jadi kami liat-liat dari luar aja.

Mahal uy tiketnya 
Madame Tussaud's Hong Kong


Peak Market

Kami turun lagi ke lantai di bawahnya dan sekarang kami berada di Peak Market. Peak Market ini bisa dibilang pusatnya perbelanjaan oleh-oleh di Peak Tower. Di sini ada berbagai macam benda seperti gantungan kunci, magnet kulkas, jam antik, gelas, dan banyak benda lainnya. Tapi sayangnya harganya lebih mahal daripada pusat perbelanjaan lainnya.

Sebenarnya aku udah ngajak temen-temen buat beli oleh-oleh di Mong Kok aja, biar lebib murah, tapi karena mereka nggak mau ribet, jadinya beli di sini aja deh. Aku sendiri beli gantungan kunci yang satu gantungan dapat 3. Jadi ntar pas nyampe rumah, tinggal pasang gantungannya aja, biar lebih hemat.
Peak Market

The Peak Galleria
Naik bus tingkat

Akhirnya kami kembali ke lantai dasar. Rencananya sih kami mau balik ke pusat kota naik Peak Tram. Tapi lagi-lagi antriannya panjang banget udah kayak ular anaconda yang di film-film. Meliuk-liuk gitu. -_-
Antrian Peak Tram -_-
Jadi kami memilih untuk nyobain naik bus tingkat aja, kayaknya naik bus tingkat juga seru.

Brmm.. brmmm... 
Naik bus tingkat brmm... Brmmm..

Si ganteng yang unyu di Sky Terrace 428


Friday, April 20, 2018

Petualangan di Kapal Pesiar: Singgah di Laoag, Ilocos Norte


Currimao di Ilocos Norte

Yo Sahabat backpacker, ketemu lagi nih ama aku, si backpacker ganteng yang unyu. Kali ini aku masih mau ngelanjutin kisah petualanganku di atas kapal pesiar Superstar Virgo yang kunikmati secara GRATIS.

Setelah selesai menikmati indahnya momen matahari terbit dari atas kapal pesiar. Aku pun kembali ke kabin dan segera bersiap-siap untuk menjelajah Ilocos Norte yang menjadi tempat persinggahan pertama kapal pesiar ini.

Namun sebelum itu sarapan dulu cuy, soalnya isi tenaga itu penting. Dan menu sarapan kami pagi ini adalah nasi goreng dan beberapa lauk seperti mie goreng, pergedel, sayur, dan banyak lagi lauk lainnya, lalu ada juga berbagai roti dan cake. Terus ada juga berbagai minuman seperti kopi, teh dan jus. Ini nih enaknya di kapal pesiar, bangun tidur, udah ada aja sarapan tersedia. Tinggal pilih mau sarapan yang mana, sepuasnya dan gratis. Nikmat banget hidup ini cuy.... nikmat.
Sarapan pagi ini
Akhirnya jam 9 pagi, kapal pesiar Superstar Virgo tiba di Pelabuhan Currimao, Ilocos Norte. Tapi karena Pelabuhan Currimao itu perairannya dangkal, jadi kapal nggak bisa merapat secara langsung. So.. penumpang di langsir pake boat kecil dari kapal pesiar ke pelabuhan secara bergantian.

Begitu pindah ke boat kecil ini, baru deh terasa ombaknya, ternyata lumayan juga. Syukurnya aku berasal dari keluarga nelayan, jadi udah biasa ama ombak ginian. Yang kasian sih orang-orang kaya itu, mukanya pucat semua, kayaknya mereka takut tenggelam dan mual.

Ntar mereka berani pulang nggak tuh ya. :D
Boat kecil yang melangsir penumpang
 Beberapa menit kemudian kami nyampe juga di pelabuhan, begitu sampe langsung deh ada cewek cakep yang manyungin kami mulai dari pintu kapal sampe pintu pelabuhan sedangkan cewek satunya langsung ngalungin sesuatu sebagai tanda selamat datang. Busyet deh... udah macem orang kaya raya aja rasanya cuy. Gilak banget.

Baru kali aku ngetrip disambut kayak gini. Padahal biasanya macam sikaleng-kalengnya aku kalo traveling, backpackeran, cari cara termurah dan pelayananan yang seadanya. Kali ini semua dilayani. Ya Allah... bersyukur kali aku bisa dapat petualangan gratis ini. Sangat bersyukur.

Ilocos Norte ini sendiri adalah sebuah provinsi yang berada di bagian utara dari negara Filipina. Kota yang terkenalnya sih adalah Laoag. Di sana katanya banyak objek wisata yang menarik, bahkan ada beberapa bangunan sejarah yang cukup terkenal dan masuk dalam warisan dunia UNESCO.

Namun ternyata lokasi Kota Laoag itu cukup jauh dari pelabuhan. Bisa sih ke sana kalo ikut trip yang disediain pihak kapal, tapi harganya itu lho, mahal banget. Penyewaaan mobil juga nggak ada di sini. Kalo pun ada, harganya luar biasa. Akhirnya kami sepakat memilih untuk keliling di sekitar pelabuhan aja. Maklum lah, yang naik kapal pesiar orang-orang backpacker.

Pelabuhan Currimao ini nggak besar sih. Bangunannya juga terlihat sederhana. Dan cuacanya luar biasa panas. Nyengat banget cuy. Kayaknya si ganteng yang unyu ini bakal belang deh kalo lama-lama berjemur di sini. Di sebelah pelabuhan ini ada spot foto berupa tulisan Currimao Ilocos Norte. Dari sini juga keliatan kapal pesiar yang berlabuh di lepas pantai.
Pelabuhan Currimao
Spot foto pake tulisan Currimao
Kapal pesiar diliat dari pelabuhan
Di sebelah pelabuhan juga ada bazar kecil yang menjual berbagai macam makanan khas Filipina seperti empanada, baglong, longganisa, itlog, bagnet dan banyak lagi yang lain. Tapi sebelum mencicipi, mending tanya dulu bahan pembuatnya apa, soalnya di Filipina itu banyak juga makanannya yang non halal.
Bazar kecil di sebelah pelabuhan
Berbagai kuliner khas Filipina
Harganya lumayan terjangkau lho
Macem kue molen, tapi isinya daging non :(

Selain kuliner lokal, di sini juga menjual berbagai pernak-pernik dan cinderamata seperti pakaian, mainan kunci, kain, topi, tempelan kulkas dan banyak lagi yang lainnya dengan bentuk dan ciri khas Filipina sehingga cocok dijadikan buah tangan.
Jual pernak-pernik juga
Dipilih-dipilih
Setelah semua kami kelilingi, akhirnya kami memilih untuk kembali ke kapal, soalnya perut juga udah mulai laper, cuacanya pun cukup panas di sini.

Di atas kapal kami memilih duduk santai nikmati cemilan sambil nikmati keindahan alam Ilocos Norte. Alamnya indah juga lho cuy, lautnya biru, daratannya pun dipagari pegunungan hijau. Di kejauhan juga terlihat beberapa pulau kecil. Dan uniknya, di laut yang luas ini, nggak terlihat satu pun kapal nelayan, kayaknya melaut bukan mata pencaharian utama penduduknya di sini.
Duduk nyantai di atas kapal
Inilah lautan di Ilocos Norte
Indahnya alam Ilocos Norte
Oh iya, nih ada video juga tentang Ilocos Norte kalo mau nonton.

Ah...Ilocos Norte, sayang aku nggak bisa menjelajahinya sepuasnya. 
Siganteng yang unyu di Ilocos Norte

Wednesday, February 14, 2018

Petualangan di Manila: Intramuros dan Gereja Katedral Manila



Intramuros
Yo... sahabat backpacker, balek lagi nih ama aku si cowok ganteng dan unyu. Kali ini aku masih mau ngelanjutin kisah petualangan gratisku ke luar negeri dan masih di Manila.

Setelah puas menjelajahi seluruh bagian Rizal Park, kami kemudian bergerak menuju objek wisata selanjutnya yang ada di Kota Manila ini dan tujuan kami selanjutnya yaitu Intramuros. Jarak dari Rizal Park ke Intramuros cukup dekat sih, jadi kami memilih jalan kaki aja. Itung-itung olahraga.

Tap.. tap..tap.. tap.. tap...

Jaraknya itu emang dekat sih, tapi cuaca di Manila ini panasnya minta ampun. Sumpah, nih kota panas banget cuacanya. Bukannya aku takut kulitku jadi gelap ya, karena kalo kulitku gelap, aku cuma berubah dari cowok ganteng yang unyu menjadi cowok macho yang unyu. Jadi hal itu nggak perlu dikhawatirkan, yang aku khawatirkan adalah tenggorokan yang udah di ambang dehidrasi ini, seret cuy.

Tapi ada hal unik juga di kota ini, rata-rata penduduknya itu bawa payung kemana-mana. Yang bikin nggak enaknya sih, kebanyakan mereka sepayung berdua. Sungguh membuat yang nggak punya payung jadi iri.

Yang nggak punya payung atau yang nggak punya pasangan nih?

Krik..krik.. krik...
Sepayung berdua
Panas-panas mah pake payung

Akhirnya setelah beberapa saat, nyampe juga di Intramuros.

Intramuros

Intramuros ini ya bisa dibilang kayak kota tuanya Manila. Kalo diartiin secara harfiah, Intramuros itu artinya di dalam tembok. Dan yup... kota tua ini memang berada di dalam tembok yang mengelilingi seluruh kotanya. Temboknya sendiri terbuat dari batu setebal 2,4 meter dengan tinggi 6,7 meter dan memanjang hingga 4,5 kilometer mengelilingi area sekitar 64 hektar. Luas banget cuy.

Intramuros ini dibangun pada tahun 1589 atas perintah Raja Spanyol Philip II sebagai benteng pertahanan pemerintah Spanyol dari serangan pribumi maupun dari serangan bajak laut. Pada masa itu Intramuros menjadi pusat dari pemerintahan Spanyol di Kota Manila, pusat militer, perdagangan dan juga pusat keagamaan. Di dalamnya pun dibangun berbagai bangunan-bangunan yang menunjang segala aktifitas dengan arsitektur-arsitektur yang indah, mulai dari istana, barak tentara, gereja, sekolah dan berbagai bangunan lainnya.

Dan saat ini, di dalam Intramuros masih tersisa banyak bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur yang indah. Salah satunya Gereja San Agustin, Katerdal Manila, Fort Santiago dan banyak bangunan-bangunan indah lainnya. Satu hal yang menarik adalah bangunan-bangunan di Intramuros ini rata-rata berarsitektur khas Eropa, khususnya arsitektur khas Spanyol. Wajar sih, karena Intramuros emang dibangun orang Spanyol.
Benteng Intramuros
Gereja Katedral Manila

Gereja Katedral Manila ini dikenal sebagai salah satu gereja tua di Kota Manila. Dibangun pada tahun 1571 oleh Juan de Vivero, seorang klerus sekuler yang dikirim oleh Uskup Agung Meksiko untuk membangun kekristenan sebagai administrasi spiritual dan agama di Filipina. Gereja ini pernah mengalami beberapa kali kehancuran karena bencana alam maupun karena perang. Dan kemudian gerejanya kembali dibangun. Bentuk Gareja Katedral Manila saat ini dibangun pada tahun 1958 yang diarsiteki oleh Fernando H. Ocompo dengan tipe arsitektur Katedral Balisilika bergaya Neo-Romanesque.
Gereja Katedral Manila
Keren arsitekturnya
Pasar Kaki Lima Intramuros


Btw, di sebelah gereja ini, tepatnya di Jalan General Luna juga ada satu jalan yang dipenuhi pedagang kaki lima yang berjualan berbagai macam pernak-pernik aksesoris hingga cinderamata khas Manila. Harganya pun lumayan terjangkau, jadi bisa buat nyari oleh-oleh.

Di sini juga banyak yang berjualan kuliner lokal seperti empanada, bagnet hingga gorengan seafood seperti cumi dan kuliner-kuliner lokal lainnya. Tapi aku nggak nyobain sih, soalnya beberapa kali nanya, isi kulinernya kebanyakan pake daging babi cuy. Jadi nggak bisa nyicip deh.

Akhirnya aku beli es kelapa muda aja. Cukup murah lho, hanya beberapa peso aja dan aku mendapatkan seporsi es kelapa muda ukuran besar. Bahkan kebesaran sih buat perutku yang nggak seberapa ini. Teler cuy dibikin es kelapa muda.
Pasar di Intramuros

 Sebenarnya masih banyak objek wisata menarik di Intramuros ini yang belum ku kunjungi. Sayangnya waktu yang nggak bisa diajak kompromi. Karena jam 3 sore kami harus udah ada di pelabuhan. Jadi mau nggak mau ya harus balek ke hotel buat siap-siap, chek out dan berangkat ke palabuhan.

Maklum, kapal pesiar kita udah menanti di pelabuhan cuy.

Kapal pesiar. Let’s go...
Si ganteng nan unyu di Intramuros

Friday, November 20, 2015

Pasar Onan, Tempat Mencari Oleh-Oleh di Balige



Pasar Balige

Satu hal yang tidak boleh lupa jika mau pulang dari jalan-jalan, yaitu oleh-oleh. Jika lupa, bisa-bisa orang-orang tau kita pergi pasti berisik. Nah, jika jalan-jalan ke Balige, saya rekomendasikan satu tempat buat nyari oleh-oleh untuk teman-teman dan keluarga di rumah, yaitu di Pasar Onan.
Pasar Onan atau Pasar Tradisional Balige adalah tempat yang sangat cocok untuk membeli oleh-oleh karena di sini merupakan salah satu pusat penjualan Ulos Batak, oleh-oleh Khas Tanah Batak. Selain itu, di sini terdapat berbagai jenis barang dagangan, mulai kebutuhan bahan kebutuhan pokok hingga berbagai peralatan elektronika dan lainnya. Lengkap deh pokoknya.
Sejarah dan Landscape Pasar
Terdiri atas enam deret bangunan berbentuk sopo
Pasar Onan sendiri sebagai objek wisata belanja, tempat ini juga merupakan objek wisata sejarah lho, pasar ini adalah salah satu bangunan heritage di Balige. Pasar Onan dibangun kolonial Belanda pada tahun 1936 dan sampai sekarang bangunannya tetap terlihat kokoh.
Pasar ini terdiri dari enam deret bangunan yang berbentuk sopo, rumah adat Batak untuk menyimpan hasil pertanian. Keenam deretan bangunan yang bercirikan rumah adat yang disebut Balerong ini dihiasi ukiran Gorga, ornamen desain arsitektur khas Batak. Konon, pembangunannya dikerjakan arsitek yang berbeda dengan proses pengerjaan manual sehingga ukiran-ukirannya sangat khas. 
Bangunannya dihiasi gorga
So, jika ingin membeli oleh-oleh di Balige datanglah ke Pasar Onan yang berada di pusat kota Balige. Selain berwisata belanja di sini juga bisa berwisata sejarah.