Kamis, 17 Juni 2021

Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi

Rumah Pengasingan Bung Karo di Berastagi
Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi

Hai sahabat backpacker, setelah sebelumnya aku singgah di Masjid Lama Kabanjahe yang merupakan masjid pertama dan tertua di Tanah Karo, aku kemudian kembali melanjutkan perjalananku di Bumi Karo ini dan tujuanku selanjutnya adalah Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi.

Baca juga: Masjid Lama Kabanjahe, Masjid Pertama dan Tertua di Tanah Karo

Alamat Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi

Rumah Pengasingan Bung Karno terletak di Jalan Sempurna Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Kalo dari Medan, rumah pengasingan ini terletak sebelum masuk ke Pasar Buah Berastagi dan simpangnya berada tepat sebelum Hotel Bukit Kubu. Dari persimpangan tersebut, rumah ini terletak sekitar 600 meter doang.

Sejarah Rumah Pengasingan Bung Karno

Berdasarkan sejarahnya, rumah bergaya Belanda ini dibangun pada tahun 1917, dulunya rumah ini adalah tempat tinggal seorang perwira Belanda. Pada Agresi Militer Belanda II, tepatnya pada tanggal 22 Desember 1948, tiga pemimpin Republik Indonesia, yaitu Bung Karno, Sjahrir dan Haji Agus Salim ditangkap Belanda di Yogyakarta dan dibuang ke Berastagi.

Mereka ditahan selama 12 hari di Berastagi dengan pengawasan ketat.. Namun karena masalah keamanan, saat itu di Tanah Karo ada basis perjuangan kemerdekaan yang dikenal dengan nama Laskar Rakyat, jadi Belanda memindahan mereka ke Parapat.

Meski hanya tinggal 12 hari di Berastagi, tetapi Bung Karno telah mendapat tempat khusus di hati masyarakat Karo. Bahkan mereka menjuluki Bung Karno sebagai Bapak Rakyat Sirulo yang berarti Bapak Lambang Kemakmuran Rakyat. 

Rumah Pengasingan Bung Karo di Berastagi
koleksi foto tua di dalam rumahnya
Rumah Pengasingan Bung Karo di Berastagi
Salah satu surat lama

Desain Arsitektur Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi

Rumah Pengasingan ini dibangun dengan bangunan bergaya Belanda yang cukup kental. Rumahnya terbuat dari kayu jati dan berukuran 10x20 meter dengan cat putih dan seng berwarna merah. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur dan kamar mandi.

Kondisi terkini Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi

Saat ini Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi masih terawat dengan baik. Bahkan keaslian furniturnya masih tetap terjaga seperti tempat tidur, lemari pakaian dan perabot lainnya. Di dalamnya juga ada foto-foto tua dan surat-surat lama milik beliau. Di pelataran depan rumah ini juga ada satu patung Bung Karno dari perunggu setinggi 7 meter dengan posisi duduk sebagai penanda bahwa rumah ini pernah menjadi saksi sejarah perjuangan Beliau. 

Rumah Pengasingan Bung Karo di Berastagi
Patung Bung Karno di pelataran rumah pengasingan
Rumah Pengasingan Bung Karo di Berastagi
Ada gazebo kecil di halaman rumahnya
Rumah pengasingan Bung Karno di Berastagi
Tempat tidur di dalam rumah pengasingan
Rumah Pengasingan Bung Karo di Berastagi
Meja dan kursi di dalam rumah

Hanya saja sekarang statusnya dijadikan sebagai Mess Pemprov Sumatera Utara sehingga cukup sulit untuk masuk ke dalam rumah ini dan butuh izin khusus. Untuk pengunjung umum, hanya dikasi izin untuk berfoto-foto di bagian depan rumah dan sekitaran Patung Bung Karno. 

Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi
Sekarang menjadi Mess Pemprov

Padahal jika dijadikan sebagai museum atau bangunan wisata, tentu bisa menjadi tempat belajar sejarah tentang perjuangan Bung Karno dan para pahlawan lainnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Rumah Pengasingan Bung Karo di Berastagi
Rumah Pengasingan Bung Karno di Berastagi
Rumah Pengasingan Bung Karo di Berastagi
Backpacker ganteng dan unyu di pelataran rumah pengasingan

32 komentar:

  1. Wah baru tau ada tempat pengasingan Bung Karno di Sumatra. Di kabupaten tetangga ada rumah pengasingan Bung Karno juga, tepatnya di Kota Ende, Flores.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Sumatera malah ada 3 tempat Mbak.
      Ada di Bengkulu, di Berastagi dan di Parapat.
      Selain itu ada juga di Pulau Bangka.

      Hapus
  2. Wah, senang sekali bisa berkunjung ke tempat bersejarah seperti ini.

    Semoga peruntukannya nanti bisa untuk umumnya sebagai salah satu destinasi sejarah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, semoga lah biar bisa jadi pembelajaran buat generasi penerus bahwa perjuangan para pahlawan itu berat demi kemerdekaan.

      Hapus
  3. Waaaaah aku baru tahu loh mas presiden Soekarno pernah diasingkan di Berastagi :o. Mungkin Krn cuma sebentar, JD ceritanya ga terlalu familier yg ini.

    Btw, kalo dijadiin mess pemrov, berarti cuma bisa diinapi Ama orang2 pemrov ya? Ga terbuka utk umum yg mau stay?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, karena di sini emang sebentar dan nggak dijadiin sebagai wisata sejarah.
      Jadi nggak begitu diketahui ama orang-orang.

      Kalo dijadiin sebagai wisata sejarah, pasti bisa terkenal nih.

      Iya Mbak, hanya orang pemprov, kalo orang umum mau masuk, harus pake izin dulu. Kalo foto-foto di depan, bebas sih Mbak.

      Hapus
  4. Wah rumahnya masih bagus ya mas, bahkan tempat tidur dan meja makan pun masih semulus itu, itu beneran aslinya mas?

    Aku dulu belajar sih sejarah tentang ini, maklum anak IPS hahahha, tp skrg ya udah lupa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut yang jaga masih asli Mbak, karena tetap dirawat jadi kondisinya masih baik.
      Andai nggak dirawat, pasti udah rusak sih itu.

      Hapus
  5. berta banget perjuangan pemimpin RI zaman dulu
    ini habis clash II jogja diduduki belanda pemimpin kita ditangkapi dan diasingkan
    untung ada serangan umum 1 Maret 1949 jadi mereka semua busa balik
    masih eksotik tempatnya perabotannya terawat rapi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, sungguh perjuangan yang nggak mudah. Karena itu kita sebagai generasi penerus harus mengisi kemerdekaan ini dengan memajukan bangsa. πŸ’ͺ

      Hapus
  6. Bagus ya rumahnya mas masih sangat terawat. Walaupun yang namanya usia bangunan tetap kelihatan. Oh nama seharusnya Berastagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak, karena difungsiin sebagai Mess, jadi setiap harinya tetap dirawat. Jadi kondisinya masih sangat baik.

      Hapus
  7. Ya Alloh mas rud suasananya asri betul ya

    ngliat buat penginapan yang saat ini dijadikan mess spreinya meuni alus rapi licin gitu...iya lah harus dijaga dan dirawat kelestariannya kan cagar budaya bagian dari sejarah juga ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget tuh Mbak, ini bukti perjuangan mereka emang nggak mudah, sampe diasingkan.

      Hapus
  8. bukti sejarah memang hrs dijaga dengan baik

    BalasHapus
  9. Aku belum pernah kesana, tapi beberapa kali sempat denger tempatnya.
    Tapi kalo ijin masuk kesana ribet gak ya? Atau selalu diberikan ijin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ijinnya ini sih Mas yang susah.
      Ya tau lah kalo udah berurusan ama yang namanya birokrasi dan administrasi. 🀣

      Hapus
  10. Waaah, aku baru tahu ni mas kalau Bung Karno pernah diasingkan di Sumatera Utara juga yaak. Tempatnya masih cukup bagus yaa ternyaata

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, malah selain di Berastagi, juga ada di Parapat loh.

      Hapus
  11. aku seneng nih kalau berkunjung ke tempat bersejarah kayak gini
    jadi sekarang susah ya kalau mau masuk ke dalam rumahnya, sayang sekali.
    aku baru tau juga kalau bung Karno pernah diasingkan ke Berastagi sana

    tempat pengasingan bung Karno yang di Ende flores masih boleh dimasuki pengunjung, beruntung dulu aku bisa masuk di rumah yang di Ende.
    sama seperti di berastagi ini, banyak barang barang lama yang masih terlihat bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang di Ende kan udah difungsikan sebagai objek wisata Mbak, jadi bisa masuk.
      Sama kayak di Bengkulu.

      Tapi kalo di Sumatera Utara belum. Jadi ya agak ribet dan tricky.

      Hapus
  12. Aku pernah ke patung sukarno. Dan berfoto disana😁

    BalasHapus
  13. kapan ini corona kelar
    pengen jalan2 lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukannya kelar nih Mas, malah lebih ngeri. Ampun banget.

      Hapus
  14. sayang ya, bener kata Mas Chandra, mestinya dijadiin museum aja. Saya seneng banget kalo baca artikel sejarah begini, apalagi kalo ada kesempatan buat berkunjung langsung.

    BalasHapus
  15. Penasarannya tuh, kenapa masyarakat umum ga diperkenankan masuk ke dalam dan mengetahui sejarah pengasingan Bung Karno dkk ini yach? Yang penting kan kita kalau masuk pun taat peraturan. Petugas juga harus ada dan tentu rumah tersebut butuh perawatan dan kehadiran wisatawan bisa menghidupkan pariwisata di Berastagi ya mas. Pengen ke sanaaaaaa :D

    BalasHapus
  16. Eh iya kok gak dijadiin tempat wisata sejarah ya. Daerahnya juga kayaknya enak, luas untuk pengunjung datang.

    BalasHapus
  17. Amazing! I know nothing about traveling all over the country, what a wonderful looking place to explore.
    Visit website: "https://www.ridetransferdirect.com/".

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan sopan :)