Wednesday, December 25, 2019

Candi Borobudur

Selamat pagi sahabat backpacker...
Candi Borobudur
Saat ini waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB dan aku bareng adikku telah selesai bersiap-siap untuk memulai petualangan kami hari ini. Setelah di hari sebelumnya kami berdua menjelajahi berbagai objek wisata yang ada di Tanah Jogja, maka hari ini kami putuskan untuk melakukan petualangan ke Tanah Magelang.

Let's go...

Brrmmm.. brmmm...

Sepeda motor sewaan yang kami sewa pun melaju melalui jalan raya yang menghubungkan Yogyakarta dengan Magelang. Beberapa kali kami melewati kota-kota kecil seperti Sleman, Salam, Muntilan dan sebelum memasuki Kota Mungkid, kami membelokkan sepeda motor ke Jalan Raya Borobudur. Brmm... Brmmm...

Tak begitu lama menyusuri Jalan Raya Borobudur yang dihiasi pemandangan pegunungan, kami pun tiba di parkiran Candi Borobudur. Ternyata Taman Wisata Candi Borobudur ini tidak menyediakan tempat parkir sepeda motor, sehingga motor harus diparkir di parkiran yang disediakan penduduk sekitar. Tapi syukur lah parkirannya aman.

Motor sewaan cuy.

Selesai dengan urusan parkir, kami pun segera masuk ke dalam kawasan Taman Wisata Candi Borobudur dan membeli tiket masuk yang seharga Rp. 40.000 perorang. Cukup mahal emang, tapi wajar sih, nih candi merupakan objek wisata kelas dunia cuy.
Beli tiket

Gerbang masuknya
Lokasi Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Jalan Badrawati, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kebanyakan sih orang-orang mikir kalo Candi Borobudur ini letaknya di Jogja karena dari Jogja emang deket dan lebih mudah dijangkau. Tapi Candi Borobudur ini letaknya di Magelang, Jawa Tengah.

Sejarah Candi Borobudur

Diperkirakan Candi Borobudur ini dibangun pada masa kejayaan Dinasti Syailendra pada tahun 780-840 Masehi. Candi ini sempat ditinggalkan setelah pusat pemerintahan dipindah ke Jawa Timur. Candi ini baru ditemukan kembali oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 di bawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles dan area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.

Setelah berjalan dari pintu masuk, akhirnya aku bisa melihat langsung wujud dari Candi Borobudur ini. Sungguh, ini adalah salah satu momen yang sangat berharga bagiku. Karena sebagai orang yang menyukai sejarah, melihat salah satu peninggalan sejarah terbesar di Indonesia ini secara langsung membuat hatiku bergetar gembira.
Candi Borobudur

Salah satu situs warisan dunia
Dari pelataran, kami kemudian mendaki anak tangganya yang banyak banget. Candi Borobudur ini letaknya emang di atas bukit. Lumayan ngos-ngosan juga sih baru nyampe di halaman candi.

Dasar tubuh kurang olahraga

Setelah itu baru deh kami mendaki lagi tangga-tangganya agar sampe ke puncak Candi Borobudur. Lumayan lama juga baru nyampe, soalnya selain mengagumi arsitektur dan hiasan yang terdapat di tubuh candi ini dan gapuranya, kami juga beberapa kali berhenti karena orang-orang di depan kami lagi selfie.

Antri cuy.
Naik tangga untuk ke puncaknya
Akhirnya nyampe juga kami di puncak Candi Borobudur. Pemandangan dari puncaknya ini cakep banget. Di sekeliling candi Borobudur terdapat perbukitan. Bahkan beberapa gunung berapi yang ada di sekitar Candi Borobudur juga terlihat. Katanya sih pemandangan sunrise dan sunset dari tempat ini juga indah banget. Sayang aku belum sempat nyaksiin sendiri. Mungkin nanti.

Di puncaknya sendiri terdapat satu stupa utama yang berukuran raksasa dan di sekelilingnya terdapat stupa-stupa berukuran kecil berjumlah 72 buah yang di dalamnya terdapat arca Budha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan sikap tangan memutar roda dharma.
Arca Budha di Borobudur

Stupa-stupa di Puncak Candi Borobudur

Di sekelilingnya terdapat perbukitan
Seru juga di atas sini, selain bisa ngeliat pemandangan, bisa juga sambil ngeliatin orang-orang yang dimarahi petugas karena manjat-manjat stupa. Padahal mah tanpa manjat aja, hasil fotonya udah keren maksimal kok.
Foto keren maksimal
Puas rasanya menikmati indahnya Puncak Candi Borobudur, aku dan adikku kemudian turun ke bawah untuk menjelajahi relief yang terukir di dinding candi. Terdapat lebih 1460 relief yang terukir di tubuh Candi Borobudur. Relief-relief ini menampilkan banyak gambar seperti manusia, aneka tumbuhan dan hewan, bentuk bangunan tradisional, peralatan hidup, senjata hingga alat transportasi.

Namun ada dua relief utama yang ingin kucari. Yang pertama adalah relief yang terukir di uang Rp. 10.000 emisi 1975. Relief tersebut menggambarkan perjalanan pulang Ratu Maya untuk melahirkan Sang Budha.

Cukup susah juga nyarinya. Setelah muter-muter beberapa kali dan beberapa tingkat, baru deh ketemu tuh relief.

Sedangkan relief satunya lagi adalah relief kapal tadisional yang dinamain Kapal Borobudur. Relief ini menggambarkan kapal kayu bercadik khas Nusantara yang menunjukkan kebudayaan bahari purbakala Indonesia.
Relief dan uang Rp. 10.000

Relief kapal tradisional
Setelah nemuin kedua relief tersebut, kami pun memutuskan untuk turun, karena masih ada tempat-tempat menarik lainnya yang ingin kami kunjungi.

Lets go 

Brmm... Brmm... 
Backpacker yang unyu di Candi Borobudur

20 comments:

  1. Candi Borobudur memang situs yang menakjubkan, dari segi sejarah, bahkan kisah2 misteri yg terkait dgnnya. Dulu, pertama kali kesini saat masih dibangku SMP, waktu study tour. Berharap bs kesitu lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah enaknya saat SMP udah jalan-jalan ke Borobudur. Saya baru kesampean ke sini pas udah tamat kuliah.

      Delete
  2. Keadaan di sana masih terawat banget ya, mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, karena Candi Borobudur termasuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO juga.

      Delete
  3. Saya belum pernah ke Borobudur.
    Saya tuh penasaran relief yang katanya menggambarkan Ratu Balqis ngangkat baju dia pas masuk istana Nabi Sulaiman karena lantainya berkilau seperti genangan air. Apa benar istana Nabi Sulaiman sebenarnya di Indonesia yang disebut sebagai baldatun thoyyibatun itu ya.
    Atau relief itu sebenarnya menggambarkan sejarah lain di masa lampau negeri ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo relief itu, saya nggak ada nemu sih saat ngelilingi nih candi. Tapi kalo relief tentang Budha banyak.

      Delete
  4. Saya Pernah sekali kesana.
    Di sana saya sempat ke museum kupu-kupu juga.
    Nanti, kalau si kecil sudah agak besaran ingin ajakin kesana buat ngenalin peninggalan sejarah peradapan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kemarin nggak sempat ke museumnya. Mungkin nanti kalo ke sana lagi

      Wah... Bagus juga tuh mbak, biar kenal sejarah sejak dini

      Delete
  5. Dari dulu saya belum bisa kesampain juga buat menginjakan kaki di Tanah Magelang, prambanan aja masih belum, apalagi borobudur, wkwkwkwk. Pengen banget bisa melancong kesini, semoga segera terwujud. BIar nggak cuma bisa lewat gambar aja maupun akun instagram.

    ReplyDelete
  6. Aku dari dulu pengin ke candi Borobudur kang, tapi waktunya kadang tak ada. Biarpun cukup jauh dari serang sih.

    Ternyata harga tiketnya lumayan juga ya 40k, tapi sesuai sih, soalnya candi kelas dunia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga nanti ada waktunya ya Mas.
      Apalagi dari Serang juga ada kereta api sampe Ke Jogja juga. Pasti lebih mudah dari kami yang tinggal di Sumatera.

      Tiket Borobudur Prambanan emang lumayan mahal sih, tapi nggak bakal nyesal deh

      Delete
  7. Itu sepuluh ribuan zaman kapan, ya? Enggak pernah tahu kalau ada yang pakai ukiran di Candi Borobudur.

    O iya, Masnya kok enggak pakai kain yang semacam dipakai di pinggang gitu, ya? Dulu pas 2014 awal ke sana, saya disuruh pakai begituan sebelum masuk. Entah untuk menghormati atau gimana, lupa. Nanti di pintu keluar baru boleh lepas lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rp. 10.000 tahun 1975. Saya pun belum lahir sih saat itu. :D

      Saat saya ke sana, nggak ada himbauan untuk memakai kain sih mas, pengunjung lainnya juga nggak ada yang pake kain.

      Mungkin aturan tersebut udah dihapus gara-gara banyak kain yang nggak pulang.

      Delete
  8. Wah.. Seru banget, saya dulu sudah pernah ke sana. Tapi sayangnya udah agak lupa dan belum ada hp juga waktu itu karena masih smp. Coba kalau udah ada hp selfi dimana-mana😂
    Kalau menyaksikan hal yang berkaitan dengan sejarah gitu emang rasanya excited banget ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu ntar harus ke sini lagi dong mbak, biar ada foto-foto selfienya.

      Bener banget mbak. Rasanya excited banget kalo liat peninggalan sejarah gitu.

      Delete
  9. Aku terakhir ke sini tahun 2005, belum ngerti motret dsb. Sekadar datang pula huhu. Pengen balik lagi ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu wajib ke sini lagi om, biar bisa foto-foto.

      Delete
  10. Kok aku ga prnh merhatiin GBR yg di uang 10rb yaaa wkwkwk.. jeli juga kamu mas.

    Btw, dr sekian banyak candi, Borobudur ini sih yg bikin aku merinding pas pertama lihat. Megahnya itu, ga kebayang zaman dahulu kala orang2 di masa itu bisa membangun candi sekeren, sebesar, dan secantik ini tanpa teknologi candi :o.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya emang sering merhatiin gambar-gambar pemandangan di uang Rupiah mbak, buat target destinasi selanjutnya.

      Setuju mbak, Borobudur emang bikin fakjub, karena bisa ngebangun candi semegah ini di saat teknologi masih sederhana.

      Delete

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan sopan :)