Saturday, January 7, 2017

Makam Tengku Amir Hamzah di Tanjung Pura



Makam Tengku Amir Hamzah
Yo sobat Backpack Sejarah, gimana kabar kalian hari ini? semoga baik-baik aja ya, amin... Kali ini aku ingin melanjutin cerita tentang edisi petualanganku menembus batasSumatera Utara-Aceh dengan uang kurang dari 100 ribu yang kemarin ku posting bulan Desember 2016.

Ya ampun... udah satu tahun nggak selesai mosting ceritanya gara-gara kemarin sibuk dan kehabisan kuota, sebagai travel blogger aku merasa gagal. Hiks... hiks... Tapi kali ini akan ku selesain kok, soalnya cuma tinggal 2 cerita lagi. Kalo nggak selesai juga, udah kurang ajar tuh namanya.

Nah, di postingan sebelumnya yang berjudul Masjid Azizi Tanjungpura, Masjid Kebanggaan Masyarakat Langkat, aku udah katakan bahwa di dalam komplek Masjid Azizi ini juga terdapat makam-makam dari pihak keluarga Kesultanan Melayu Langkat. Di sini juga merupakan lokasi pemakaman Tengku Amir Hamzah.
komplek pemakaman di sebelah Masjid Azizi
 Makam Tengku Amir Hamzah
Makam Tengku Amir Hamzah ini berada di tengah komplek pemakaman keluarga Kesultanan Melayu Langkat, makamnya telihat seperti makam-makam yang lain dengan nisan berwarna putih. Yang membedakan, di dekat makamnya terdapat sebuah batu prasasti berwarna kuning yang betuliskan “Pusara Pahlawan Nasional T. Amir Hamzah”.
Makam Tengku Amir Hamzah
Tengku Amir Hamzah

Emang siapa sih Tengku Amir Hamzah itu?

Jadi gini cuy, Tengku Amir Hamzah adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Utara tepatnya dari Kabupaten Langkat. Beliau dilahirkan pada 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat. Tengku Amir Hamzah ini berasal dari keluarga bangsawan Kesultanan Langkat.

Hal tersebut pula lah yang kemudian membuat beliau bisa bersekolah di Mulo Batavia, kemudian beliau melanjutkan sekolah di AMS Solo dan lalu kembali ke Batavia untuk belajar hukum di Sekolah Hakim Tinggi hingga akhirnya meraih gelar Sarjana Muda Hukum. Meski berlatar belakang pendidikannya adalah di bidang hukum, tetapi posisinya sebagai putra bangsawan Kesultanan Langkat membawa Tengku Amir Hamzah masuk ke dalam lingkaran sastrawan.

Bahkan dalam karir sastranya, secara keseluruhan ada sekitar 160 karya Tengku Amir Hamzah yang berhasil dicatat. Di antaranya 50 sajak asli, 77 sajak terjemahan, 18 prosa liris asli, 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa asli dan 1 prosa terjemahan. Karya-karyanya tercatat dalam kumpulan sajak Buah Rindu, Nyanyi Sunyi, Setanggi Timur dan terjemah Baghawat Gita.

Tengku Amir Hamzah pun berprestasi cukup besar di dunia sastra dengan membawa kesusastraan Indonesia memasuki era baru, era pujangga baru bersama Armjn Pane dan St. Takdir Alisjahbana. Mereka bertiga merintis majalah Pujangga Baru. Oleh sebab itu, bahkan HB Jassin menjulukinya “Raja Penyair Pujangga Baru”. Keren banget deh julukannya.

Namun kisah hidup Tengku Amir Hamzah berakhir cukup tragis, beliau yang kembali ke Tanah Langkat atas perintah sultan untuk menikahi putri Sultan Langkat kemudian mendapat posisi penting di dalam Kesultanan Melayu Langkat, pada akhirnya tewas terbunuh dalam peristiwa berdarah revolusi sosial tahun 1946 yang juga menghapus eksitensi kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur. Mayat beliau ditemukan dalam kondisi terpenggal. Sungguh tragis.

Itulah sedikit kisah tentang Tengku Amir Hamzah, sastrawan terkenal dari Tanah Langkat, Sumatera Utara. Setelah dari sini aku kemudian melanjutkan perjalanan pulangku menuju Kota Medan, tapi sebelumnya aku bakal singgah di satu tempat lagi. Tetap tungguin ya.

Brmmm.... Brmmm....
Masjid Azizi Tanjung Pura

29 comments:

  1. Wah, dulu suka ke tempat2 seperti ini tapi pas punya anak, ntar duluu deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya lanjut aja mbak.
      Sekalian ngajak anak-anak. :D

      Delete
  2. "Aduh kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu. Biar berbinar gelakku rayu!".
    .
    .
    .
    Salah satu bait puisi amir hamzah fav aku kak.
    Hejehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo aku sih fav nya yang berjudul Berdiri aku.

      Tapi semua karya Amir Hamzah emang keren sih kak.

      Delete
  3. Dulu zaman sekolah SMP belajar2 tentang pujangga baru ... karyanya Amir Hamzah ini kebanyakan puisi islami yak kalau ga salah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puisi cinta juga banyak kok mbak,
      malah banyakan tentang cinta mbak.

      Delete
  4. Replies
    1. soalnya keturunan bangsawan dan pahlawan nasional juga mas, jadi megah gitu makamnya.

      Delete
  5. Replies
    1. wah... kalo gitu dapat pengetahuan baru dong bang?

      Delete
  6. Sastrawan yang hebat. Sejak kecil anak-anak sekolah kebanyakan sudah mengenal karyanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, bener banget tuh.
      karyanya juga bagus-bagus.

      Delete
  7. ih ngeri banget ditemuin pas lagi kondisi terpenggal, gak berani nyamperin kyanya kalo gue hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang ngeri sih mbak,
      tapi emank kayak gitu kenyataan akhir hidupnya.
      sadis

      Delete
  8. Nah,,, situ setahun,,, aq ini udah hampir tiga tahun belum kelar juga nyelesaikan kisah keliling eropa😭😭😭
    Btw,, makamnya nggak nyeremin asiik

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh... 3 tahun?
      tapi kalo keliling eropa kayaknya wajar deh, secara destinasinya aja ada ratus atau ribuan tun.

      iya mbak, makamnya nggak serem dan asyik buat lebih meneladani kepahlawanan beliau.

      Delete
  9. ah tokoh ini favorit banget pujangga baru, sayang gerakan anti-swapraja membuat beliau berakhir tragis

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, gerakan anti kerajaan malah membunuh beliau secara sadis, padahal karya-karya beliau bagus-bagus banget.

      Delete
  10. Jadi tengku amir hamzah ini ngak punya marga batak ???? #EhGimana #LaluGwDigampar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan Mas Cumi, Tengku Amir Hamzah bukan orang Batak tapi orang Melayu,
      Jadi nggak punya marga.

      Delete
  11. Wah pahlawan nasional ya, makanya makamnya pun bagus ya. Masjidnya juga megah banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak,
      Salah satu pahlawan nasional di bidang sastra.

      Delete
  12. keren ya penataan lokasinya. bagus, bersih dan terawat. Semoga nanti lebih baik lagi disertai dengan pemandu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin....
      Emang lebih enak bareng pemandu juga sih mas, biar bisa ditunjukin semua objek menariknya.

      Delete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya suka sekali dengan Tengku Amir Hamza, terutama karya sastranya.

      Delete
    2. Karyanya emang bagus-bagus mbak. Karena itu sampe diangkat sebagai pahlawan nasional.

      Delete
  14. Replies
    1. Yupz... soalnya dikelola dengan baik oleh pengurus masjidnya.

      Delete

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan sopan :)