Tuesday, November 3, 2015

Replika Rumah Adat Tongkonan di Balige



Rumah Tongkonan adalah sebuah rumah adat yang berasal dari Sulawesi Selatan atau yang lebih dikenal sebagai rumah adat masyarakat Toraja. Namun rumah adat Tongkonan yang akan saya ceritakan di sini bukanlah rumah adat yang ada di Tanah Toraja sana. Karena jujur saja guys, saya belum pernah menginjakkan kaki di Pulau Sulawesi. Nggak kuat ongkosnya. :D
Rumah adat Tongkonan yang saya bicarakan di sini adalah sebuah replika Rumah Adat Tongkonan.
Alamat 
Rumah Adat Tongkonan ini berada di dalam komplek T.B. Silalahi Center, yang beralamat di Jl. Pagar Batu No. 88, Desa Silalahi, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Sekitar 5 jam perjalanan dari Kota Medan.
Arsitektur
Meskipun hanya sebuah bangunan replika, tetapi Bentuk bangunan Rumah Tongkonan ini sama seperti Rumah Tongkonan aslinya yang ada di Toraja. Atap rumahnya melengkung menyerupai bentuk perahu, terdiri atas susunan bambu yang pada era sekarang sudah menggunakan seng, di deretan depannya terdiri dari deretan tanduk kerbau, sedangkan bagian dalamnya dijadikan sebagai ruang tidur dan dapur.
Arsitekturnya seperti yang asli
Temasuk ukiran dan hiasannya
di depannya terdapat tanduk kerbau
 Konon kata tongkonan berasal dari tongkon, yang berarti duduk. Dahulu rumah adat tongkonan merupakan pusat pemerintahan, kekuasaan adat, dan perkembangan kehidupan sosial budaya masyarakat Toraja. Rumah adat Tongkonan tidak bisa dimiliki oleh perseorangan melainkan turun temurun oleh keluarga atau marga suku Tana Toraja.

Yah, walaupun belum pernah melihat bangunan asli rumah adat masyarakat Toraja yang ada di Sulawesi Selatan, saya cukup senang bisa mengunjungi replika Rumah Tongkonan yang ada di Balige ini karena bentuk bangunannya sangat mirip seperti aslinya.
Saya di depan replika Rumah Adat Tongkonan

Monday, November 2, 2015

Museum Batak di Balige



Museum Batak yang ada di Balige adalah sebuah museum yang menyimpan berbagai koleksi peninggalan sejarah dan kearifan budaya masyarakat Batak Toba. Museum ini didirikan oleh T. B. Silalahi, dan diresmikan pada tanggal 18 Januari 2011 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Lokasi
Museum Batak ini bertempat di dalam komplek T.B. Silalahi Center yang berada di Jl. Pagar Batu No. 88, Desa Silalahi, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Sekitar 5 jam perjalanan dari Kota Medan.
Sebelum masuk ke bagian dalam museum, wisatawan dapat melihat pada bagian taman depan museum terdapat miniatur Danau Toba dan sebuah patung Raja Batak terbuat dari perunggu setinggi 7 meter sebagai Icon Museum. Di bagian depan juga terdapat diorama menggambarkan 6 etnis Batak berupa relief yang dibuat dari perunggu.
Patung raja Batak
Arsitektur Museum
Bangunan Museum Batak tidak seperti bangunan museum-museum lain yang ada di Sumatera Utara yang identik dengan gelap dan tradisional. Bangunan Museum Batak yang ada di Balige ini berkonsep bangunan modern. Sehingga telihat begitu hidup. Pencahayaan di dalam museum juga cukup terang karena jendela-jendela kacanya cukup lebar. Bahkan di satu bagian museum, atapnya terbuat dari kaca, sehingga cahaya bebas masuk ke dalam bangunan museum.
arsitekturnya modern
Kulit bangunan museum pun terbuat dari bahan modern yaitu Aluminium Komposit, tetapi diolah dengan nilai-nilai lokal dan tradisional yaitu aluminium komposit diberi motif gorga yang merupakan seni ukir khas Batak. Sistem struktur bangunan museum ini adalah rangka beton bertulang yang memenuhi standart yang ditetapkan, termasuk antisipasi resiko gempa.  Selain itu, bangunan Museum Batak ini dilengkapi dengan kamera CCTV yang disebar di setiap sudut bangunan serta dilengkapi dengan tangga darurat untuk evakuasi kebakaran. Sungguh museum modern yang keren.
Museumnya rapi dan bersih
 Koleksi Museum
Beranjak ke bagian  dalam museum, wisatawan akan menjumpai berbagai koleksi peninggalan sejarah dan kearifan budaya masyarakat Batak Toba yang tersusun rapi dan cantik. Koleksi tersebut berupa artefak, barang-barang bersejarah, senjata dan alat perang, peralatan kecantikan suku Batak, miniatur Danau Toba, miniatur rumah adat Batak, aksara Batak, berbagai patung, tongkat, mata uang, peralatan hidup masyarakat Batak dan berbagai koleksi bersejarah lainnya. Di salah satu ruangan juga terdapat diaroma yang menggambarkan perjuangan Sisingamangaraja XII dalam melawan Kolonial Belanda.
Berbagai senjata

Peralatan hidup

Kerajinan, kain ulos
Alat musik
Artefak

aksara batak

Patung-patung dari kayu

diaroma perjuangan Sisingamangaraja

Sunday, November 1, 2015

Museum T.B. Silalahi




Museum T.B. Silalahi Center adalah museum pribadi atau museum jejak langkah dari T. B. Silalahi yang berisi tentang sejarah dan biografi T.B. Silalahi. T.B. Silalahi membangun museum ini sebagai wadah untuk memotivasi generasi muda untuk terus meraih cita-cita dengan melihat pengalaman TB. Silalahi mulai dari kecil sebagai anak pengembala kerbau sampai menjadi seorang Jenderal.
Patung T.B. Silalahi
Lokasi
Museum T.B. Silalahi berada di dalam komplek T.B. Silalahi Center yang beralamat di Jl. Pagar Batu No. 88, Desa Silalahi, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Sekitar 5 jam perjalanan dari Kota Medan.
Koleksi Museum
Koleksi museum ini berupa koleksi pribadi T. B. Silalahi yang berupa pakaian dinas, bintang jasa, tanda kehormatan, kendaraan pribadi dan dinas, jenis senjata yang pernah digunakan oleh T. B. Silalahi, dan kenang-kenangan dari penjuru dunia yang diberikan kepada Bapak T. B. Silalahi. 
Di dalam ruangan ini juga terdapat panel-panel yang menceritakan sejarah hidup perjalanan T. B. Silalahi serta perjalanan karirnya. Selain itu di ruangan ini juga terdapat benda-benda pribadi beliau seperti seragam dan pangkat-pangkat ketika di kemiliteran, beberapa ijazah, pakaian ketika menteri, bangku sekolah waktu di SR, mobil dinas yang dulu digunakan ketika menjabat sebagai Menpan pada Kabinet Pembangunan VI, dan lain sebagainya.
Kendaraaan
Berbagai macam senjata
Bintang jasa
Panel ruang kerja T.B. Silalahi
Koleksi buku
Ada tank juga di halaman museum

Friday, October 30, 2015

Makam Sisingamangaraja XII di Balige

Sisingamangaraja XII adalah seorang pahlawan nasional yang pernah berjuang melawan Kolonial Belanda. Untuk mengenang jasa beliau dan memahami perjuangan beliau, para penikmat sejarah dapat mengunjungi makamnya yang terletak di Balige.
Lokasi
Makam Sisingamangaraja XII berada di dalam Komplek Taman Makam Pahlawan Sisingamangaraja, di jalan Soposurung, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir. Sesungguhnya sejak awal Sisingamangaraja XII bukan dimakamkan di Balige, melainkan di Kota Tarutung. Presiden Soekarno lah yang memiliki inisiatif memindahkan makamnya ke Balige. Karena Balige adalah tempat pertama kali meletusnya perang antara pasukan Sisingamangaraja XII dengan pasukan Belanda. Dan menurut Soekarno, makam di Tarutung adalah makam yang dibuatkan pihak Belanda untuk Sisingamangaraja XII sebagai tawanan dan tidak layak bagi pahlawan besar seperti Sisingamangaraja. Oleh karena itu, makam Sisingamangaraja XII pun dipindahkan ke Balige.
 

Landscape Komplek Makam
Komplek Makam Sisingamangaraja XII cukup asri dan teduh karena di sini terdapat banyak pohon-pohon rindang yang menaungi komplek makam ini. Sebelum memasuki areal makam, pengunjung akan melewati sebuah gapura kecil atau pondok kecil dengan atap berbentuk atap rumah adat Batak. Setelah itu barulah kita menjumpai makam Sisingamangaraja XII. Di dalam komplek makam juga terdapat perpustakaan sekaligus museum Sisingamangaraja yang berisi berbagai biografi Sisingamangaraja XII. Gedung perputakaan ini dibangun dengan arsitektur khas Batak Toba dan diberi ukiran gorga.
Pondok kecil
Makam putra dan putri Sisingamangaraja
 
Perpustakaan

Sisingamangaraja XII
Sisingamangaraja XII adalah seorang seorang raja di negeri Toba, Sumatera Utara. Beliau juga merupakan pahlawan nasional yang berjuang melawan pemerintah kolonial Belanda. pada masa awal pemerintahannya, kegiatan pengembangan agama Kristen sedang berlangsung di Tapanuli. Belanda ikut masuk dengan berlindung di balik kegiatan tersebut. Namun lambat laun Belanda mulai menunjukkan iktikad tidak baik dan bermaksud ingin menguasai wilayah kekuasaan Sisingamangaraja XII. Ketegangan pun terjadi di kedua belah pihak.
Pada tanggal 19 Februari 1878, Sisingamangaraja XII bersama rakyat Tapanuli mulai melancarkan serangan terhadap pos pasukan Belanda di Bahal Batu, dekat Tarutung. Dalam pertempuran tersebut pasukan Sisingamangaraja kalah dan terpaksa mundur. Namun, perlawanan pasukan Sisingamangaraja masih tetap tinggi dan Belanda semakin gencar mengejar Sisingamangaraja XII sampai membakar desa-desa hingga pertempuran meluas ke beberapa daerah.
Pada tanggal 17 Juni 1907, setelah 30 tahun bertempur, pasukan Sisingamangaraja di kepung pihak Belanda. dalam pertempuran tersebut, Sisingamangaraja XII tewas bersama dua putra dan satu putrinya, serta beberapa panglimanya.

Thursday, October 29, 2015

Makam Nomensen di Sigumpar



Di Kabupaten Tobasa terdapat makam DR. IL Nomensen. Seorang pahlawan bagi orang Batak karena telah mengubah pola pikir dan keyakinan mereka dari Animisme ke dalam Agama Kristen.
Lokasi
Makam Nomensen terletak di belakang gereja HKBP DR. IL Nomensen, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba Somosir, Sumatera Utara. Di komplek pemakaman tersebut tidak hanya DR. IL Nomensen yang dimakamkan, tetapi terdapat juga makam teman-teman seperjuangan Nomensen dan istri DR. IL Nomensen yang dimakamkan berbagi satu nisan dengan DR. IL Nomensen.
Terletak di Sigumpar, Toba Samosir
Tepatnya di belakang gereja

DR. IL Nomensen
DR. IL Nomensen adalah seorang misionaris yang berasal dari Jerman. Beliau tidak bisa dilupakan bagi orang Batak di seluruh dunia karena telah membawa perubahan pola pikir dan kepercayaan yang mendasar bagi masyarakat Batak untuk melangkah keluar dari pola animisme ke arah “Ha Kristenon”. Sebagai paradigma baru dalam kehidupan orang Batak dengan nilai-nilai cinta kasih, pendidikan, kesehatan yang menjadi cikal bakal kemajuan dan pembaharuan hidup orang Batak.
Makam Nomensen
Seorang Pahlawan
Bagi orang Batak, DR. IL Nomensen adalah seorang pahlawan dan tokoh panutan karena dia lah yang membawa kemajuan dan membuka pola pikir bagi kehidupan orang Batak. Pertanda bahwa orang Batak sangat menghargai dan menghormati jasa DR. IL Nomensen dapat dilihat dari komplek pemakamannya yang berada di Sigumpar cukup bersih dan terawat.
Komplek makamnya bersih dan terawat
DR IL Nommensen menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 84 tahun, tepatnya pada tanggal 23 Mei 1918. Kemudian beliau dimakamkan di belakang Gereja HKBP Nommensen, Sigumpar. saat ini komplek makamnya dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata religi masyarakat Batak.
Berfoto di depan makam Nomensen