Friday, November 15, 2019

Keraton Yogyakarta

Brrmm.... Brrmmm...

Hai sahabat backpacker...

Setelah sebelumnya aku dan adikku menikmati indahnya bangunan bersejarah Candi Kalasan yang ada di pinggir jalan Yogyakarta-Solo yang anehnya meski di pinggir jalan tapi sepi, sekarang kami berdua melanjutkan petualangan di Yogyakarta ini dan menuju kembali ke pusat kota. Karena tujuan kami berikutnya adalah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Brrmm... Brrmm...

Alamat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Harga Tiket

Nggak begitu jauh dari Candi Kalasan, akhirnya kami sampe juga di halaman parkir keraton Jogja ini. Setelah memarkirkan motor sewaan ini, kami pun segera membeli tiket. Harga tiketnya cuma Rp. 5000 doang perorang dan kalo mau moto-moto harus bayar lagi Rp. 2000 perkamera.

Btw alamat Keraton Jogja ini berada di Jalan Rotowijayan, Panembahan, Keraton, Kota Yogyakarta. Tempatnya pas banget di depan Alun-Alun Utara Yogyakarta dan nggak jauh dari 0 KM Yogyakarta.

Sejarah Keraton Yogyakarta

Keraton ini mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755 setelah terjadinya peristiwa perjanjian Giyanti yang membagi Kesultanan Mataram menjadi dua yaitu Yogyakarta dan Surakarta.

Pembangunan keraton ini diarsiteki sendiri oleh Sultan Hamengku Buwono I dengan arsitektur Jawa yang kental. Katanya sih keraton ini adalah salah satu komplek istana terbaik di Tanah Jawa. Mantap banget...

Bagian-Bagian Keraton Yogyakarta

Setelah membeli tiket masuk, kami berdua pun langsung aja menikmati indahnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini. Pertama ada Bangsal Pagelaran, bangsal ini dulunya merupakan tempat para penggawa kesultanan menghadap sultan pada upacara resmi. Kalo sekarang sih sering digunain untuk even pariwisata, religi dan lain-lain disamping untuk upacara adat keraton.
Bangsal Pagelaran
Di sisi bangsal ini ada ruangan kaca yang mamerin koleksi pakaian kerajaan, dari pakaian Raja, Pangeran, Kerabat, Prajurit, sampai pakaian Abdi Dalem pun ada. Pakaiannya sih unik-unik dan menarik.
Koleksi Pakaian
Lanjut ke bagian dalam, ada pagar putih yang menjadi pembatas. Di pagar ini terdapat relief perjuangan Sultan Hamengkubuwono I dan Sultan Hamengkubuwono IX.
Relief perjuangan sultan
Di balik pagar ini ada Bangsal Siti Hinggil. Bangsal ini digunain untuk melakukan upacara resmi kerajaan. Bahkan Presiden Soekarno dulunya dilantik menjadi presiden di bangsal ini, tepatnya di Bangsal Manguntur Tangkil yang letaknya tepat di tengah-tengah Bangsal Siti Hinggil. Bangsal ini juga menjadi gambar di uang Rp. 1000 yang terbit tahun 1987.
Siti Hinggil
Bangsal Manguntur Tangkil



Foto uang Rp. 1000

Lalu di sebelah Siti Hinggil ini ada satu ruangan, aku nggak tau nama ruangannya sih, tapi isinya beberapa foto tua tentang sejarah Yogyakarta dan foto-foto sultan yang pernah memerintah di Keraton Yogyakarta ini.
Koleksi foto bersejarah

Sebenarnya masih banyak lagi yang menarik di Keraton ini, bahkan kami belum masuk ke bagian inti keratonnya. Tapi karena kurangnya informasi, jadinya aku pikir cuma bagian ini aja yang bisa diakses. Hmm... Sayang sekali kawan-kawan.
Aku di Keraton Yogyakarta

24 comments:

  1. Asik mas kapan-kapan lalu ada rejeki pengennya bisa traveling keliling Indonesia saja saya bersyukur :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... Kalo keliling Indonesia, saya juga mau mas.

      Delete
  2. Tahun kemaren saya ke sana, juga ngunjungin keraton. Bagus sih suasana dan orang orangnya ramah ramah tapi memang kalau bagian keraton dijadikan tempat wisata turis harus ada yang diperbaiki sana sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sih kak, soalnya yang sekarang masih belum banyak informasi buat wisatawannya.

      Delete
  3. Yeeey akhirnya mampir keraton juga tah, Mas.. Adem bgt yaa, ku juga selalu suka mengujungi tempat2 gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, saya juga suka ngunjungi wisata sejarah gini, jadi tempat-tempat kayak gini pasti masuk list.

      Delete
  4. Belum berkesempatan datang kesana, tapi insyaallah ingin sekali belajar Sejarah dengan langsung mengunjungi tempat-tempat bersejarah tersebut.

    ReplyDelete
  5. Masih ada tiket photo-photo segala ya
    Ah jaman digital, kok masih gituan.
    saya lama sekali tidak wisata ke keraton
    Belum banyak yang berubah tentang interiornya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, tapi kalo foto pake hape, gak apa-apa katanya sih.

      Delete
  6. aku bolak balik jogja malah blm prnh ke keratonnya.boro2 yg jogja, yg di solo, kampung suami aja juga ga prnh masuk -_-. abisnya ngirain keraton2 gini tertutup mas.apalagi jrg ada kliatan orang :D. tapi aku lbh seneng kalo bisa kesana dan ada guidenya sekalian. jd bisa bantu jelasin ttg sejarah dll nya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak, kalo ada guidenya, pasti kita lebih bisa explore dan memahami tempatnya

      Delete
  7. Kalau ke Jogja seringnya cuma mampir ke Malioboro. Keraton, belum pernah sama sekali.

    ReplyDelete
  8. Aura historis nya terasa banget ya mass

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, kalo di Jogja, aura adat dan sejarah Jawanya kerasa banget sih.

      Delete
  9. saya dari dulu pengen banget ngelihat bagian dalamnya, nggak cuma liat dari depannya doang. Interiornya juga masih bagus banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sesekali masuk dong kak ke dalam, bagus juga lho di dalam.

      Delete
  10. Masuk Keraton Yogyakarta serasa kita menjelajahi waktu ke masa lampau ya Mas. Aura bahelanya terasa, seakan beneran hidup di masa itu. Jadi ngebayangin ada raja, permaisuri, pangeran, putri dan abdi dalem, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha... Kalo saya bayanginnya ada putri raja aja. :D

      Delete
  11. Gw setiap masuk keraton berasa masuk ke jaman dulu karena semuanya serba klasik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mas, rasanya seperti kembali ke masa lalu.

      Delete

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan sopan :)