Kamis, 08 Januari 2026

Touring Part 12: Kelok Sembilan, Jalan Layang Terindah di Sumatera Barat

Kelok Sembilan, jalan layang terindah di Sumatera Barat

Brmmmm… brmmm…

Selamat pagi, kawan-kawan.

Pagi ini aku kembali melanjutkan perjalanan touring bareng si Beamoy, meninggalkan Sumatera Barat perlahan-lahan menuju Asahan. Setelah sehari sebelumnya puas bermain mata dengan tebing-tebing tinggi dan air terjun di Lembah Harau, kali ini arah setang kuputar ke timur, menuju Provinsi Riau.

Pagi itu cuaca sedang malas bangun. Kabut tipis masih menggantung rendah, seolah enggan memberi jalan pada matahari. Aku pun berkendara santai, menikmati setiap meter Jalan Lintas Payakumbuh–Riau yang diapit bukit-bukit batu menjulang. Tebing-tebing itu berdiri kokoh di pinggir lembah, puncaknya tertutup kabut putih yang membuat suasana terasa tenang, dingin, dan entah kenapa… magis. 

Kabut yang menyelimuti tebing-tebing batu

Beberapa menit kemudian, aku tiba di salah satu mahakarya arsitektur paling ikonik di Bumi Minangkabau: Jalan Layang Kelok Sembilan.

Dari bawah saja, aku sudah dibuat kecil. Pilar-pilar beton raksasa berdiri tegak menyangga jalan layang yang melengkung anggun di atas lembah. Rasanya seperti melihat naga beton sedang tidur di tengah hutan hijau.

Aku pun berbelok ke kanan, masuk ke jalur layang. Kalau ke kiri, katanya sih itu jalan lama—jalur nostalgia yang tetap setia melingkar mengikuti kontur alam. Tapi hari itu, aku memilih naik.

Jalanan langsung berkelok. Halus. Lebar. Tak terasa aku sudah berada di atas. Aku menepi, mematikan mesin, dan berdiri bersama beberapa orang lain yang juga tak kuasa menahan diri untuk berhenti. 

Si Beamoy berhenti di Kelok Sembilan

Di bawah sana terlihat sungai kecil mengalir di antara bebatuan. Jalan lama meliuk-liuk seperti pita abu-abu yang terjatuh di tengah lembah. Perbukitan hijau mengelilingi semuanya, sementara kabut putih masih berani bermain-main, datang dan pergi tanpa pamit.

Sungai kecil yang mengalir di tengah lembah

Aku menunggu.

Beberapa menit berlalu, kabut mulai menyingkir. Pelan, tapi pasti. Seolah tirai alam dibuka perlahan. Pemandangan dari atas berubah total. Bukit-bukit kini terlihat jelas, hijau pekat dan berlapis-lapis. Aliran sungai tampak lebih hidup. Jalan layang merah itu kontras, tegas, dan—jujur saja—makin cakep. 

Kelok Sembilan yang berkabut
Kelok Sembilan saat tak berkabut

Dua kondisi, dua rasa.

Saat berkabut, Kelok Sembilan terasa misterius.

Saat cerah, ia terasa megah.

Puas menatap dan menyimpan semuanya di kepala (dan kamera), aku kembali menyalakan Beamoy. Helm kuperbaiki, sarung tangan kukencangkan.

Perjalanan masih panjang.

Tujuan berikutnya menunggu.

Brmmm… brmmm…

Info Singkat Kelok Sembilan

·        Lokasi: Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

·        Fungsi: Menghubungkan Payakumbuh – Provinsi Riau

·        Daya Tarik: Jalan layang berkelok di tengah lembah dan perbukitan

·        Waktu Terbaik Berkunjung: Pagi hari (kabut + cahaya lembut)

·        Tips: Menepi dengan aman, hati-hati angin dan kendaraan besar

Backpacker ganteng dan unyu di Kelok Sembilan