Saturday, October 17, 2020

Lapangan Pasir alias Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Tanjungbalai

Lapangan Pasir Tanjung Balai
Lapangan Pasir alias Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

            Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah atau yang lebih dikenal masyarakat Tanjungbalai dengan nama Lapangan Pasir adalah sebuah alun-alun di Kota Tanjungbalai dan menjadi pusat keramaian masyarakat Tanjungbalai.

Hai sahabat backpacker...

Setelah sebelumnya aku dan adikku mengunjungi Tanjungbalai Waterfront City, kami kembali melanjutkan jalan-jalan sore kami. Tujuan kami selanjutnya adalah Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah atau yang lebih dikenal masyarakat Tanjungbalai dengan nama Lapangan Pasir.

Baca juga: Tanjungbalai Waterfront City, Wisata di Tepi Sungai Asahan

Alamat Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah berada di Pusat Kota Tanjungbalai, tepatnya ada di Kelurahan Pantai Burung, Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjungbalai.

Sejarah Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Lapangan ini dulunya adalah sebuah rawa-rawa yang berada di depan komplek Istana Kesultanan Asahan. Pada tahun 1970-an, dilakukan pengerukan di Sungai Asahan dan Sungai Silau yang beada di sisi Kota Tanjungbalai yang mengalami pendangkalan. Hasil kerukan tersebut lalu ditimbunkan ke rawa-rawa ini hingga menjadi sebuah lapangan pasir yang luas.

Lapangan pasir ini kemudian menjadi pusat keramaian mayarakat sekitar Tanjungbalai pada waktu ini. Di sini masyarakat mengadakan bazar, pasar malam, lokasi rekreasi hingga sebagai tempat berolahraga. Melihat ramainya minat masyarakat dan karena Tanjungbalai juga belum memiliki alun-alun, maka di tahun 2002 lapangan ini dihibahkan oleh ahli waris Kesultanan Asahan kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai dan ditabalkan nama Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah sebagai nama lapangannya. Btw, Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah adalah sultan pertama dari Kesultanan Asahan, sebuah Kesultanan Asahan yang pernah berdiri di wilayah Asahan dan Tanjungbalai saat ini.

Setelah itu maka dibangunlah sebuah pendopo dengan atap berbentuk cangkang kerang yang merupakan ikon Kota Tanjungbalai. Lapangan ini pun menjadi lokasi upacara hari besar nasional serta acara-acara besar seperti hari jadi Kota Tanjungbalai. 

Lapangan Pasir Tanjung Balai
Lapangan Pasir dan pendopo berbentuk cangkang kerang

Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah Saat ini

Sejak tahun 2018 yang lalu, Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah ini direncanakan untuk direnovasi kembali agar tampilannya semakin baik dan memiliki fungsi yang lebih banyak dan lebih bermanfaat bagi penduduk Kota Tanjungbalai.

Akhirnya di tahun 2020 ini renovasi tersebut bisa dikatakan selesai dilakukan meski belum 100% dari rencana renovasi awal. Sekarang lapangannya diperkeras dengan dilapisi bebatuan mirip keramik. Di sekelilingnya juga disediakan jogging track yang banyak dimanfaatkan anak-anak untuk bermain skuter dayung yang disewakan di sekitar lapangan ini. 

Lapangan Pasir Tanjung Balai
Arena jogging track

Di sisi lapangan ini juga terdapat kolam air mancur. Sayangnya sore itu air mancurnya lagi mati sih. Jadi aku nggak bisa ngelihat gimana kerennya air mancur ini. Di sisi satunya terdapat bangku-bangku dengan atap dan taman untuk bersantai, Jadi cocok untuk dikunjungi bareng keluarga. Rencananya di lapangan ini juga akan ditambahkan taman hewan mini dan taman bunga agar semakin asyik dikunjungi para keluarga. 

Lapangan Pasir Tanjung Balai
Kolam air mancur

Sayangnya aku nggak bisa berlama-lama di lapangan ini karena Awan udah merengek ngajak makan mie rebus yang ada di dekat Jembatan Sungai Silau, padahal aku masih ingin berkeliling lapangan ini. Akhirnya kami pun beranjak dari Lapangan Sultan Abdul Jalil dan segera pergi menuju tempat penjual mie rebus tersebut.

Mie Rebus Tanjungbalai

Lokasi warung mie rebus ini berada di Jalan Gereja, Kota Tanjungbalai. Warungnya tak jauh dari Pajak Kawat, sebuah pasar yang menjual berbagai macam rempah dan bumbu tradisional, serta tak jauh dari Jembatan Sungai Silau, yang menghubungkan Kota Tanjungbalai dengan Teluk Nibung. Warungnya baru buka di atas jam 2 sore hingga malam hari dan cukup ramai oleh pengunjung.

Mie rebus yang ada di sini emang enak sih menurut lidahku meski berada di kaki lima. Bahkan dari sekian banyak mie rebus yang pernah kucicipi, mie rebus di tempat inilah yang paling ku suka. Rasanya pun tak banyak berubah sejak aku pertama membelinya di tahun 2008 yang lalu.

Bahan-bahannya tetap sama seperti mie rebus pada umumnya. Yaitu mie kuning, kentang rebus, tahu, udang kecil, touge dan lainnya. Yang membedakannya adalah kuahnya yang cukup kental dan kaya akan rasa rempah. Sehingga terasa pas banget di lidahku. Harganya pun cukup terjangkau. Seporsi mie rebus di tempat ini hanya Rp. 10.000 saja. Sedangkan es teh nya hanya Rp. 3000 doang. 

Awan sedang makan mie rebus
Lapangan Pasir Tanjung Balai
Aku dan Awan di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Thursday, October 15, 2020

Tanjungbalai Waterfront City, Wisata di Tepi Sungai Asahan


Tanjungbalai Waterfront City
Tanjungbalai Waterfront City

            Tanjungbalai Waterfront City adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Objek wisata ini merupakan taman terbuka yang berada di tepi aliran Sungai Asahan.

Hai sahabat backpacker...

Gimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya dan kita semua dijauhkan dari virus corona ini. Aamiin...

Baca juga: Wisata di Bengkulu: Lengkap dengan Transportasi, Penginapan dan Oleh-Oleh Khasnya

Berhubung cerita petualanganku di Bengkulu udah selesai, maka kali ini aku mau berbagi cerita tentang jalan-jalanku di sekitar kampungku sendiri yang kulakukan kemarin sore. Jalan-jalan sore ini kulakukan bareng adekku yang bernama Awan dan Fadil. Ini pun buat ngehibur Awan karena ditinggal mamak yang ada urusan di Kota Medan. 

Tanjungbalai Waterfront City
Jalan-jalan sore bareng Awan

Sore itu aku pun mengajaknya jalan-jalan ke salah satu destinasi wisata baru di Kota Tanjungbalai. Namanya adalah Tanjungbalai Waterfront City. Keren uy namanya.

Alamat Tanjungbalai Waterfront City

Tanjungbalai Waterfront City berada di Jalan Asahan, Kelurahan Indra Sakti, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai dan tepat bersisian dengan aliran Sungai Asahan, sungai terpanjang di Sumatera Utara. Btw, sungai ini mengalir dari Danau Toba hingga ke Selat Malaka.

Tanjungbalai Waterfront City ini juga berada tak jauh dari Masjid Raya Sultan Ahmadsyah, masjid tertua di Tanjungbalai dan Jembatan Tabayang, jembatan terpanjang di Sumatera Utara. Selain itu, tempat ini juga satu lokasi dengan Rumah Balai di Ujung Tanjung, Kelenteng Dewi Samudera dan Vihara Tri Ratna.

Pemandangan di Tanjungbalai Waterfront City

Setelah memarkirkan sepeda motor dan melepas helm, aku pun membawa adikku berkeliling untuk menikmati destinasi wisata satu ini. Bagian yang paling mencolok dari tempat ini adalah adanya tulisan besar bertuliskan “Tanjungbalai Waterfront City” dengan latar Sungai Asahan. 

Tanjungbalai Waterfront City
Spot foto utama di Tanjungbalai Waterfront City

Di sekitarnya sudah terpasang jalur-jalur setapak yang berlapiskan paving block. Di antara jalur paving block itu dibuat taman berumput hijau dengan pepohonan dan lampu-lampu taman. Sayang pepohonannya belum terlalu besar, jadi kalo di siang hari cukup terasa terik. 

Tanjungbalai Waterfront City
Pepohonannya masih kecil

Di ujung paving block ini langsung berbatasan dengan Rumah Balai di Ujung Tanjung yang merupakan bangunan replika yang dibangun untuk memperingati sejarah dan asal muasal Kota Tanjungbalai, yaitu sebuah Balai yang berada di Tanjung. Sedangkan di ujung satunya terdapat sebuah tugu dengan hiasan buku yang sedang terbuka, mungkin maksudnya agar pengunjung tetap ingat untuk membaca buku. 

Tanjungbalai Waterfront City
Tugu berhias buku

Tanjungbalai Waterfront City ini dibuat memanjang sejalur dengan aliran Sungai Asahan. Di pinggirnya pun dibuat pagar pembatas sebagai pengaman agar pengunjung, terutama anak-anak tidak terjatuh ke sungai. Jadi nggak masalah membawa Awan jalan-jalan ke sini. 

Tanjungbalai Waterfront City
Pagar pembatas dan pemandangan di Tanjungbalai Waterfront City

Di aliran sungai ini pun terdapat kapal-kapal nelayan yang sedang berlabuh. Ukuran kapalnya bervariasi, mulai dari yang kecil hingga yang besar. Selain itu, di sini juga ada perahu yang bisa disewa pengunjung untuk berkeliling di sekitar Sungai Asahan dengan biaya Rp. 10.000 aja perorangnya.

Tanjungbalai Waterfront City
Kapal nelayan berlabuh di Sungai Asahan

Di sekitar Tanjungbalai Waterfront City ini terdapat banyak warung-warung yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman, seperti mie ayam, bakso, mie goreng, nasi goreng, es kelapa muda, jus, dan masih banyak menu lainnya. 

Tanjungbalai Waterfront City
Ada pedagang makanan juga

Tanjungbalai Waterfront City
Bangku beton di Tanjungbalai Waterfront City

Menurutku tempat ini cukup asyik juga buat dikunjungi di sore hari. Bersantai menikmati pemandangan aliran Sungai Asahan yang tenang sembari menunggu senja. Sayangnya destinasi ini kurang terawat, terlihat dari tempat parkir yang semrawut, lampu-lampu taman yang pecah dan ada juga beberapa sampah yang berserakan. Andai tempat ini punya pengelola yang bagus, pasti tempat ini lebih asyik lagi buat dikunjungi. 

Tanjungbalai Waterfront City
Backpacker ganteng di Tanjungbalai Waterfront City

Tuesday, October 13, 2020

Wisata di Bengkulu: Lengkap dengan Transportasi, Penginapan dan Oleh-Oleh Khasnya

Hai sahabat backpacker

Seperti biasa, di akhir perjalananku ke suatu daerah maka aku akan menyajikan daftar tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi di daerah tersebut beserta akomodasinya.

Kali ini aku mau berbagi informasi mengenai tempat-tempat wisata yang ada di Kota Bengkulu. Daftar ini ku buat berdasarkan tempat-tempat yang memang telah kukunjungi. Jadi bisa dijamin kebenaran tempatnya. Daftar ini akan kutambah jika nanti aku berkunjung lagi ke Bengkulu.

Baiklah, inilah daftar objek wisata yang ada di Bengkulu:

1.    Pantai Panjang

Pantai Panjang bisa dibilang ikon wisatanya Kota Bengkulu. Jadi belum sah rasanya ke Bengkulu kalo belum ke pantai ini. Sesuai namanya, pantai ini memiliki bibir pantai yang panjang yang mencapai 7 km dengan pantai berupa pasir putih.

Pantai ini letaknya tak jauh dari pusat Kota Bengkulu, jadi cukup mudah untuk dikunjungi. Waktu terbaik mengunjungi pantai ini adalah ketika sore hari. Karena pantai ini tepat menghadap ke barat sehingga pemandangan sunsetnya juara. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Panjang Bengkulu, Sunsetnya Juara

Pantai Panjang Bengkulu

2.    Pantai Tapak Paderi

Pantai Tapak Paderi adalah salah satu pantai lainnya yang ada di Kota Bengkulu. Pantai ini masih terhubung dengan Pantai Panjang. Pantai ini juga memiliki pantai berupa pasir putih yang halus. Asyiknya, di pantai ini terdapat banyak perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar. Selain itu, karena pantainya membentuk teluk jadi di seberang lautannya terlihat daratan dengan pemandangan bukit-bukit dan gunung yang hijau. Cakep lah. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang

Pantai Tapak Paderi

3.    Pondok Sendal Jodoh

Pondok Sendal jodoh terletak di dalam kawasan Pantai Tapak Paderi. Di pondok ini terdapat dinding bambu yang ditempeli ratusan sendal bekas yang hanyut terbawa arus ombak. Tujuan pembuatan pondok ini adalah untuk mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke lautan. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang 

Pondok Sendal Jodoh

4.    Danau Dendam Tak Sudah

Namanya emang serem sih, tapi pemandangan di danau ini cakep banget. Danaunya cukup luas dan pemukaan airnya tenang dan bersih. Di sekitar danau juga banyak pepohonan rindang yang membuat suasananya semakin adem. Di sini juga banyak penjual es kelapa muda. Jadi kita bisa menikmati segarnya es kelapa muda sembari melihat indahnya alam Danau Dendam Tak Sudah.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu, Tempat Asyik Untuk Bersantai

Danau Dendam Tak Sudah

5.    Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan Inggris yang dibangun pada tahun 1713. Dulunya benteng ini menjadi benteng ppertahanan terkuat kedua milik Inggris di wilayah timur setelah Benteng St. George yang ada di Madras, India.

Saat ini, Benteng Marlborough menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Bengkulu. Selain bisa mengagumi arsitektur bentengnya yang megah, pengunjung juga bisa belajar sejarah perjuangan rakyat Bengkulu melawan penjajahan melalui koleksi bersejarah yang dipamerkan di dalam benteng ini.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Fort Marlborough, Benteng Inggris di Kota Bengkulu

Benteng Marlborough

6.    Bunker Jepang

Bunker Jepang adalah salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Bengkulu. Bunker ini dibangun pada masa pendudukan Jepang di tahun 1942 hingga tahun 1945. Bangunan bunkernya masih berdiri kokoh, hanya saja kurang terawat. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang

Bunker Jepang

7.    Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah bersejarah ini merupakan rumah yang menjadi tempat tinggal Bung Karno ketika diasingkan Belanda ke Bengkulu pada tahun 1938 hingga tahun 1942. Rumah pengasingan ini masih terawat dengan baik dan di dalamnya terdapat banyak barang-barang koleksi yang berkaitan dengan Bung Karno. Btw, harga tiket masuknya cuma Rp. 3000 aja loh.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

8.    Rumah Ibu Fatmawati

Terletak tak jauh dari Rumah Pengasingan Bung Karno, rumah bersejarah ini juga menyimpan berbagai barang bersejarah milik Ibu Fatmawati, termasuk mesin jahit yang dulu digunakan beliau untuk menjadi bendera Merah Putih yang dikibarkan pada peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Mengunjungi Rumah Ibu Fatmawati

Rumah Ibu Fatmawati

9.    Masjid Jamik Bengkulu

Masjid Jamik Bengkulu adalah salah satu masjid tertua di Kota Bengkulu dan dibangun sejak abad ke-18. Ketika Bung Karno diasingkan ke Bengkulu, beliau pula lah yang mendesain renovasi masjid ini dan hingga sekarang desain rancangan Bung Karno masih dipertahankan di masjid ini.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Masjid Jamik Bengkulu

Masjid Jamik Bengkulu

10. Museum Negeri Bengkulu

Terletak di Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, museum ini menyimpan berbagai barang koleksi dari sejarah dan budaya masyarakat Bengkulu. Tiket masuk ke museum ini juga sangat terjangkau karena peorangnya hanya perlu membayar Rp. 3000 aja.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Museum Negeri Bengkulu, Mengenal Sejarah dan Budaya Bengkulu

Museum Bengkulu

11. Tugu Simpang Lima Ratu Samban

Tugu ini terletak di Pusat Kota Bengkulu, tepat di persimpangan lima jalan. Nama simpangnya diambil dari tokoh pahlawan setempat, Ratu Samban, yang gigih berjuang melawan penjajahan. Sedangkan tugunya sendiri berupa patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit bendera Merah Putih.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Simpang Lima Ratu Samban

Simpang Lima Ratu Samban

12. Monumen Thomas Parr

Monumen ini dibangun pada tahun 1808 oleh pihak Inggris untuk memperingati peristiwa terbunuhnya Thomas Parr, seorang Residen Inggris yang berkedudukan di Bengkulu. Thomas Parr tewas di tangan rakyat Bengkulu yang marah karena kepemimpinannya yang kejam dan zalim.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr, View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Monumen Thomas Parr

13. Alun-Alun Kota Bengkulu dan View Tower

Alun-Alun Kota Bengkulu merupakan tempat nongkrong yang cukup ramai di sore hari. Di alun-alun ini terdapat banyak pedagang makanan, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Selain itu, di sini juga banyak pedagang mainan anak-anak, sehingga cocok dikunjungi bareng keluarga.

Di tengah alun-alunnya berdiri sebuah menara bernama View Tower. Menara setinggi 43 meter ini rencananya difungsikan sebagai menara pemantau tsunami dan bisa diakses oleh publik. Namun sayangnya hingga sekarang View Tower tak pernah dioperasikan. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr,View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

View Tower

14. Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Gedung Daerah Provinsi Bengkulu adalah salah satu bangunan bersejarah di Kota Bengkulu. Dulunya gedung ini merupakan tempat tinggal bagi Residen Inggris yang memimpin Bengkulu. Saat ini, Gedung Daerah Provinsi Bengkulu dijadikan sebagai rumah dinas Gubernur Bengkulu dan masih terawat dengan baik. 

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr, View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

          Cara Menuju Bengkulu

Ada beberapa cara untuk mengunjungi Kota Bengkulu. Cara pertama dan paling mudah adalah dengan menggunakan pesawat terbang. Bengkulu memiliki satu bandara bernama Bandara Fatmawati Soekarno. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

Bandara Fatmawati Soekarno terletak di Jalan Raya Padang Kemiling, Kecamatan Slebar, Kota Bengkulu. Jarak bandara ke pusat kota sekitar 14 km dan bisa menggunakan bus Damri, taksi bandara serta angkutan travel untuk menuju pusat kota.

Selain pesawat, juga bisa menggunakan transportasi bus. Ada beberapa bus yang memiliki trayek langsung ke Kota Bengkulu seperti Bus Putra Simas, PO SAN, Putra Rafflesia dan bus lainnya. Selain trayek langsung, teman-teman juga bisa naik bus tujuan Kota Lubuk Linggau di Sumatera Selatan. Dari kota tersebut tinggal naik bus tujuan Kota Bengkulu.

Tentang Bus Putra Simas bisa dibaca di sini: Perjalanan Menuju Bengkulu dengan Bus Putra Simas

Bus Putra Simas 

Selain itu, Bengkulu juga memiliki pelabuhan, yaitu Pelabuhan Pulau Baai. Dulunya pelabuhan ini melayani rute ke Jakarta dan Padang. Tapi sekarang aku tak menemukan informasi selain tentang kapal dengan rute Bengkulu menuju Pulau Enggano, salah satu pulau terluar di Provinsi Bengkulu. Mungkinkah rutenya udah ditutup?

Transportasi di dalam Kota Bengkulu

Saat ini Kota Bengkulu telah dilengkapi dengan kendaraan umum dalam kota berupa bus Trans Rafflesia Bengkulu. Bus ini akan membawa penumpang melalui beberapa destinasi wisata seperti Pantai Panjang, Benteng Marlborough, Danau Dendam dan pusat kota. Selain Trans Bengkulu, teman-teman juga bisa mengandalkan angkot serta babang ojol.

           Penginapan di Bengkulu

Ada banyak penginapan yang tersedia di Kota Bengkulu dengan harga yang beragama di mulai dari kurang Rp, 100.000 permalam. Penginapan-penginapan ini umumnya terletak tak jauh dari pusat kota dan objek-objek wisata yang ada di Bengkulu. Saya sendiri kemarin menginap di Tropicana Guest House yang terletak tak jauh dari Pantai Panjang dan Rumah Pengasingan Bung Karno. Di sini permalamnya cuma Rp. 110.000 dan udah dapat sarapan pagi.

Selengkapnya bisa dibaca di sini: Menginap di Tropicana Guest Hotel Bengkulu

Tropicana Guest House

           Oleh-Oleh Khas Bengkulu

Ada banyak oleh-oleh khas Bengkulu yang bisa bawa sebagai buah tangan ketika pulang dari Bengkulu seperti Lempuk Durian, Manisan Terong, Perut Punai, Kue Tat, hingga Kopi Bengkulu,

Selain makanan, juga banyak pernak-pernik yang tersedia seperti Batik Besurek, baju kaos bergambar khas Bengkulu hingga kerajianan dari kulit kayu lantung seperti gantungan kunci dan miniatur bunga rafflesia.

Untuk membeli oleh-oleh ini bisa di banyak tempat seperti Pantai Panjang dan Benteng Marlborough. Tapi menurutku tempat terbaik untuk berburu oleh-oleh ada di Sentra Oleh-Oleh Khas Bengkulu yang terletak tak jauh dari Simpang Lima Ratu Samban. Di tempat ini terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh khas Bengkulu dengan harga yang terjangkau dan barangnya pun lengkap.

Sunday, October 11, 2020

Bangunan Bersejarah di Kota Bengkulu

Bengkulu memiliki sejarah yang yang unik. Ketika wilayah lain di Indonesia berada di bawah jajahan Belanda, maka Bengkulu berada di bawah wilayah Inggris. Hingga akhirnya wilayah ini ditukar Inggris dengan wilayah Singapura kepada Belanda.

Oleh karena itu, kota ini memiliki banyak bangunan tua dan bersejarah yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berikut ini adalah bangunan sejarah yang ada di Bengkulu. Daftar ini kubuat berdasarkan tempat-tempat yang pernah kukunjungi sendiri ketika traveling ke Bengkulu. Jadi bisa kujamin kebenarannya.

1.    Benteng Marlborough

Benteng Marlborough adalah sebuah benteng besar peninggalan Inggris yang didirikan oleh East India Company (EIC) pada tahun 1713 dan selesai pada tahun 1719 di bawah pimpinan gubernur Joseph Callet. Benteng ini merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah Benteng St. Geogre di Madras, India. Meskipun disebut terkuat kedua, benteng ini juga pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu hingga pihak Inggris harus mengungsi ke Madras.

Saat ini Benteng Marlborough menjadi salah satu tujuan wisata yang populer di Bengkulu. Di dalam bentengnya terdapat berbagai macam koleksi yang menceritakan tentang perjuangan rakyat Bengkulu dalam melawan penjajahan asing.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Fort Marlborough, Benteng Inggris di Kota Bengkulu. 

Benteng Marlborough

2.    Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah ini merupakan rumah tempat tinggal Bung Karno ketika diasingkan oleh Belanda ke Bengkulu sejak tahun 1938 hingga tahun 1942 karena dianggap melawan kolonial. Rumah ini masih terawat dengan baik dan di dalamnya terdapat banyak koleksi yang berhubungan dengan sejarah Bung Karno seperti sepeda onthel Bung Karno hingga meja rias buatan Bung Karno sendiri.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Wisata Sejarah Di Rumah Pengasingan Bung Karno Di Bengkulu 

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

3.    Rumah Ibu Fatmawati

Rumah Ibu Fatmawati terletak tak jauh dari Rumah Pengasingan Bung Karno. Rumah ini menyimpan berbagai koleksi yang berhubungan dengan Ibu Fatmawati seperti foto-foto tua, surat, hingga mesin jahit yang dulu digunakan untuk menjahit Bendera Merah Putih yang dikibarkan pada peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Mengunjungi Rumah Ibu Fatmawati Di Bengkulu 

Rumah Ibu Fatmawati

4.    Masjid Jamik Bengkulu

Masjid Jamik Bengkulu adalah salah satu masjid tertua di Kota Bengkulu dan dibangun sejak abad ke-18  Saat itu bangunan Masjid Jamik Bengkulu masih sederhana dan masih berbahan kayu dengan atap yang terbuat dari rumbia.

Masjid ini memiliki hubungan yang erat dengan Bung Karno. Karena ketika beliau diasingkan ke Bengkulu, beliaulah yang mendesain renovasi masjid ini. Hingga saat ini desain masjid yang dirancang oleh Bung Karno masih tetap dipertahankan di Masjid Jamik Bengkulu ini.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Masjid Jamik Bengkulu, Masjid Bersejarah Yang Punya Hubungan Erat Dengan Soekarno. 

Masjid Jamik Bengkulu

5.    Bunker Jepang

Bunker Jepang terletak tidak jauh dari Benteng Marlborough dan dibangun oleh Jepang ketika mereka menguasai Indonesia pada tahun 1942 hingga tahun 1945. Bangunannya terbuat dari beton dengan bentuk atap setengah lingkaran. Kondisi bunker ini kurang terawat meski bangunannya masih berdiri kokoh.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Pantai Tapak Paderi, Pondok Sendal Jodoh dan Bunker Jepang 

Bunker Jepang

6.    Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

Gedung Daerah Provinsi Bengkulu adalah rumah tinggal bagi Residen Inggris yang memerintah di Bengkulu. Rumah ini dulunya juga sempat menjadi tempat tinggal dari Thomas Stamford Raffles. Saat ini, Gedung Daerah Provinsi Bengkulu difungsikan sebagai rumah dinas Gubernur Bengkulu dan arsitektur aslinya masih dipertahankan.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr, View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu 

Gedung Daerah Provinsi Bengkulu

7.    Monumen Thomas Parr

Monumen Thomas Parr dibangun pada tahun 1808 oleh pihak Inggris untuk memperingati insiden pembunuhan Thomas Parr, Residen Inggris yang memimpin Inggris di Tanah Bengkulu. Namun bagi rakyat Bengkulu, tugu ini menjadi simbol perlawanan dan sebuah pengingat bahwa dahulu mereka pernah dijajah oleh seorang yang kejam.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Tugu Thomas Parr, View Tower dan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu 

Monumen Thomas Parr

8.    Tugu Simpang Lima Ratu Ramban

Tugu Simpang Lima Ratu Samban adalah sebuah tugu yang berdiri di pusat kota Bengkulu dan tepat di tengah bundaran simpang lima. Nama persimpangannya diambil dari tokoh pahlawan setempat, Ratu Samban, yang gigih berjuang melawan Kolonial Belanda. Sedangkan tugunya berupa patung Ibu Fatmawati yang sedang menjahit bendera Merah Putih. Patung ini pun baru diresmikan tahun 2020. Sebelumnya di tugu ini memiliki patung seorang penunggang kuda.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Berhenti Sejenak di Simpang Lima Ratu Samban 

Tugu Simpang Lima Ratu Samban

9.    Bonus: Museum Negeri Bengkulu

Meski bukan termasuk bangunan bersejarah, tapi Museum Negeri Bengkulu menurutku bisa dimasukin juga ke dalam tempat-tempat bersejarah di Kota Bengkulu. Karena di museum ini terdapat banyak koleksi yang berhubungan dengan sejarah dan budaya masyarakat Bengkulu. Museum ini terletak di Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu dengan harga tiket cuma Rp. 3000 saja.

Untuk selengkapnya bisa dibaca di sini: Museum Negeri Bengkulu: Mengenal Sejarah dan Budaya Bengkulu 

Museum Negeri Bengkulu

Friday, October 9, 2020

Museum Negeri Bengkulu: Mengenal Sejarah dan Budaya Bengkulu


Museum Bengkulu

Hai sahabat backpacker

Hari ini adalah hari ketiga sekaligus hari terakhirku di Bumi Rafflesia. Pagi ini aku akan segera kembali ke Asahan, Sumatera Utara, kampung halamanku sendiri. Tiket busnya pun udah kupesan kemarin siang dan rencananya akan berangkat pukul 10,00 wib nanti. 

Baca juga: Pantai Panjang Bengkulu, Sunsetnya Juara

Tapi bukan Rudi Chandra Sambas sang backpacker tampan namanya kalo nggak memaksimalkan waktunya buat jalan-jalan. Oleh karena itu, sebelum berangkat ke pool bus, aku memutuskan untuk mengunjungi satu destinasi lagi di Kota Bengkulu ini dan tujuanku adalah Museum Negeri Bengkulu.

Alamat Museum Negeri Bengkulu

Museum Negeri Bengkulu beralamat di Jalan Pembangunan, No. 08, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, Bengkulu.

Cara Menuju Museum Negeri Bengkulu

Museum Negeri Bengkulu ini masih berada di dalam Kota Bengkulu dan untuk mengunjunginya dari pusat kota bisa mengambil rute melalui Simpang Lima Ratu Samban, lalu ke Jalan S. Parman hingga tiba di Simpang Jalan Danau yang menuju Danau Dendam Tak Sudah. Namun berbeloklah ke kanan, ke Jalan Pembangunan. Dari persimpangan tersebut museum ini hanya berjarak 500 meter lagi.

Harga Tiket Masuk ke Museum Negeri Bengkulu

Harga tiket masuk ke Museum Negeri Bengkulu sangat murah meriah karena perorang dewasa cuma perlu membayar Rp. 3000 saja sedangkan anak-anak hanya Rp. 1000 saja. Murah banget cuy. 

Tiket masuk Museum Negeri Bengkulu

Sejarah Museum Negeri Bengkulu

Museum Negeri Bengkulu mulai dibangun pada tanggal 1 April 1978 dan baru mulai beroperasi secara umum pada tanggal 3 Mei 1980. Pada awalnya museum ini bertempat sementara di belakang Benteng Marlborough dengan koleksi awal berjumlah 51 koleksi dengan rincian 43 koleksi etnografi, 6 koleksi keramik dan 2 koleksi replika.

Barulah pada tanggal 3 Januari 1983 museum ini dipindah ke gedung yang sekarang yang berada di Padang Harapan, Kota Bengkulu. Statusnya pun ditingkatkan menjadi Museum Negeri Provinsi dengan klasifikasi museum umum tipe C. Peresmiannya dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 1988 oleh Dirjen Kebudayaan Drs. G.B.P.H. Poeger.

Koleksi Museum Negeri Bengkulu

Setelah membeli tiket masuknya yang murah meriah itu, aku pun segera menjelajahi isi museum untuk melihat berbagai koleksi yang tersimpan di dalam museum ini. Btw, ternyata aku menjadi pengunjung pertama hari itu, soalnya aku datang ke museum ini sebelum pukul 09.00 wib pagi.

Oh ya, saat membeli tiket juga diberikan buku panduan mengenai koleksi Museum Negeri Bengkulu. Buku panduannya pun ditempelin kulit kayu lantung. Kulit kayu khas Bengkulu yang sekarang sering diolah menjadi cinderamata khas Bengkulu. 

Buku panduan Museum Negeri Bengkulu

Selain itu di museum ini juga disediakan pemandu yang akan memandu pengunjung untuk berkeliling musum secara gratis. Saat itu pemandunya adalah siswi-siswi SMA. Mungkin mereka berasal dari SMK Pariwisata yang ada di Bengkulu.

Pemandunya cakep-cakep uy. :D

Katanya museum ini memiliki koleksi hingga 6.150 koleksi yang meliputi delapan jenis koleksi dengan rincian koleksi biologi, etnografi, arkeologi, historika, namismatika dan heraldika, filologika, keramologika dan koleksi teknologika. Tapi biar mudah, aku bakal jelasin koleksi museumnya sesuai urutan yang kuliat aja.

 Di bagian depan museum terdapat papan informasi yang memuat tentang informasi dari setiap kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Bengkulu. Lengkap dengan informasi tentang objek pariwisata yang ada di tiap kabupaten/kota yang ada. 

Profil kabupaten/kota di Bengkulu

Lanjut ke bagian dalam terdapat koleksi arkelogi dari jaman batu hingga perunggu. Di bagian ini terdapat kapak batu, menhir hingga nekara yang ditemukan di Bengkulu Utara. Di sisi sebelahnya terdapat pula koleksi arca-arca dari jaman Hindu dan Budha serta koleksi yang berhubungan dengan sejarah Islam di Bengkulu. 

Nekara yang ditemukan di Bengkulu Utara

Koleksi pada masa Islam

Lanjut lagi ke bagian dalam terdapat berbagai koleksi yang berhubungan dengan perjuangan mencapai kemerdekaan seperti senjata tradisional dan senjata rakitan yang digunakan untuk melawan penjajahan. 

Koleksi perjuangan melawan penjajahan

Selanjutnya terdapat koleksi yang berhubungan dengan etnografi alias  budaya dari suku-suka yang ada di Bengkulu. Di bagian ini terdapat koleksi berupa peralatan hidup seperti alat berburu, pertanian dan nelayan.  Kemudian juga ada peralatan adat, baju-baju adat, miniatur rumah adat dari suku-suku di Bengkulu hingga peralatan untuk pernikahan seperti pelaminan, baju pernikahan dan peralatan adatnya. Selain itu juga ada tentang informasi dan peralatan hidup Suku Enggano, salah satu suku yang ada di Bengkulu. 

Salah satu bagian dari alat pertanian 

Pelaminan pernikahan

Miniatur rumah adat di Bengkulu

Tongkat Raja Bengkulu

Berikutnya ada koleksi filologika yaitu koleksi naskah kuno yang dinamakan naskah ka-ga-nga. Isi naskahnya berupa doa/jampi, kisah/kejadian, adat dan hukum adat, pengobatan tradisional, aturan bertani, perambak bujang gadis, juga cerita rakyat. 

Naskah Ka Ga Nga

Aku kemudian pindah ke gedung belakang, di bagian ini terdapat koleksi biologika, yaitu awetan hewan, tumbuhan hingga fosil-fosil. Selain itu juga terdapat koleksi keramologika berupa benda-benda yang terbuat dari keramik serta tempayan-tempayan. Sayangnya ruangan ini sedikit gelap, jadi aku nggak berlama-lama di bagian ini. 

Koleksi tempayan

Aku kemudian berpindah ke ruangan bawah museum. Di ruangan ini terdapat koleksi numismatika dan heraldika yaitu koleksi mata uang dan alat tukar serta berbagai tanda jasa, lambang dan tanda pangkat resmi. Lalu juga ada mesin cetak yang dulu digunakan oleh Bung Karno ketika diasingkan di Bengkulu dan juga dipakai untuk mencetak uang PMR atau ORI.

Selain itu di ruangan ini juga terdapat berbagai hasil kesenian masyarakat Bengkulu seperti kain besurek, sejenis batik khas Bengkulu dengan motif kaligrafi aksara arab yang dihiasi perpaduan flora dan fauna. Lalu juga terdapat jenis-jenis kain lain, hasil anyaman hingga peralatan musik. 

Kain Besurek

Setelah menjelajahi seluruh bagian museum, aku pun mengakhiri petualangan di Museum Negeri Bengkulu dan segera menuju pool bus Putra Simas, bus yang akan membawaku kembali pulang.

Tiket Bus Putra Simas

Tepat pukul 10.00 wib pagi bus pun berangkat dari pool dan secara perlahan kami meninggalkan tanah Bengkulu. Ah... selamat tinggal Bengkulu, sampai ketemu lagi. 

Backpacker tampan di Museum Negeri Bengkulu