Senin, 01 Desember 2025

Touring Part 10: Air Terjun Sarasah Bunta: Pesona Indah di Lembah Harau

Air Terjun Sarasah Bunta

Turut berduka untuk para korban banjir bandang dan longsor di Sumatera. Semoga semua yang terdampak cepat pulih, dan semoga para oknum perusak alam segera sadar diri. Aamiin…


Brmmm… brmmm…

Setelah puas bermain di Air Terjun Akar Berayun, aku kembali memutar motor ke pertigaan sebelumnya. Dari tadi aku penasaran karena ada banyak papan petunjuk arah yang rasanya kayak lagi main open world dan harus milih quest.

Ke kiri: Akar Berayun dan Sarasah Murai.

Ke kanan: Kampung Eropa, Sarasah Luluih, dan tentu saja tujuan berikutku—Air Terjun Sarasah Bunta.

Kampung Eropa?

Skip.

Aku masih punya mimpi ke Eropa beneran, bukan versi KW yang nanti malah bikin halu. Wkwkwk…

Tak sampai dua kilometer dari pertigaan tadi, aku tiba di area parkir Sarasah Bunta. Parkirin si Beamoy, jalan kaki sebentar—serius, kurang dari seratus meter—aku sudah bisa melihat air terjunnya yang jatuh tenang dari ketinggian.

Sarasah Bunta terletak di Resort Bunta, Desa Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Koto. Air terjun ini berada di dalam kawasan Lembah Harau, salah satu lembah terindah di Indonesia.

Dinamakan “Sarasah Bunta” karena saat debit air sedang besar, jatuhan airnya terlihat seperti beruntai-untai. Cantik banget. 

untaian jatuhan air terjunnya

Air terjunnya memang tidak setinggi Akar Berayun, tetapi punya pesona sendiri. Tebing batu di kanan-kirinya berdiri gagah, seolah sedang memberi panggung khusus untuk si air terjun. Dan yang paling menarik, tebing itu berwarna-warni—lapisan jingga, coklat, sampai abu-abu—seperti lukisan alam yang digores pakai kuas raksasa.

Di tebing itu juga banyak pepohonan dan tanaman hijau yang tumbuh liar. Jujur, aku kadang heran bagaimana tanaman-tanaman ini bisa hidup menempel di dinding batu yang curam begitu. Skill mereka jelas di atas rata-rata—kayak tanaman versi parkour. Wkwkwk. Tapi justru karena itulah pemandangannya jadi hidup. Airnya turun melewati celah-celah sempit di antara tanaman hijau sebelum jatuh lurus seperti benang air tipis yang elegan. 

Pesona Air Terjun Sarasah Bunta
Dikelilingi tebing tinggi

Di bawahnya terbentuk kolam alami dengan air jernih dan segar. Tempat ini sudah dikelola cukup baik—kolamnya disemen rapi, warung tersedia buat ngisi perut, toilet ada, ruang ganti oke, bahkan penyewaan ban pun tersedia untuk yang mau berenang tapi takut tenggelam. 

Air terjunnya sudah dikelola dengan baik

Duduk sebentar sambil dengar suara air jatuh, melihat tebing tinggi yang dilapisi pepohonan, rasanya… tenang banget. Kayak ada suara alam yang bilang:
“Bro… hidup itu jangan buru-buru amat.”

Dan aku cuma bisa mengangguk kecil, menikmati damainya suasana Lembah Harau.

Info Singkat

Nama: Air Terjun Sarasah Bunta

Lokasi: Resort Bunta, Desa Tarantang, Kec. Harau, Kab. Lima Puluh Koto

Akses: Parkir → jalan kaki < 100 meter

Fasilitas: Warung, toilet, ruang ganti, kolam rapi, sewa ban

Cocok untuk: Foto-foto, mandi, healing santai, pelarian sejenak dari rutinitas

Backpacker ganteng dan unyu di Sarasah Bunta

33 komentar:

  1. Cantiknya, gambar kedua. Tumbuhan lumut warna oren itu, pertama kali saya lihat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, mungkin dari jenis lumut yang berbeda.

      Hapus
  2. Kalau lihat fotonya sepertinya air terjunnya tidak terlalu besar, itu ketinggian air terjunnya berapa meter?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, debit airnya lagi kecil.
      Ketinggiannya dibawah 50 atau 100 meter kayaknya Mas.

      Hapus
  3. tinggi juga air terjunnya mas, tapi gak begitu deras ya... kalo deras cakep banget itu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, pas ke sana katanya udah nggak hujan beberapa waktu, jadi debitnya kecil.

      Hapus
  4. Biarpun tidak terlalu besar air terjunnya tapi karena cantik pemandangan nya jadinya ramai ya bang. Syukurlah sudah dikelola dengan baik sehingga bisa menambah pendapatan daerah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk mas Agus ke sana? nyari rongdo

      Hapus
    2. Ini orang berdua ngga jauh dari Rondo..wkwkwk

      Hapus
    3. Iya Mas, malah jadi tenang buat anak-anak berenang sebenarnya.

      Wkwkwkwk... Malah nyari rondo

      Hapus
  5. Air terjunnya terlihat kecil karena tembok tebingnya yg begitu gagah.
    Tanaman yg ditumbuh disitu bukan karena bisa parkour mas, tapi karena mereka terlahir sebagai wall clambing 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa juga Mas, karena tebingnya besar sekali.

      Wah, sudah DNA tumbuhannya kalo begitu ya 🤣

      Hapus
  6. Turut berduka buat saudara" kita di Sumatra, semoga segera pulih kembali, saya tuh baru dua kali ke air terjun, air terjun sedudo di Nganjuk dan air terjun way lalaan di Lampung dan dua"nya sangat cantik, makanya liat air terjun ini udah pasti cantik walau belum liat langsung pun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga lekas pulih bagi yang terdampak bencana.

      Iya Mbak, tiap air terjun itu pasti punya sisi kecantikannya masing-masing

      Hapus
  7. Menakjubkan ya
    Apalagi pepohonan atau tetumbuhan itu bisa tumbuh subur

    BalasHapus
  8. wow..... luar biasa Indahnya......
    Thank you for sharing

    BalasHapus
  9. Air terjunnya cantik sekali. Fasilitas di tempat ini cukup memadai dan terlihat bersih. Pengunjung senang dan betah berada di sini. Yang penting semua disiplin menjaga kebersihan lingkungan ya, supaya area air terjun dan sekitarnya tetap terjaga dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener tuh Mbak, pengunjung harus bisa menjaga kebersihan juga.

      Hapus
  10. sy lebih tertarik melihat dinding batu tu...
    seolah dipahat pada hal....
    cantik sangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, dipahat alam selama ribuan tahun katanya

      Hapus
  11. Pemandangan alamnya menggugah hati sekali. Sampai cek berita, dan bersyukur area indah ini tidak termasuk daftar daerah yang terkena bencana. Semoga dijauhkan dari bahaya banjir ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, syukurnya daerah ini aman. Semoga kita semua selalu dilindungi. Aamiin

      Hapus
  12. Di sini cocok untuk wisata keluarga. Apalagi bocils demen main air pakai ban bebek2an, anjing2an dll ya. Soalnya alirah si air terjunnya juga ga deras, kecil gituuuu kelihatannya.

    BalasHapus
  13. Samaaaa mas. Aku tuh paling ga suka DTG ke tempat wisata yg versi KW, kayak kampung eropa, atau bikin Eiffel palsu, Liberty palsu. Mendingan aku DTG langsung ke tempat asalnya drpd foto di depan KW 🤣. Kayak Indonesia kurang cakep aja, sampe perlu dibuat hal2 fake segala...

    Lihat aja air terjun ini. Kurang cantik apaaa coba. Yg beginiii aku paling suka, alami, dimintain sehingga nyaman buat turis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, padahal Indonesia tuh nggak kekurangan tempat indah kok. Ayo dong tunjukin keindahan dan keunikan kita sendiri, daripada ngejiplak punya orang.

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar dengan sopan :)